User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kota Bangkok memiliki beberapa moda transportasi umum yang saling mendukung antara lain kereta layang BTS (biasa disebut sky trains), MRT (kereta bawah tanah, sub way), Bus Kota, Tuk-Tuk, angkutan kota (angkot, beroperasi di pinggiran kota), ojek motor, dan perahu bermotor (boat). Bila kita ingin meng-eksplor kota Bangkok, mau tidak mau kita harus mencoba naik bus kota karena tidak semua wilayah terjangkau oleh BTS dan MRT. Naik Bus kota di Bangkok cukup menyenangkan asalkan kita tahu trik-trik cara menggunakannya yang merupakan seni tersendiri.

 

Alasan kita menggunakan bus kota di Bangkok antara lain:

  1. Lokasi awal atau tempat tujuan kita belum dilalui rute BTS dan MRT.
  2. Lebih hemat ongkos dibandingkan dengan BTS dan MRT.
  3. Ingin tahu dan mencoba bagaimana rasanya naik bus kota di Bangkok.

 

Kendala bagi orang asing dalam menggunakan bus kota antara lain, rute/jalur bus kota di Bangkok sangat banyak (ada lebih dari 200 rute bus kota yang sebagian besar saling bersinggungan), sulit menentukan nama stasiun/halte di tempat kita berdiri, dan juga kendala bahasa. Rute Bus kota di Bangkok tidak ditulis lengkap di badan bus dan biasanya tertulis dalam Bahasa Thai. Untuk bertanya pada penduduk lokal sering terkendala dengan bahasa (kalau mau pakai bahasa lokal, kita tidak bisa, dan kalau mau berbahasa Inggris, masih banyak orang Thailand yang kurang fasih berbahasa Inggris atau mungkin bisa jadi kita sendiri yang kurang fasih berbahasa Inggris, hahaha ... kalau ini masalah pribadi ya).

 

Beberapa fakta tentang Bus kota di Bangkok (updated per Januari 2018), sbb:

  1. Bus kota di Bangkok terdiri dari 2 jenis yaitu Bus AC dan Non-AC

  2. Bus AC memiliki tanda-tanda: semua jendela tertutup, ukuran bus rata-rata lebih besar daripada bus non-AC, badan bus biasanya berwarna kuning atau oranye, dan tentu saja menggunakan AC.

  3. Bus NON-AC punya tanda-tanda: jendela terbuka, biasanya badan bus berwarna merah/pink/biru, body luar bus pada umumnya sudah nampak tua, di bagian dalam menggunakan kipas angin atau non kipas angin.

  4. Rute/jalur bus: pada umumnya setiap rute bus memiliki jarak yang sangat jauh, sering melebihi rute BTS atau MRT. Ini yang menjadi nilai plus. Sayangnya rute bus tidak tertulis jelas di badan bus, kalaupun tertulis, umumnya menggunakan huruf Thai.

  5. Bus-bus di Bangkok sangat terawat, walaupun sudah tua tapi ruang penumpang nampak bersih. Bus non-AC lantainya masih banyak yang menggunakan lantai kayu dengan tempat berdiri yang cukup luas, 2 kursi di deret sebelah kiri dan 1 kursi di sebelah kanan. Dan yang juga penting, tidak ada orang merokok di dalam bus kota, walaupun bus kota tsb Non AC.

  6. Pintu bus hanya dibuka-tutup di halte/stasiun bus yang sudah ditentukan. Kita tidak bisa naik dan turun dari Bus di sembarang tempat. Buka dan tutup pintu bus dikendalikan oleh supir. Walaupun bus sudah tua, tapi fungsi buka-tutup pintu masih berjalan normal.

  7. Pada umumnya supir bus di Bangkok membawa bus dengan sabar, tidak saling mendahului dan tidak kebut-kebutan kecuali pada malam hari setelah lalulintas lengang atau setelah pukul 8 malam mereka akan membawa kendaraan lebih cepat dari biasanya.

  8. Umumnya bus di Bangkok tidak ngetem berlama-lama di suatu halte/stasiun kecuali di beberapa stasiun dan terminal awal/akhir.

  9. Kenek (kondektur) bus berpakaian seragam putih yang rapih, memakai sepatu, membawa tempat uang dan karcis yang berbentuk silinder (bulat panjang). Kebanyakan kondekturnya seorang perempuan.

  10. Tarif tiket/karcis bus di Bangkok dapat dikatakan sangat murah, sangat bersahabat bagi kantong Backpackers, sangat terasa hematnya terutama bila kita bepergian jarak jauh. Harga tiket Bus Non-AC jauh-dekat sama saja, ada yang 6,5 Baht dan ada yang 9 Baht per sekali jalan. Harga tiket Bus AC bervariasi tergantung jarak, tapi tidak melebihi harga tiket BTS atau MRT. Pada saat menagih, kenek bus akan menanyakan mau turun dimana dan menentukan harga tiket. Kalau kita tidak tahu harga tiket, berikan saja uang besar dan tanpa ditunda-tunda saat itu juga mereka langsung memberikan kembaliannya. Untuk harga tiket sesuai tujuan, biasanya mereka jujur, tidak me-mark up harga karcis.

