User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Salah satu manifestasi tidak bersyukur yang dilakukan manusia adalah mengeluh.  Mengeluh memang terasa dapat melegakan hati bagi yang melakukannya. Tapi tahukah Saudara bahwa rasa melegakan tersebut sebenarnya semu dan palsu? Mengapa? karena mengeluh dapat menimbulkan pengaruh energi negatif yang bersifat destruktif bagi diri sendiri (orang yang mengeluh) maupun bagi orang-orang terdekat (keluarga, teman-teman). Contohnya, apabila Anda seorang istri yang sedang mengeluh tentang capeknya bekerja di rumah, kondisi keuangan, kenakalan anak-anak atau apapun, maka keluhan tersebut akan menyebabkan timbulnya efek negatif pada aura Anda dan mempengaruhi "partikel-partikel yang ada di udara" serta menimbulkan semacam gelombang radio yang mempengaruhi orang-orang terdekat di sekitar Anda, misalnya suami, anak-anak. Saat suami mendengar keluhan Anda, maka efek negatif tersebut segera akan mempengaruhi tubuh, jiwa, dan roh suami Anda. Pengaruh tsb berupa kehilangan sebagian dari power, nalar, potensi, greget, dan produktivitas yang seharusnya utuh dimiliki oleh suami Anda.

 

Tahukah Anda bahwa mengeluh adalah juga suatu perbuatan dosa di mata Tuhan? Bagi Tuhan, orang yang mengeluh diartikan oleh Tuhan sebagai manusia yang tidak menerima apa-apa yang sudah digariskan atau diizinkan Tuhan terjadi pada dirinya dan keluarganya. Orang yang tidak menerima apa yang sudah digariskan Tuhan diartikan oleh Tuhan sebagai memberontak dan melawan Tuhan. Memberontak dan melawan Tuhan adalah perbuatan yang sangat dibenci dan tidak dibenarkan Tuhan. Oleh karena itu mengeluh adalah dosa di mata Tuhan.

 

Ingat peristiwa Adam dan Hawa (Baca Kitab Kejadian dalam Alkitab)? pada saat mereka tidak menurut perintah Tuhan yaitu memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, maka Tuhan menganggap itu sebagai pemberontakan, dan pemberontakan kepada Tuhan adalah melawan Tuhan yang berarti melakukan dosa. Jadi masalahnya bukan soal memakan buah tsb karena buah tersebut sangat berharga sehingga dilarang untuk dimakan. Buah pengetahuan baik dan jahat hanyalah alat yang digunakan Tuhan sebagai indikator (alat untuk menguji) ketaatan manusia. Dan boleh dikata buah tersebut tidak ada harganya sebab penciptaan buah-buahan dan pohon oleh Tuhan cukup melalui FirmanNya saja. Yang dilihat dan dinilai Tuhan adalah ketaatan manusia. Ketika manusia tidak taat, maka di mata Tuhan, manusia sedang memberontak dan melawan Tuhan.

 

Nah kembali kepada perbuatan 'mengeluh' tadi, orang yang mengeluh adalah orang yang memberontak kepada Tuhan. Tuhan tidak suka kepada orang yang mengeluh, apalagi suka/sering mengeluh. Bagi Tuhan, mengeluh dianggap sebagai manifestasi pemberontakan, melawan Tuhan dan ketidaktaatan yang sama dengan dosa. Lawan dari mengeluh adalah bersyukur. Orang yang selalu bersyukur adalah orang-orang yang menerima kehendak Tuhan, hal ini baik di mata Tuhan. Maka, selalu bersyukurlah kepada Tuhan.  Amen

Add comment


Security code
Refresh