User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 


Gambar 1. Parasit malaria bentuk ring (ring form) di dalam sel darah merah (eritrosit) manusia.

Penyakit Malaria belum habis dari bumi Indonesia, banyak pihak masih memerlukan data (situasi) malaria di Indonesia. Data malaria berikut ini disajikan bukan untuk menggantikan data yang berasal dari sumber resmi tetapi lebih ditujukan untuk mempermudahkan masyarakat mengakses data malaria karena data dari sumber resmi seringkali sulit dicari dan diakses.  Oleh karena bersumber dari pemerintah maka data (angkanya) sama dengan sumber resmi tersebut.


Annual Parasite Incidence (API) per 1000 penduduk di Jawa dan Bali:
API tahun 2004: 0,15 per 1000 penduduk
API tahun 2005: 0,15 per 1000 penduduk
API tahun 2006: 0,19 per 1000 penduduk
API tahun 2007: 0,16 per 1000 penduduk
API tahun 2008: 0,16 per 1000 penduduk
API tahun 2009: 0,17 per 1000 penduduk

API tahun 2010: 1,96 per 1000 penduduk


Annual Malaria Incidence (AMI) per 1000 penduduk di luar Jawa dan Bali:
AMI tahun 2004: 21,20 per 1000 penduduk
AMI tahun 2005: 24,75 per 1000 penduduk
AMI tahun 2006: 23,98 per 1000 penduduk
AMI tahun 2007: 19,67 per 1000 penduduk
AMI tahun 2008: 17,70 per 1000 penduduk
AMI tahun 2009: 12,26 per 1000 penduduk
Catatan: saat ini parameter angka kesakitan malaria memakai AMI sudah ditinggalkan.

Angka Kematian malaria menurut Case Fatality Rate (CFR) di Indonesia:
CFR malaria tahun 2000: 2,69
CFR malaria tahun 2001: 1,40
CFR malaria tahun 2002: 2,70
CFR malaria tahun 2003: 4,90
CFR malaria tahun 2004: 1,68
CFR malaria tahun 2005: 0,92
CFR malaria tahun 2006: 0,42
CFR malaria tahun 2007: 0,56
CFR malaria tahun 2008: 0,01
CFR malaria tahun 2009: 0,01

Cakupan Pemeriksaan Sediaan Darah (konfirmasi laboratorium) Malaria di Indonesia:
Tahun 2004: 48%
Tahun 2005: 47%
Tahun 2006: 58%
Tahun 2007: 52%
Tahun 2008: 71%
Tahun 2009: 76%

Daerah endemis malaria di Indonesia:
a. Daerah endemis tinggi (API >5 per 1000 penduduk)
    Provinsi: Sumatera Utara (khusus Kabupaten Nias dan Nias Selatan), Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua dan NTT.

b. Daerah endemis sedang (API = 1 - 5 per 1000 penduduk)
    Provinsi: Aceh (kabupaten Simeuleu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau (kabupaten Lingga), Jambi (Kabupaten Batang Hari, Merangin dan
    Sorolangun), Kalimantan Tengah (Kabupaten Sukamara, Kota Waringin Barat, Mura), Sulawesi Tengah (Kabupaten Toli-toli, Banggai, Banggai
    Kepulauan, Poso), Sulawesi Tenggara (Kabupaten Muna), NTB (Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, Bima dan Sumbawa), Jawa Tengah
    (Kab/Kota Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Pekalongan dan Sragen), Jawa Barat (Sukabumi, Garut dan Ciamis)

c. Daerah endemis rendah (API >0 s/d 1 per 1000 penduduk)
    Sebagian Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

d. Daerah non endemis malaria (API = 0)
    Provinsi DKI Jakarta, Bali, Kepri (Barelang Binkar).

 

Tambahan penjelasan ukuran penyakit Malaria

(Selengkapnya tentang ukuran (parameter) penyakit malaria, klik disini.)
Ada beberapa macam ukuran yang dapat digunakan untuk menggambarkan besarnya masalah malaria (endemisitas) pada di suatu daerah, yang sering digunakan di Indonesia adalah: Annual Malaria Incidence (AMI) dan Annual Parasite Incidence (API). Sebelum tahun 2007, AMI sebagai ukuran tingkat kesakitan malaria masih banyak dipakai di luar pulau Jawa dan Bali pada daerah-daerah yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium di tingkat Puskesmas, sehingga masih mengandalkan gejala klinis dalam mendiagnosis penyakit malaria. Pada masa kini, yang dipakai adalah ukuran API karena pada umumnya Puskesmas sudah memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium malaria.

 

a. Annual Malaria Incidence (AMI)

Annual Malaria Incidence adalah angka kesakitan malaria (malaria berdasarkan gejala klinis) per 1000 penduduk dalam 1 tahun yang dinyatakan dalam permil (‰).

Rumus AMI:   Jumlah penderita malaria klinis     X 1000 
                                 Jumlah penduduk


Keterangan:
Yang dimaksud jumlah penderita malaria klinis adalah jumlah kasus malaria klinis yang ditemukan melalui kegiatan ACD dan PCD di suatu wilayah (Kecamatan, Kabupaten, Provinsi) selama 1 tahun. Yang dimaksud jumlah penduduk adalah jumlah penduduk (seluruh kelompok umur) yang tinggal di wilayah tersebut pada pertengahan tahun (bulan juni).

Kegunaan AMI: untuk mengetahui insiden malaria klinis pada satu daerah tertentu selama satu tahun.

 

b. Annual Parasite Incidence (API)

Annual Parasite Incidence adalah angka kesakitan malaria (berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium) per 1000 penduduk dalam 1 tahun dinyatakan dalam permil (‰).

Rumus API:    Jumlah penderita positif malaria     X 1000 ‰

                                Jumlah penduduk


Keterangan:
Yang dimaksud jumlah penderita positif malaria adalah jumlah kasus malaria yang dikonfirmasi positif melalui pemeriksaan mikroskopik (Sediaan Darah Malaria) maupun tes diagnostik cepat / Rapid Diagnostic Test (RDT) yang ditemukan melalui kegiatan ACD dan PCD di suatu wilayah (Kecamatan, Kabupaten, Provinsi) selama 1 tahun. Yang dimaksud jumlah penduduk adalah jumlah penduduk (seluruh kelompok umur) yang tinggal di wilayah tersebut pada pertengahan tahun (bulan juni).

Kegunaan API: untuk mengetahui insiden penyakit malaria pada satu daerah tertentu selama satu tahun.


Endemisitas Malaria

Besarnya masalah dan tingkat transmisi malaria di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi. Untuk membedakan besarnya tingkat transmisi malaria di suatu wilayah (misal: Provinsi, Kabupaten/kota, Puskesmas, Desa) di tanah air, telah dibuat pembagian daerah endemis malaria berdasarkan besarnya angka API atau AMI daerah tersebut, yaitu: 

  • Daerah non endemis malaria: daerah dengan angka API = 0.
  • Daerah endemis rendah: daerah dengan angka API = >0 s/d <1 ‰ atau AMI <25 ‰.
  • Daerah endemis sedang: daerah dengan angka API = 1 s/d 5 ‰ atau AMI 25-50 ‰.
  • Daerah endemis tinggi: daerah dengan angka API = >5 ‰ atau AMI >50 ‰.

Sumber
1. Kementerian Kesehatan RI, Profil Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Tahun 2009, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Jakarta, 2010.
2. http://news.softpedia.com/news/Killer-Spiders-That-Prey-Only-Blood-Full-Malaria-Mosquitoes-44364.shtml, diakses 13 Maret 2012.