Info Kristiani sebelumnya

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active


Banyak orang yang punya masa lalu kelam, setelah didoakan oleh (katakanlah) Pendeta beken dalam suatu Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) hingga dia bermanifestasi sampai jatuh/roboh, atau muntah-muntah, akan tetapi setelah itu, dalam hidup kesehariannya tidak ada terlihat perubahan dalam kehidupannya, dalam artian, hidupnya tetap diisi sikap dan perilaku lama alias belum bertobat.  Mengapa kehidupan banyak orang 'tidak berubah' walaupun sudah didoakan?

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Akhir-akhir ini sering terjadi perdebatan online antara umat Kristiani dengan umat beragama lain yang bahkan cenderung kearah saling mendiskreditkan keberadaan umat lain. Hal ini biasanya dipicu oleh munculnya beberapa artikel tentang Yesus atau berita-berita yang berkaitan dengan agama di suatu situs penyedia layanan Email terbesar di jagad khususnya cabang Indonesia. Artikel-artikel sejenis biasanya mengundang sejumlah komentar yang menjurus kearah perdebatan online antar umat beragama.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive


Sejak awal diciptakan, manusia dirancang untuk hidup bersosialisasi, entah itu hidup bersama suami/istri, anak-anak, saudara dan masyarakat. Menurut kodratnya, manusia seharusnya hidup saling tolong-menolong. Ada 3 jenis respon manusia terhadap situasi yang memerlukan pertolongan, entah itu di dalam satu keluarga (yang merupakan contoh unit organisasi terkecil), gereja, organisasi swasta atau negeri hingga tingkat negara. Ketiga jenis respon yang dimaksud yaitu: casual companion (tidak peduli), commitment (bersimpati dan berkomitmen) dan compassion (berbelas kasihan sehingga mau terlibat / involve). Mari kita ulas ketiga jenis respon tersebut (disingkat 3C) melalui contoh.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

(Tulisan ini ditujukan bagi Umat Kristiani)


Tuhan berfirman melalui Injil Yohanes 4 ayat 23 - 24: (23) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (24) Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. 

 

Beberapa puluh tahun yang lalu, kegiatan mengumandangkan lagu-lagu pujian di banyak gereja hanya merupakan kegiatan rutinitas atau sekedar untuk memuji Tuhan dalam suatu kebaktian (ibadah), tetapi dimasa kini, lagu-lagu pujian yang dipanjatkan kepada Allah bukan sekedar untuk memuji Allah tetapi lebih dari itu untuk menyembahNya dalam roh dan kebenaran. Allah hadir dan bertahta di atas pujian umatNya. Sudah banyak terbukti bahwa mujizat Allah sering terjadi ketika pujian dan penyembahan dipanjatkan kepadaNya. Pada saat Allah hadir dan disukakan (senang), maka mujizat pasti terjadi!