Program kesehatan

Informasi tentang program-program kesehatan (pilihan) di Indonesia

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

 

Bagan MTBS

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) sudah diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia sehingga sudah menjadi milik masyarakat. Banyaknya permintaan bagan MTBS oleh Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten perlu segera dipenuhi agar perkembangan penerapannya di lapangan tidak tersendat. Oleh karena itu masyarakat dan tenaga kesehatan yang memerlukan dapat memperbanyak bagan MTBS untuk meningkatkan kelancaran implementasi penerapannya di Puskesmas, Polindes, Poskesdes, Klinik swasta, Rumah Sakit, dll.

Berikut ini disajikan bagan-bagan MTBS terbaru agar dapat di-copy dengan mudah dan free tentunya. Anda tinggal mengopipaste ke program office word dengan hasil cukup lumayan untuk digunakan dalam penerapan MTBS di Puskesmas atau keperluan pelatihan.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Pemerintah Pusat telah membantu Puskesmas dan jaringannya serta Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) untuk meringankan kebutuhan biaya operasional/kegiatan melalui kucuran dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Realisasi BOK telah dimulai pada pertengahan tahun 2010 dan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini nyata dari komitmen dan realisasi bantuan pemerintah pusat kepada daerah yang terus meningkat. Pada tahun 2010 dana BOK yang dialokasikan sebesar Rp. 216 Miliar, tahun 2011 meningkat menjadi Rp. 932 Miliar, dan tahun 2012 naik menjadi Rp. 1,065 Triliun. Pemerintah Pusat tetap mengingatkan bahwa Bantuan Operasional Kesehatan ini bersifat suplemen dalam arti tidak dijadikan sumber pembiayaan utama bidang kesehatan di suatu wilayah, oleh karena itu komitmen dan tindakan nyata Pemerintah Daerah tetap diperlukan untuk mengalokasikan anggaran kesehatan yang memadai, terutama untuk upaya promotif dan preventif.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) sudah dikomputerkan (komputerisasi) yang dikenal sebagai IMCI Computerized Adaptation and Training Tool (ICATT). WHO telah memperkenalkan ICATT di Indonesia sejak 1 tahun yang lalu. ICATT merupakan suatu instrumen pembelajaran elektronik (E-learning) yang berfungsi ganda yaitu disamping sebagai alat adaptasi dan pengembangan MTBS juga berfungsi sebagai alat pembelajaran MTBS. Apa saja kelebihan ICATT dibandingkan MTBS konvensional?

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

1 bayi dari setiap 1.200 sampai 1.400 kelahiran hidup di beberapa negara Asia mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K.  Bayi baru lahir cenderung mengalami kekurangan vitamin K karena cadangan vitamin K dalam hati relatif masih rendah, sedikitnya transfer vitamin K malalui tali pusat, rendahnya kadar vitamin K pada Air Susu Ibu (ASI) dan sterilitas saluran pencernaan bayi baru lahir, sedangkan asupan vitamin K dari Air Susu Ibu belum mencukupi ketika bayi baru dilahirkan. Kekurangan vitamin K berisiko tinggi bagi bayi untuk mengalami perdarahan yang disebut juga 'Perdarahan Akibat Defisiensi Vitamin K' (PDVK).