  11. Kalau kita memberitahu kondektur bahwa kita mau turun di stasiun atau daerah anu, seringkali kenek mengingatkan bila tempat yang kita tuju sudah dekat.

  12. Pada saat naik bus bersama-sama dengan banyak penumpang lain, terkadang kita harus “berebut” kursi (tentunya secara sopan) dengan penumpang lain.

  13. Bel tersedia di atas pintu keluar untuk penanda bila ingin turun di stasiun bus yang kita tuju. Bila sudah dekat, tekan bel yang berada di atas pintu keluar agar supir menghentikan bus dan membuka pintunya.

 

Bus Non-AC warna pink di putaran Victory Monument.

Bus Non-AC warna merah.

 

Bus AC warna kuning.

 

Suasana di dalam Bus, lantai terbuat dari kayu. Nampak kondektur sedang berdiri memegang tempat uang & karcis berbentuk silinder.

 

        

Tiket Bus Non-AC.                                                       Tiket Bus-AC.

 

        

Tiket Bus Non-AC untuk 2 orang.                                         

 

Beberapa Tips yang mungkin berguna:

  1. Bila tidak suka dengan kemacetan, sebaiknya hindari naik bus pada jam-jam padat lalulintas antara jam 7 – 9 pagi dan 5.30 – 8 malam. Tapi kemacetan di Bangkok berbeda dengan Jakarta. Kalau kemacetan di Bangkok, pergerakan arus kendaraan terlihat jelas karena memang disebabkan padatnya kendaraan pada jam-jam tertentu. Sedangkan kemacetan di Jakarta, gerakan arus kendaraan sering tidak jelas, sering stagnan karena sering disebabkan hal-hal konyol seperti angkot ngetem, terminal bayangan, pasar tumpah, parkir tidak pada tempatnya, dll
  2. Hati-hati salah arah sewaktu akan naik bus. Kita sering salah arah bila bus punya rute pulang-pergi di jalan yang sama, di sisi sini dan seberang jalan, jadi nunggu busnya disebelah mana? Seperti yang pernah dialami penulis, tiga kali salah arah. Salah arah dapat diketahui setelah bus berjalan dan memperhatikan gerakan pada rute bus (misal rute bus nomor 8) di https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/8 dan membuka Google Maps, ternyata posisi kita semakin menjauh dan berlawanan dari arah tujuan. Bila mengalami hal ini dan rute bus balik ada di jalan yang sama, segera turun di stasiun terdekat, menyeberang jalan dan cari stasiun terdekat untuk naik ke rute sebaliknya yang menjadi tujuan kita, atau ikut bus sampai terminal terakhir dan pindah bus dengan nomor bus yang sama.
  3. Bila diperlukan, kita bisa mengubah moda transportasi. Bila berangkat dari kawasan Khao San Road (yang memang belum tersedia jalur BTS dan MRT) selain menggunakan bus, kita bisa coba menggunakan perahu (boat). Naik perahu di tengah kota akan membawa pengalaman tersendiri. Misal, bila berangkat dari kawasan Khao San Road dengan tujuan MBK, Siam, Siam Square, Central World, Pantip Pratunam Plaza, Platinum Fashion Mall, Pratunam Market, dan sekitarnya, bisa dicapai dengan perahu dari Dermaga (Pier) Klong Banglumphu dan turun di dermaga Hua Chang atau Chit Lom di wilayah Ratchathewi.
  4. Untuk mengubah dari moda perahu ke MRT, misal bila ingin nyambung ke moda MRT, jangan turun di Dermaga Chit Lom, naik perahu bisa dilanjutkan hingga ke Dermaga Asok / Phetchaburi. Dari dermaga berjalanlah lurus sekitar 100 meter dan di sebelah kanan kita akan menjumpai Stasiun MRT Phetchaburi.
  5. Untuk mengubah dari moda perahu ke BTS, misalnya dari Sungai Chao Phraya kita naik Chao Phraya Express dan turun di Dermaga Sathorn, lalu naik eskalator dan berjalan kaki sedikit ke stasiun BTS Saphan Taksin. Selanjutnya terserah Anda mau naik BTS ke arah mana.

Sungai Chao Phraya nampak dari Dermaga (pier) Tha Tien.

 

Menyeberang ke Wat Arun dengan Tha Tian Express Boat.

 

Di Sungai Chao Phraya banyak terlihat mengapung sejenis tumbuhan Eceng Gondok. Nampak Wat Arun di latar belakang.

