User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Tuhan akan memberikan yang baru (fresh), apa yang tidak pernah dilihat mata dan belum pernah didengar telinga, seperti tertulis dalam Kitab Injil di Yesaya 43: 18-19 sebagai berikut:

(18) firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! (19) Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

 

Firman Tuhan dalam Yesaya 43: 18-19 memerintahkan agar kita:

- Melupakan hal-hal yang lalu!

- Allah hendak membuat sesuatu yang baru.

 

Sesuai Firman Tuhan, maka kita harus melupakan hal-hal yang lalu. Bukan berarti kita tidak boleh belajar dari kegagalan, tetapi janganlah mengingat-ngingat (berfokus pada) kegagalan dan kekalahan masa lalu karena Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang baru bagi kita yang akan memperbaharui hidup kita. Akan tetapi ada satu oknum (yaitu iblis) yang senantiasa berupaya agar kita melupakan Firman Tuhan, dia selalu mengintai dan mendakwa kita bahwa kita masih seperti yang dulu. Seperti tertulis dalam Injil Yohanes 10:10: "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

 

5 langkah untuk kita memulai hidup baru

Hampir semua manusia (dewasa) pernah mengalami kegagalan, kekecewaan, kekalahan dan kepahitan hidup. Tetapi Firman Tuhan berkata, lupakanlah masa lalu itu, jangan larut pada masa lalu, tetapi segeralah melangkah untuk memulai hidup baru karena Allah hendak membuat hal-hal yang baru di dalam kehidupan kita. Bagaimana caranya? Ada 5 langkah bagi kita untuk memulai hidup baru yang disingkat 'START,' yaitu:

 

I. Stop. (You have to stop making excuses). Berhentilah mencari alasan penyebab kita jatuh dan gagal pada masa lalu. Kita tidak dapat memilih masalah yang akan menimpa diri kita karena setiap masalah yang terjadi pasti dengan seizin Tuhan. Seharusnya kita mau mengakui bahwa adanya masalah karena aku yang salah. Akui, tinggalkan, ambil pelajaran dari kegagalan dan jangan mengulangi lagi kesalahan yang sama.

 

Ada 3 alasan mengapa seseorang jatuh/gagal:

a. Mereka gagal membuat perencanaan yang baik (they fail to plan)

 

b. Mereka tidak mendengarkan nasihat orang lain (they fail to listen other people). Banyak suami-suami yang gagal/kecewa dalam suatu bisnis disebabkan dia tidak meminta pendapat istri sebelum melangkah/membuat keputusan karena dia menganggap dirinya lebih pintar dan benar dan keputusannya pasti benar.

 

c. Mudah menyerah.

Amsal 24:10 mengatakan: "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."

Kalau kita menyerah pada masalah maka kecillah kekuatan kita atau sebenarnya kita orang yang lemah.

 

II. Take an Evaluation of our life.

Evaluasilah kehidupan kita, setiap kegagalan bukan untuk disesali tetapi untuk menjadi bahan pelajaran/evaluasi bagi kita agar kita tidak melakukan hal yang sama/mirip di kemudian hari. Ketika kita mengalami kegagalan/jatuh, maka pertanyaan evaluasi kita antara lain:

- Pengalaman apa yang kita dapat?

- Apa yang masih kita miliki?

- Siapa yang dapat menolong kita atau yang mengerti kita?

 

III. Act in faith.

Ambil langkah iman. Dibutuhkan iman untuk mengubah. Jangan pernah kendor maka failure menjadi faith. Ketika kita berfokus pada kegagalan maka kita bisa kalah, akan tetapi bila kita berfokus pada masa depan atau hal-hal yang ingin kita kerjakan dan kita harapkan terjadi pada hidup kita maka kita akan berhasil.

 

IV. Refocus.

Berfokus kembali. Ubah cara berpikir kita. Fokuskan diri kita pada Firman Tuhan, renungkanlah Firman Tuhan siang dan malam, seperti tertulis dalam Kitab Injil di Mazmur 1: 1-3.

(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, (2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

 

Meenungkan Firman berarti mengulang-ulang terus sehingga Firman Tuhan menjadi rhema dalam kehidupan kita. Bila seseorang berfokus pada Firman maka Firman Tuhan peristiwa yang terjadi pada ribuan tahun yang lalu akan terjadi dalam kehidupannya, apa saja yang dilakukannya berhasil (Mazmur 1:3). Jangan berfokus pada yang lain, fokuskan diri kita pada Firman Tuhan siang dan malam maka kita pasti menang dan berhasil.

 

V. Trust.

Percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Percaya, tetapi lebih dari itu kita menyerahkan sepenuhnya kehidupan kita kepada Tuhan.  Mengapa kita gagal, jatuh, dst? karena kita memakai cara kita sendiri, tidak mempercayakan dan menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.

 

Sumber

1. Tulisan ini merupakan ringkasan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Charles Nehemia pada kebaktian kedua di GBI  Bukit Zaitun (Mount Olive Family) pada tanggal 26 Februari 2012.