User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Penyakit malaria termasuk salah satu jenis penyakit yang sukar dikendalikan, apalagi dibasmi. Penyakit ini sudah ada sejak zaman dahulu hingga detik ini di wilayah-wilayah endemis. Cara terbaik untuk menekan penularan malaria di suatu wilayah endemis malaria adalah dengan cara memutus mata rantai penularan malaria. Memutus mata rantai penularan malaria berarti tidak memberi kesempatan kepada nyamuk malaria untuk berkembang biak dan menularkan parasit malaria dari satu orang kepada orang (sekelompok orang) lain. Untuk memperoleh hasil maksimal, maka sebaiknya semua cara diterapkan berbarengan. Simak caranya.


Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai penularan malaria. Sebelum memutus mata rantai penularannya, kita perlu memahami cara penularan malaria sehingga kerja kita lebih terarah. 
 

Cara penularan Malaria

  • Nyamuk Anopheles (nyamuk malaria) menggigit penderita malaria dan menghisap darah penderita yang mengandung parasit sehingga parasit malaria masuk ketubuh nyamuk Anopheles.
  • Parasit malaria berkembang biak (bereproduksi) di dalam tubuh nyamuk Anopheles sehingga menjadi nyamuk yang infektif (dapat menularkan malaria).
  • Bila nyamuk Anopheles yang infektif menggigit orang sehat, maka parasit malaria masuk ketubuh korban bersamaan dengan air liur nyamuk tersebut.
  • Sesudah +12-30 hari (bervariasi tergantung spesies parasit) kemudian, bila daya tahan tubuhnya tidak mampu meredam penyakit ini maka orang sehat itu menjadi sakit malaria dan mulai timbul gejala-gejala malaria.

 

Prinsip memutus mata rantai penularan malaria
Secara garis besar, ada 3 upaya besar dalam memutus mata rantai penularan malaria. Masing-masing item tersebut dibagi lagi menurut aktifitasnya. Prinsip memutus mata rantai penularan malaria sebagai berikut:


1. Mencegah dan menghentikan perkembangbiakan vektor malaria, dengan cara: membunuh (memberantas) nyamuk Anopheles dewasa, memberantas jentik (larva) Anopheles, dan menghilangkan/membersihkan tempat-tempat perkembangbiakan (perindukan) nyamuk Anopheles. Caranya antara lain: membersihkan lingkungan (misal: membakar semak belukar yang menjadi sarang nyamuk, menguruk tempat tempat tergenang air yang berpotensi menjadi tempat-tempat perindukan nyamuk malaria atau mengalirkan air yang tergenang yang berpotensi menjadi tempat-tempat perindukan nyamuk malaria, memperbaiki pencahayaan di dalam rumah (jangan ada tempat-tempat yang gelap), memperbaiki ventilasi di dalam rumah, melipat baju-baju yang bergelantungan, menutup jendela-jendela dan pintu rumah pada malam hari, memakai kasa nyamuk pada lubang-lubang ventilasi di rumah, dan dan lain-lain (masih banyak lagi....).


2. Mencegah gigitan nyamuk malaria pada manusia, dengan cara: menghindari gigitan nyamuk pada malam hari sampai pagi hari (pukul 5 sore sampai kira-kira pukul 5 pagi), caranya: tidur memakai kelambu, memakai obat pengusir nyamuk model oles (repellent), memakai anti nyamuk spray, memakai sarung atau pakaian yang menutupi seluruh tangan dan kaki bila keluar rumah pada malam hari, dan lain-lain (masih banyak lagi....) 


3. Memutus siklus hidup parasit malaria di dalam darah manusia yang terinfeksi malaria (di dalam darah mengandung parasit malaria), caranya: mencari penderita malaria kemudian mengobati orang yang terkena malaria itu. Mencari penderita malaria bisa aktif (dengan cara mendatangi/mencari penderita) dan pasif (menunggu penderita datang ke fasilitas pelayanan kesehatan).

 

Mencegah Tertular Malaria

Bila kita akan menginap di daerah endemis malaria, maka kita perlu mencegah agar tidak sampai ketularan penyakit tersebut. Ada beberapa cara untuk mencegah agar tidak ketularan malaria, yaitu:

  1. Pencegahan dengan non obat anti malaria, yaitu: mencegah agar kita tidak sampai digigit nyamuk malaria pada malam hari. Caranya antara lain: memakai pakaian yang menutupi hampir seluruh bagian tubuh, memakai repellent, racun serangga pengusir nyamuk, tidur memakai kelambu, memakai kawat nyamuk di lubang-lubang ventilasi rumah, dan tidak keluar rumah pada malam hari.
  2. Pencegahan dengan obat anti malaria, yaitu melalui penggunaan obat anti malaria. Obat anti malaria yang dapat dipakai untuk pencegahan malaria adalah: Kloroquin dosis 2 tablet/minggu yang diminum 2 minggu menjelang ke berangkatan, selama di daerah endemis, sampai 2 minggu setelah meninggalkan daerah endemis malaria.


Referensi
1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1999). Modul Epidemiologi Malaria I. Direktorat Jenderal PPM-PL, Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Jakarta.