Yang perlu anda ketahui

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

        
                                                                                    “Hati-hati Jajan Makanan di Pinggir Jalan Depan Sekolah!”

 

Peringatan seperti di atas mungkin sudah sering kita lihat dan dengar. Kalau sudah timbul masalah (kasus-kasus) keracunan makanan akibat jajan makanan di pinggir jalan depan sekolah yang mengandung formalin, boraks, pewarna makanan, pemakaian minyak goreng yang berulangkali (lebih dari 5 kali), makanan kadaluarsa yang diolah kembali, air minum yang tidak dimasak dengan benar, air minum kemasan palsu, makanan/minuman tercemar logam berat (misal timbal/Pb) hingga makanan yang tercemar bakteri E.coli .... barulah kita tersadar lagi ... begitulah kodratnya manusia .....ingat ingat lupa (seperti judul lagu yang dinyanyikan grup musik ‘Kuburan.’)

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Bila kita sedang naik pesawat udara di atas Jakarta dan akan mendarat (landing), maka bila kita perhatikan secara seksama pada sore hari ketika tidak terjadi hujan, seringkali terlihat adanya perbedaan udara Jakarta dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Udara Jakarta secara kasat mata nampak lebih kelabu kecoklat-coklatan karena dipadati partikulat-partikulat (polutan) dengan kepadatan yang tinggi akibat pencemaran udara.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Banyak orang akan setuju bila dikatakan bahwa saat ini Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling sering terkena bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, gunung meletus, angin puyuh, wabah penyakit, kurang gizi, bom yang ada di dapur-dapur rumah tangga, konflik antar kelompok masyarakat, teror dan kerusuhan. Salah satu sikap masyarakat Indonesia yang sangat terpuji adalah berjiwa gotong-royong dan saling tolong-menolong. Segera setelah bencana terjadi, masyarakat akan berupaya menolong sesama yang terkena dampak bencana, dan apabila bencana tergolong berskala besar maka negara senantiasa bertanggung jawab dan ikut menanggulangi. Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, semua pihak yang membantu (berpartisipasi) perlu mengetahui adanya aturan main yang disebut 'Tanggap Darurat Bencana.' Untuk itu mari kita sedikit mengupas tentang hal ini.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Bila di suatu wilayah (Ibukota Provinsi, Kabupaten atau Kota) terkena banjir, maka orang/pejabat yang paling bertanggungjawab adalah pemimpin (Gubernur atau walikota) di wilayah tersebut. Sudah bukan rahasia lagi seluruh penduduk Jakarta tidak menyukai banjir kecuali anak-anak usia <10 tahun yang dapat menikmati datangnya banjir di wilayahnya. Tapi tentunya bukan karena alasan untuk membela kepentingan anak-anak maka banjir di Jakarta kita pelihara kesinambungannya. Penulis ingin berbagi sedikit pemikiran bagaimana mengatasi banjir di Jakarta yang sangat sulit diatasi warga Jakarta termasuk Pengelola kota Jakarta sejak puluhan tahun yang lalu.