Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Akhir-akhir ini sering terjadi perdebatan online antara umat Kristiani dengan umat beragama lain yang bahkan cenderung kearah saling mendiskreditkan keberadaan umat lain. Hal ini biasanya dipicu oleh munculnya beberapa artikel tentang Yesus atau berita-berita yang berkaitan dengan agama di suatu situs penyedia layanan Email terbesar di jagad khususnya cabang Indonesia. Artikel-artikel sejenis biasanya mengundang sejumlah komentar yang menjurus kearah perdebatan online antar umat beragama.


Dunia sedang berusaha memutarbalikkan fakta bagaikan hujan, banjir dan angin yang menerjang sehingga rumah orang bodoh yang dibangun di atas pasir akan rubuh tetapi rumah orang bijak tidak rubuh karena ia dibangun di atas batu karang yang teguh. Tetapi Umat Kristiani yang sudah 'dewasa' pasti mengerti bahwa Firman Tuhan mengajarkan untuk tidak melakukan 'perdebatan yang tidak perlu' seperti ada tertulis antara lain dalam Mazmur 1 : 1, Amsal 9 : 8, Amsal 17 : 14, 27, Amsal 18 : 2, 6, Amsal 19 : 28, Amsal 29 : 8.

Umat Kristen perlu menyadari bahwa Alkitab sudah final, bahwa sumber dan fakta sejarah satu-satunya yang patut dipercaya adalah Alkitab sehingga tidak perlu mempercayai sumber lain di luar Alkitab yang mencoba mengaburkan sumber utama tersebut. Oleh karena itu umat Kristen sebaiknya tidak terpancing menuliskan komentar, menahan diri untuk berkomentar, melakukan debat kusir, dan terprovokasi berkomentar pada artikel-artikel jenis ini yang akan semakin banyak bermunculan di situs-situs beken dimasa mendatang, mengingat artikel jenis ini paling banyak mengundang komentar dan perdebatan pengunjung situs sehingga rating situs tersebut akan meningkat. Bila hal ini berlarut-larut, dikhawatirkan akan menjurus kepada perpecahan antar umat beragama di Indonesia yang pada akhirnya akan merugikan Wawasan Nusantara. Ingat, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah FINAL, jangan sampai terganggu oleh artikel picisan yang berbau sensasi dan yang menyingggung masalah Suku, Agama, Ras dan Antaragolongan (SARA.)