Sanitasi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Setiap orang dewasa pada umumnya pernah melakukan bersih-bersih. Bersih bersih? ya bersih bersih! ... Manusia suka membersihkan apa saja, mulai perabot rumah tangga, ruang dapur, kamar mandi, lingkungan di sekitar rumah, kantor, kendaraan, dan lain lain. Selain manusia, alam juga punya sifat membersihkan karena alam memiliki alat atau bahan pembersih. Pernahkan kita pernah memperhatikan sebenarnya alat atau bahan apa saja yang digunakan sebagai bahan pembersih oleh alam dan manusia untuk membersihkan segala sesuatu?

Di dunia ada banyak bahan pembersih yang kita kenal dan pernah kita pakai, seperti sabun, alkohol, minyak tanah, bensin, dan sikat. Tapi bukan itu yang penulis maksudkan. Yang penulis maksudkan di sini adalah bahan/alat pembersih utama yang ada di alam (dunia). Ada setidaknya 4 jenis bahan atau alat pembersih utama yang ada di alam. Dikatakan sebagai "utama' karena semua bahan pembersih bersumber yang ada di bumi dan alam semesta bersumber dari keempat bahan/alat dasar ini.

 

Setidaknya ada 4 jenis bahan pembersih utama yang sudah familiar bagi manusia, yaitu:

  1. Api
  2. Air
  3. Udara
  4. Sinar

 

Mari kita bahas satu persatu.

1. Api

Adakah di antara Saudara yang merasa aneh, kenapa koq api disebut sebagai pembersih yang utama? Ya, tak bisa disangkal api berperan sebagai bahan pembersih yang utama. Contohnya? dalam kasus kebakaran, api akan membersihkan "semua dalam waktu sekejap" hingga rata dengan tanah. Pernah melihat orang ngelas besi? bila ada besi yang berkarat, maka karat turut hilang bila dilas. Di Rumah Sakit, Puskesmas atau Klinik, alat-alat bedah yang penuh dengan kuman penyakit disterilkan dengan cara dipanaskan (api).

 

2. Air

Semua sudah tahu, air adalah media pembersih yang jitu. Semua orang perlu air, bukan hanya untuk diminum, tapi juga untuk mencuci tubuh (mandi) dan benda-benda. Tanpa air, kita tidak bisa kumur2, pakaian tidak bisa dicuci, mobil tidak bisa dicuci, lantai tidak bisa dipel. Air dalam jumlah besar, misalnya tsunami dapat "membersihkan" satu kota dalam sekejap.

 

3. Udara

Udara?? ya udara merupakan media pembersih yang sangat tangguh. Udara yang "diam" (misal di dalam ruangan tertutup) mungkin tidak punya efek membersihkan. Tapi udara yang bergerak, apalagi bergerak sangat cepat atau ditambah dengan tekanan yang tinggi mampu membersihkan segala sesuatu. Contoh, untuk membersihkan spuyer karburator kendaraan dipakai udara bertekanan tinggi, prinsip kerja vacum cleaner menggunakan udara yang dialirkan terbalik (negatif) dengan kecepatan tinggi. Sedangkan udara dalam skala besar dapat kita saksikan ketika terjadi angin taufan, angin tsb dapat menyapu benda-benda berat dan berukuran besar seperti rumah dan mobil.

 

4. Sinar

Sinar? ya ... sinar memiliki energi yang mampu membersihkan. Menurut kbbi online, sinar adalah pancaran cahaya. Ada cahaya yang terlihat, ada pula yang tidak terlihat oleh mata manusia. Ada berbagai jenis sinar yang mempunyai daya membersihkan, misalnya yang dipakai dalam dunia kedokteran, Sinar X dengan dosis tertentu dapat membersihkan sel-sel kanker di tubuh manusia. Sinar gamma digunakan untuk mensterilkan makanan dan alat-alat kedokteran, juga bisa membersihkan sel-sel kanker. Sinar ultra violet dapat membunuh bakteri dan virus. Ada juga jenis sinar yang bermuatan listrik, yang disebut radiasi pengion, misalnya radiasi atom atau radiasi nuklir yang daya bersihnya" sudah dibuktikan dalam sejarah perang dunia kedua. Contoh sinar dalam skala besar adalah sinar matahari alias si bola api raksasa yang mampu membersihkan benda-benda melalui pancaran sinar panasnya, bumi menjadi bersih akibat adanya radiasi sinar matahari.

 

Demikianlah kedahsyatan 4 jenis 'bahan' pembersih yang ada di alam ini. Untuk apa ini dibahas? entah ... mungkin saja banyak orang yang sudah tahu tapi belum menyadarinya. Tuhan sudah menyediakan bahan pembersih di alam, tinggal manusia memanfaatkannya secara bijaksana.

 

Referensi

  1. http://kbbi.web.id/sinar, diakses 4 Agustus 2015
  2. http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-1.htm, diakses 4 Agustus 2015
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Inframerah, diakses 4 Agustus 2015

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Berawal dari Iklan di Media Massa

Masyarakat Indonesia sering dicekoki informasi iklan (promosi) satu jenis produk daur ulang (filter) air. Iklan yang dirilis oleh satu perusahaan besar tsb seolah-olah ingin membentuk opini publik bahwa air minum yang sehat adalah air yang bebas dari bakteri, virus dan mikroorganisme lain. Promosi gencar yang dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat tersebut sebenarnya sangat menyesatkan dan berbau pembohongan publik. Kenapa? karena air yang bebas kuman tidak otomatis air tersebut dapat dikatakan sehat dan sudah layak minum. Masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi oleh agar air dapat dikatakan layak minum, misalnya harus bebas dari bahan kimia dan zat-zat berbahaya. 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) sedang gencar-gencarnya dikampanyekan karena ternyata sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit menular seperti Diare, Tifoid, Kecacingan, Hepatitis A, Influenza, Flu burung, dan Flu Babi. Dengan melakukan CTPS maka insiden diare dapat diturunkan hingga 40%. Seperti kita ketahui, penyakit diare merupakan penyebab kematian utama (tersering) pada bayi dan balita.

 

5 pilar STBM

Kebiasaan cuci tangan pake sabun bila dilakukan dengan kebiasaan lain yang termasuk dalam 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) maka dapat mencegah diare sampai 80-90%. Kelima pilar STBM adalah: cuci tangan pakai sabun, tidak buang air sembarangan, buang sampah pada tempatnya, pengelolaan air minum yang benar di rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Cara CTPS yang benar
Cara CTPS yang benar, urutannya sebagai berikut:
1. Basahi tangan pakai air bersih
2. Telapak tangan diberi sabun
3. Gosok-gosokkan kedua telapak tangan dan punggung tangan serta sela-sela seluruh jari tangan
4. Bilas kedua tangan dengan air bersih (bila memakai air yang ditaruh di dalam baskom, jangan memakai air tersebut lebih dari 1 kali)
5. Keringkan kedua tangan dengan lap bersih.
6. Bila memakai air kran, tutup kran air dengan bantuan kain lap yang bersih.

Waktu CTPS yang ideal
Ada 6 waktu ideal (penting) melakukan cuci tangan pakai sabun, yaitu:
1. Sebelum makan
2. Setelah buang air besar
3. Sebelum memegang bayi atau memberi makan bayi
4. Setelah menyeboki anak atau setelah
5. Sebelum menyiapkan/menghidangkan makanan, dan
6. Setelah kontak dengan binatang.

Referensi
1. www.depkes.go.id, diakses 3 November 2011.