Program kesehatan

Informasi tentang program-program kesehatan (pilihan) di Indonesia

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Sekolah merupakan suatu institusi yang berfungsi sebagai tempat belajar mengajar, di dalamnya terdapat sekumpulan orang dalam jumlah relatif besar yang membentuk suatu komunitas, dan antara anggota komunitas terdapat saling interaksi adekwat. Oleh karena itu terdapat pula kebutuhan-kebutuhan di dalamnya, antara lain kebutuhan akan pelayanan kesehatan. Masalah kesehatan yang dialami anak usia sekolah ternyata sangat kompleks dan bervariasi. Di dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) terdapat program dokter kecil (dokcil). Mencetak dokcil tentu tidak sembarang, memerlukan pelatihan yang disebut pelatihan dokcil. Inilah kurikulumnya.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Latar Belakang

Target/sasaran pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada kelompok/populasi umur tertentu sangat menentukan keberhasilan suatu program kesehatan. Oleh karena itu target pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi anak usia sekolah adalah suatu ide yang cemerlang. Mengapa demikian?

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive

Latar Belakang 
Setiap tahunnya terjadi 11 juta kematian balita di negara-negara wilayah Sub-sahara Afrika dan Asia Selatan (termasuk Indonesia) akibat penyakit diare, pneumonia, campak, kurang gizi dan masalah bayi baru lahir. Kematian ini terjadi secara rutin selama beberapa dekade terakhir, dan kasus-kasus kematian ini ada hubungannya (diperparah) dengan masih tingginya prevalensi penyakit malaria dan semakin meningkatnya penularan HIV/AIDS. Untuk mengatasi masalah ini maka sejak tahun 1990-an WHO telah merancang suatu strategi yang dinamakan Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) atau  Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). MTBS telah diadaptasi dan diterapkan di banyak negara, di Indonesia sendiri MTBS mulai diadaptasi pada tahun 1996. Namun setelah diterapkan selama hampir dua dekade, didapati dampak yang ditimbulkan di banyak negara (terutama Indonesia) tidak seperti yang diharapkan semula. Ternyata angka kematian bayi dan balita tidak banyak menurun secara signifikan bahkan cenderung stagnan. WHO nampaknya telah mengendus adanya ketimpangan dalam penerapan ketiga komponen MTBS selama lebih dari satu dekade terakhir. Rupanya ada satu komponen yang terlupakan selama ini yaitu komponen ketiga. Apa itu?

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Bagan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM)

Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) sudah terintegrasi di dalam pendekatan Manajemen terpadu Balita Sakit (MTBS), maka bagan MTBM menjadi bagian dari Bagan MTBS. MTBM dan MTBS sudah diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia sehingga sudah menjadi milik masyarakat. Banyaknya permintaan bagan MTBS (termasuk bagan MTBM) oleh Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten perlu dipenuhi sehingga perkembangan penerapannya di lapangan tidak tersendat. Oleh karena itu masyarakat dan tenaga kesehatan yang memerlukan dapat memperbanyak bagan ini untuk meningkatkan kelancaran implementasi penerapannya di Puskesmas, Polindes, Poskesdes, Klinik swasta, Rumah Sakit, dll.

Agar lebih mudah dipelajari, maka bagan MTBM ditampilkan terpisah dengan bagan MTBS. Berikut ini disajikan bagan-bagan MTBM agar dapat di-copy dengan mudah dan free tentunya. Mungkin ini bermanfaat untuk digunakan dalam penerapan MTBS / MTBM di Puskesmas atau untuk keperluan pelatihan.