User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit AIDS yang muncul di muka bumi sejak 30 tahun yang lalu saat ini semakin nyata telah masalah kesehatan masyarakat yang amat serius di dunia maupun Indonesia. Semua pakar setuju bahwa kasus HIV AIDS mengikuti fenomena "gunung es", artinya kita memprediksi masih sangat banyak kasus di masyarakat yang belum terlacak (baca: tercatat atau terdata). Dengan kata lain, jumlah kasus HIV AIDS yang terjadi di masyarakat sebenarnya jauh lebih tinggi daripada jumlah kasus berdasarkan data yang kita miliki. Permasalahan data ini tidak terlepas dari belum optimalnya upaya pengendalian disebabkan kurangnya sumber daya, sangat banyaknya indikator dan beragamnya definisi operasional (DO) serta terjadi fragmented dalam sistem pencatatan dan pelaporan (recording & reporting atau R/R) karena setiap stakeholder bisa mengeluarkan indikator & DO masing-masing, melakukan  R/R dan memublikasi data HIV, AIDS & Infeksi Menular Sexual (IMS). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkrit pengendalian penyebaran virus HIV dan penyakit AIDS di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyatukan seluruh data HIV AIDS & IMS melalui 1 sistem RR yaitu Sistem Informasi HIV AIDS yang disebut "SIHA." SIHA telah diluncurkan (launching) pada 19 Desember 2012 yang lalu sehingga sudah dapat dipakai sebagai media pencatatan dan pelaporan HIV AIDS & IMS yang resmi.

 

Diperkirakan saat ini terdapat 34.3 juta orang yang telah terinfeksi HIV di seluruh dunia. Dari 34,3 juta kasus HIV/AIDS global, tercatat 6,4 juta kasus terdapat di kawasan Asia Pasifik. Namun karena jumlah penduduk di Asia Pasifik lebih dari separuh populasi dunia maka penyebaran HIV di kawasan ini sangat potensial menjadi ledakan epidemi. Di Indonesia, jumlah kasus AIDS ada kecenderungan terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2005 sampai Juni 2012, jumlah kasus HIV kumulatif tercatat sebanyak 86.762 kasus dan sejak tahun 1985 sampai Juni 2012, jumlah kasus AIDS kumulatif tercatat sebanyak 21.103 kasus. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi terdapat pada kelompok usia produktif yaitu kelompok usia 20-29 tahun (41,5%), diikuti kelompok usia 30-39 tahun (30,8%), dan kelompok usia  40-49 tahun (11,6%).

 

Kebijakan dan intervensi yang optimal hanya tercapai apabila didukung data yang akurat, untuk itu semua data HIV AIDS & IMS harus tercatat dan terlaporkan dengan akurat. Pemakaian SIHA dapat memengurangi ketidakakuratan data. Dengan adanya SIHA maka persoalan data HIV AIDS & IMS yang selama ini mengalami kendala dan tantangan diharapkan segera berakhir. Penerapan SIHA memungkinkan Indonesia menganut sistem pencatatan dan pelaporan HIV AIDS satu pintu sebab semua pencatatan dan pelaporan kasus HIV AIDS & IMS yang dilakukan oleh petugas/fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta, LSM dan NGO di seluruh Indonesia hanya masuk ke SIHA. Data yang diinput ke SIHA akan masuk kedalam bank data nasional, tersambung ke sistem informasi kesehatan daerah "SIKDA Generik". Secara singkat, spesifikasi SIHA yang menyebabkannya lebih unggul dari sistem pencatatan lain adalah: data individual (disagregat), nasional, komprehensif, bisa dipercaya, legal dan satu pintu.

 

Di dalam SIHA terdapat 13 modul/form pencatatan. Ini kondisi awal pada saat peluncuran, dan akan terus dilengkapi/ditambah atau bisa dikurangi mengikuti perkembangan yang terjadi. 13 modul tersebut adalah:

1.Modul Konseling dan Testing
2.Modul PITC
3.Modul Menular Seksual (IMS )
4.Modul Pencegahan HIV dari Ibu dan Anak ( PMTCT )
5.Modul Perawatan HIV dan ART + TB - HIV
6.Modul Mengenai Dampak Pengobatan ARV
7.Modul Penjangkauan
8.Modul Layanan Alat Suntik Steril (LASS)
9.Modul ODHA yang diberi dukungan
10.Modul Methadon
11.Modul Kasus AIDS
12.Modul Bahan dan Alat
13.Modul Sero Sentinel

 

Aplikasi SIHA sudah siap digunakan. Bila kita memasuki Aplikasi SIHA maka menu-menunya sudah lengkap dan siap menerima input data. Form-form isian nampak sudah lengkap, bahkan dilengkapi tampilan StatPlanet yang akan memudahkan kita membaca data berdasarkan peta wilayah. Input data dapat dilakukan offline, setelah selesai maka data base di upload melalui jaringan internet. Untuk melaksanakannya, yang dibutuhkan adalah kemauan pimpinan dinas kesehatan kabupaten/kota maupun provinsi. Bila ada kemauan maka semua menjadi mudah dan SIHA bisa jalan. Mengapa? karena software SIHA gratis, yang dibutuhkan hanya perangkat komputer. Saat ini perangkat komputer dan hubungan internet sudah sejalan dengan aktifitas kita sehari-hari atau tidak ada kantor yang tidak memiliki komputer. Syarat lain adalah kemauan petugas pencatat untuk  menjalankan dan menginput data, diperlukan kesadaran bahwa pekerjaan kita akan memberikan kontribusi pada upaya pengendalian HIV AIDS di negeri kita dan dunia.

 

 

Gambar 1. Tampilan awal ketika kita membuka SIHA.

 

Gambar 2. Tampilan salah satu form isian pada SIHA.

 

Gambar 3. Tampilan StatPlanet pada SIHA.

 

Referensi

1. Kemenkes RI, Aplikasi Sistem Informasi HIV AIDS, 2012.

Comments   

0 #1 перейти на источник 2017-05-04 04:39
Hello there, just became aware of your weblog via Google, and located that it is truly informative. I'm gonna watch out for brussels.

I will appreciate if you proceed this in future. Lots of folks can be benefited from your writing.
Cheers!

Reply:
Thank you for your appreciation

Regards
Quote

Add comment


Security code
Refresh