User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Kopi instan memang top, kini banyak masyarakat yang mulai jadi pecandu kopi instan. Yang penulis maksud dengan kopi instan adalah kopi sachet/saset. Pecandu kopi punya moto "Tiada Hari Tanpa Kopi Instan." Penulis akan membagikan pengalaman singkat efek merugikan minum kopi terhadap tubuh, juga disertai penjelasan singkat mengapa efek tsb bisa timbul. Mengapa pengalaman ini harus dibagikan? tentunya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat yang mengalami dampak buruk minum kopi instan secara rutin.

 

Kopi sudah jadi trending drinks

Sejak semakin populernya kopi instan, apalagi dengan semakin gencarnya promosi melalui media massa, jumlah peminum kopi instan tiba-tiba membooming. Saat ini (2015) penulis memperkirakan jumlah penikmat kopi telah melesat beribu-ribu kali lipat dibandingkan dengan sebelum adanya kopi instan. Pada “jaman dulu”  orang harus sedikit repot bila mau menikmati kopi. Pertama harus menyiapkan air mendidih, juga harus ada kopi dan serta gulanya. Sekarang semua lebih mudah, didukung dengan tersedianya air panas setiap saat (bila ada mesin “dispenser” air) dan harga kopi instan yang relatif murah, hanya dengan uang seribu rupiah, kita sudah dapat menikmati secangkir kopi dengan rasa sekelas hotel berbintang.

 

Untung Rugi (plus minus) Minum Kopi (Instan)

Manfaat maupun efek buruk kopi sudah banyak dibahas di berbagai situs (lihat daftar referensi). Minum kopi pasti ada manfaatnya, namun yang juga harus dipikirkan yaitu efek merugikan yang akan diterima peminumnya. Selain itu kita dapat memperkirakan efek merugikan kopi bagi pemerintah, yaitu kalau banyak orang sakit pasti pemerintah dirugikan karena harus menanggung beban biaya melalui BPJS.

 

Terkait efek merugikan kopi, yang baru-baru ini heboh adalah temuan Profesor Ahmad Subagio, seorang pakar pertanian dan peneliti dari Universitas Jember, Jawa Timur. Beliau mengatakan bahwa kopi instan (termasuk kopi putih dan kopi yang mengandung krimer) dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan hipertensi, penyumbatan pembuluh darah, dan kanker. Menariknya, belum dijelaskan lebih jauh bagaimana proses terjadinya (patofisiologi) sampai bisa terjadi hipertensi, penyumbatan pembuluh darah dan kanker melalui minum 'kopi instan.' Oleh karena itu terbuka peluang bagi siapapun untuk menjelaskan patofsiologi efek buruk kopi instan.

 

Efek merugikan kopi instan bagi tubuh manusia (berdasarkan pengalaman sendiri)

Kali ini penulis ingin membagikan (share) tentang hasil penelitian efek kopi negatif instan bagi tubuh manusia. Temuan ini saya tulis berdasarkan hasil penelitian, namun tepatnya boleh disebut sebagai hasil pengamatan. Karena obyek yang diteliti (diamati) adalah diri sendiri, maka penulis dapat mengatakan hasil penelitian ini sebagai hasil pengamatan.

 

Pengamatan ini diuraikan berdasarkan pengalaman sendiri. Dimulai pada awal 2015 yang lalu, melalui coba-coba meminum kopi instan 2-3 kali perminggu. Tapi lama-kelamaan koq sepertinya perasaan ingin minum kopi selalu nagih, kalau tidak minum rasanya tidak sreg. Bagi saya oke-oke saja minum kopi instan setiap hari sebab selain sensasinya yang "'wah" juga didukung harganya yang murah, satu sachet hanya seribu rupiah, tidak membuat kantong jebol. Kadang teman-teman dengan murah hati membagi 1 sachet kopi instan bila saya kehabisan kopi. Dengan tersedianya mesin dispenser air di kantor, maka minum kopi instan semakin dipermudah lagi karena akses terhadap air panas tidak jadi permasalahan.

 

Menurut pengamatan saya, kopi instan yang tersedia di pasaran punya rasa yang sangat oke sehingga dapat membuat kita ketagihan. Bagi pecandu kopi, seolah tiada hari tanpa minum kopi instan. Bila terasa ngantuk, maka obat yang paling mujarab adalah menyobek 1 sachet kopi instan, menuang ke dalam cangkir kemudian menyeduhnya. Lebih enak lagi bila minum kopi instan ditemani cemilan. Aromanya yang khas kopi sangat menggoda. Sering teman-teman jadi tergiur dan ikut pula menyeduh kopi instan manakala mencium aromanya yang berterbangan di ruangan tatkala kopi ini diseduh dengan air panas. Walau sudah jadi kebiasaan, saya tetap membatasi dengan hanya menyeduh 1 sachet setiap hari. Bukan karena ingin hemat tetapi saya masih tetap waspada terhadap efek merugikan yang mungkin ditimbulkannya.