 

Dermaga Tha Tien.

 

Di atas  Tha Tian Express Boat.

 

Wat Arun dengan latar belakang Sungai Chao Phraya.

 

Rute Bus Kota dari Bangkok ke Bandara Don Mueang PP

Untuk menuju Bandara Don Mueang, kita bisa naik Bus Kota dari tengah kota Bangkok. Banyak pilihan bus AC maupun non-AC yang bisa kita tumpangi dengan ongkos relatif murah, < 20 Baht untuk Bus non AC, 30 Baht untuk Bus A1, A2, A3, dan 50 Baht untuk Bus A4. Contoh rute Bus Kota AC yang melewati tengah kota sampai ke Bandara Don Mueang PP sbb:

  1. Rute Bus kota A1 dari Depot Bus Mochit 2 ke Bandara Don Mueang PP, lihat di: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/A4
  2. Rute Bus kota A2 dari Monumen Victory ke Bandara Don Mueang PP, lihat di: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/A2
  3. Rute Bus kota A3 dari Taman Lumphini (Lumphini Park) ke Bandara Don Mueang PP, lihat di: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/A3
  4. Rute Bus kota A4 dari Terminal Bus Sanamluang ke Bandara Don Mueang PP, lihat di: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/A4

 

Tips Cara Mencari Rute Bus Kota dan Nomor Bus Kota di Bangkok

Mohon maaf kalau pendahuluan di atas cukup panjang. Bagaimana menyiasati agar kita tidak tersesat di Bangkok saat memilih moda transportasi bus kota? Mudah saja, yang paling penting adalah telepon seluler (smartphone, android) kita terhubung dengan internet dan bisa membuka web google maps. Untuk itu, sesampainya di Bandara, kita sebaiknya membeli kartu telepon (Sim Card) lokal khusus untuk turis. Ada banyak pilihan provider telepon seluler yang bisa digunakan. Pengalaman penulis menggunakan Sim Card “dtac” cukup memuaskan (maaf ini bukan iklan ya).

 

Disamping google maps, kita perlu membuka satu website yang dapat menunjukkan rute-rute, stasiun dan nomor bus kota sesuai tujuan yang kita inginkan di seluruh Bangkok. Selain itu aplikasi dalam website ini dapat mengetahui posisi kita saat itu asalkan kita mengizinkannya terhubung dengan google maps. Adapun website yang harus dibuka untuk mencari rute Bus kota di Bangkok adalah: https://www.transitbangkok.com/bangkok_buses.html

 

Website untuk mencari rute dan nomor Bus Kota di Bangkok.

 

Untuk mencari nomor dan rute bus kota di Bangkok, ada beberapa cara yang bisa kita pilih, seperti:

  1. Pertama, buka di android: https://www.transitbangkok.com/bangkok_buses.html lalu isi tujuan yang diinginkan. Aplikasi web akan memberi tahu posisi kita dan selanjutnya memberi saran apa yang harus dilakukan. Misal: jalan dulu ke stasiun terdekat anu lalu naik bus nomor sekian.
  2. Bila kita tidak tahu posisi kita persisnya dimana, sebagai alat bantu, kita bisa membuka google maps terlebih dahulu. Google maps dapat digunakan untuk mengecek posisi dan arah kita  agar kita tidak salah arah.
  3. transitbangkok.com tidak selamanya betul, terkadang ia juga dapat melakukan kesalahan dalam memberikan saran. Oleh karena itu kita perlu bijak dengan melihat situasi sekeliling dan menggunakan google maps sebagai alat bantu tambahan. Bila kita sudah berada di dalam bus dan bus mulai berjalan, kita harus terus memantau gerakan kita dari satu tempat ke tempat lain. Bila kita salah naik di sisi jalan yang berlawanan, akan ditandai dengan posisi kita yang semakin menjauh dari sasaran, maka sebaiknya kita segera turun di stasiun terdekat dan menyeberang untuk mencari bus dengan nomor yang sama ke arah tujuan yang kita inginkan. Bisa juga kita tetap tinggal diam di dalam bus kota sampai stasiun terakhir (terminal) lalu naik bus dengan nomor yang sama ke tujuan kita, namun akan memakan waktu lama karena rute-rute bus kota di bangkok biasanya sangat panjang.

Contoh:

Untuk mengetahui Rute Bus nomor 8: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/8

Untuk mengetahui rute bus nomor 507: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/507

Untuk mengetahui rute bus nomor 44: https://www.transitbangkok.com/lines/bangkok-bus-line/44

 

Rute Bus Nomor 44.

 

Referensi

  1. http://ilmupengetahuanumum.com/profil-negara-thailand/ diakses 5 Februari 2018.
  2. https://versus.com/id/bangkok-vs-jakarta diakses 5 Februari 2018.

Add comment


Security code
Refresh