Program kesehatan

Informasi tentang program-program kesehatan (pilihan) di Indonesia

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pelatihan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang konvensional secara prinsip dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: pelatihan yang ditujukan bagi Peserta yang akan menerapkan pendekatan MTBS di tingkat pelayanan kesehatan dasar atau disebut pelatihan standarisasi MTBS, dan pelatihan yang ditujukan bagi Fasilitator atau Instruktur Klinis MTBS. Sedangkan pelatihan jenis refreshing MTBS lebih bersifat untuk tujuan update ilmu misalnya 'Refreshing Fasilitator MTBS' yang ditujukan bagi Fasilitator MTBS (peserta yang pernah mendapat pelatihan Fasilitator/Lokakarya MTBS).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

 

Pendahuluan

Kekerasan Terhadap Anak (KTA) dan penelantaran anak yang ditemukan di pusat-pusat rujukan dan kepolisian merupakan fenomena gunung es, belum menggambarkan jumlah seluruh kasus yang ada di masyarakat karena tidak semua kasus yang terjadi dilaporkan. Menurut Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Biro Pusat Statistik, 2007, angka kejadian kekerasan terhadap anak (KTA) di Indonesia yang terlaporkan sebanyak 3,02% atau ada 302 kasus KTA pada setiap 10.000 anak. Para ahli mengatakan bahwa kasus KTA seperti fenomena gunung es dan KTA banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat dengan korban. Kita sebenarnya dapat memperkirakan jumlah kasus KTA berdasarkan kejadian yang ada di sekeliling kita.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pendahuluan

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia sebesar 32/1000 kelahiran hidup. Bila angka ini dikonversikan secara matematis, maka setidaknya terjadi 400 kematian bayi perhari atau 17 kematian bayi setiap 1 jam di seluruh Indonesia, sedangkan Angka Kematian Balita (AKBAL) sebesar 44/1000 kelahiran hidup yang berarti terjadi 529 kematian/hari atau 22 kematian balita setiap jamnya. Bila kita mencoba menghitung lebih jauh lagi, berarti terjadi lebih dari 15.000 kematian balita setiap bulannya, apakah jumlah ini tidak melebihi jumlah korban akibat bencana alam? Bila kejadian bencana alam selalu menghebohkan kita, mengapa kematian anak balita dan bayi seolah menjadi hal biasa?

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Pendahuluan

Anak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko untuk terkena berbagai macam gangguan kesehatan (kesakitan) dan kematian. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jam terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan RI telah meluncurkan berbagai program kesehatan untuk menanggulangi hal ini, antara lain: Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita. Mungkin masyarakat menganggap ini program yang 'biasa-biasa' saja, tetapi sesungguhnya Kelas Ibu Balita memiliki keistimewaan tersendiri. Mari kita simak penjelasnnya berikut ini.