 

Benar saja, saya mulai merasakan adanya kelainan-kelainan "kecil" yang mungkin tidak dirasakan teman-teman yang juga menikmati kopi instan setiap hari. Berdasarkan pengalaman saya, stamina saya cepat menurun dalam beberapa bulan terakhir sejak saya menkonsumsi kopi instan setiap hari. Dulu, ketika belum rutin minum kopi instan (yah dulu minum kopi instan paling-paling sebulan sekali) stamina saya cukup baik, sanggup lari memutari kolam air mancur di Monas Bagian Barat sebanyak 20 kali. Namun sejak menjadi "pecandu" kopi instan, terasa stamina anjlok. Hanya sanggup lari memutari kolam air mancur di Taman Monas Bagian Barat sebanyak 5 kali, itupun sudah ngos-ngosan. Nafas terasa lebih pendek (ngap) dibandingkan dahulu sebelum jadi pecandu kopi instan. Pernah pula saya merasa gelap (buka gelap lampu lho) sampai terjatuh.

 

Merasa curiga terhadap hubungan kopi instan dengan gejala-gejala yang saya alami, maka saya lantas memutuskan tidak akan mengkonsumsi kopi instan lagi. Keputusan yang tiba-tiba ini menyebabkan saya memiliki stock kopi instan di laci kerja. Satu hari sebelum keputusan ini, saya baru saja membeli satu pak kopi instan. Maka kopi instan tsb tetap saya setok, tidak dibuang untuk jaga-jaga manatahu ada teman-teman yang membutuhkannya. Saya tidak mempengaruhi teman-teman agar tidak mengkonsumsi kopi instan karena saya ingin mengamati dulu apakah efek buruk yang saya alami tersebut akan berkurang atau hilang bila saya tidak mengkonsumsi kopi instan?

 

Benar saja, dua minggu sejak saya tidak minum kopi instan, stamina saya berangsur-angsur meningkat kembali, sekarang saya kuat berlari sebanyak 20 keliling memutari kolam air mancur di Taman Monas Barat. Berangsur-angsur keluhan nafas ngap berkurang, sekarang terasa plong dan badan terasa lebih 'ringan.' Saya makin yakin dengan keputusan saya untuk tidak lagi mengkonsumsi kopi instan, apalagi setelah adanya berita (temuan) dari Jawa Timur tentang efek buruk kopi instan.

 

Penjelasan Efek Kopi Instan Terhadap Tubuh

Untuk meyakinkan diri terhadap efek kopi terhadap tubuh manusia, saya menanyakan pada seorang teman yang dapat dikatakan sebagai 'ahlinya kopi.' Menurutnya, minum kopi menyebabkan darah kita mengental.

 

Oo pantas saja ... sejak saya meminumnya setiap hari, saya punya pengalaman buruk yaitu pernah merasa  "gelap" dan terjatuh, nampaknya disebabkan aliran/sirkulasi darah melambat akibat mengentalnya darah. Akibat mengentalnya darah maka aliran darah melambat dan tekanan darah turun sehingga sulit mencapai ketinggian tertentu. Akibat lebih lanjut, suplai oksigen ke otak berkurang dengan manifestasi terjadinya perasaan gelap dan kita bisa terjatuh karenanya. Pengentalan darah juga menyebabkan jantung perlu kerja lebih keras agar dapat memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berdebar dan perasaan 'ngap' (nafas terasa pendek).

 

Demikian penjelasan singkat tentang efek buruk minum kopi instan (kopi sachet) secara rutin. Tulisan (analisis) ini baru permulaan. Saya masih terus melakukan pengamatan (pada diri sendiri dan orang-orang terdekat) terhadap efek minum kopi instan. Semoga tulisan ini berguna bagi masyarakat.

 

Daftar Referensi

  1. http://www.aura-ilmu.com/2013/01/Manfaat-Positif-dan-Efek-Negatif-dari-Minum-kopi.html, diakses 28 April 2015
  2. http://www.wedaran.com/14990/efek-samping-minum-kopi-bagi-kesehatan-tubuh/, diakses 28 April 2015
  3. http://sinarharapan.co/sehat/read/150121072/ada-efek-buruk-dari-konsumsi-kopi-instan, diakses 28 April 2015
  4. http://www.merdeka.com/sehat/ketahui-7-efek-samping-minum-kopi-untuk-pria.html, diakses 28 April 2015
  5. http://www.vemale.com/kesehatan/47125-efek-samping-negatif-terlalu-banyak-minum-kopi-bagi-wanita.htm, diakses 28 April 2015
  6. http://www.youtube.com, Cara Membuat Minuman Panas Toping Es Krim - Warung Es Krim H2O, diakses 29 April 2015