User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pada pesawat terbang yang dilengkapi monitor (biasanya terletak di depan seat kita), misal pesawat Garuda Indonesia, kita dapat melihat informasi penerbangan dari pesawat yang sedang kita tumpangi. Salah satu informasi yang disuguhkan adalah Kecepatan Pesawat di Landasan dan Kecepatan Udara Sesungguhnya. Uniknya, saat saya perhatikan di monitor kabin pesawat garuda Indonesia, pada tahun lalu, "Kecepatan Pesawat di Landasan" sering kali lebih rendah dari pada "Kecepatan Udara Sesungguhnya." Sebaliknya, pada tahun 2018, saya kaget tatkala monitor memperlihatkan data "Kecepatan Pesawat di Landasan" lebih tinggi dari pada "Kecepatan Udara Sesungguhnya." Hehehe ... saya sering bertanya-tanya dalam hati, mengapa ada perbedaan antara "Kecepatan Pesawat di Landasan" dengan "Kecepatan Udara Sesungguhnya?" Adanya perbedaan kecepatan tersebut dapat membuat orang menjadi bingung dan bertanya-tanya. serta membayangkan seolah-olah ada dua kendaraan yang sedang berpacu, yaitu satu berada di darat dan satu di udara. Lalu kedua kendaraaan yang sedang berlari tersebut selalu tiba pada waktu yang bersamaan di bandara tujuan. Pertanyaannya, mengapa ada perbedaan antara "Kecepatan Pesawat di Landasan dan Kecepatan Udara Sesungguhnya?"  Mari kita kupas satu persatu kedua jenis kecepatan tersebut.

 

 

Bila yang dimaksud dengan "landasan" adalah "permukaan bumi," maka landasan dapat berupa daratan atau lautan. Oleh karena itu dapat diIlustrasikan landasan di bumi dan pesawat terbang yang sedang terbang di udara seperti gambar di bawah ini.

 

Sekarang kita membayangkan pesawat udara yang sedang terbang. Seperti telah diulas, ternyata pesawat udara memiliki 2 macam kecepatan, yaitu kecepatan udara sesungguhnya dan kecepatan pesawat di landasan. Walaupun pesawat udara memiliki 2 jenis kecepatan, ketika kita menumpang pesawat terbang, bukan berarti kita akan tiba dua kali di tempat tujuan tetapi satu kali pada waktu yang bersamaan.

 

Contoh soal:

Rumus yang berlaku adalah: Jarak ditempuh = kecepatan x lama di jalan.

Untuk memudahkan penghitungan maka kita perlu menyederhanakan angka-angka tanpa bermaksud melakukan trik atau manipulasi. Mari kita melihat ilustrasi gambar di atas. Misalnya kita berkendara dengan mobil di darat (landasan) untuk menempuh jarak A – B sejauh 600 km, dengan kecepatan kendaraan 100 Km per jam, maka waktu tempuh atau lama di jalan = jarak dibagi kecepatan = 600 : 100 = 6 jam. Kalau kita berkendara dari A ke B mengunakan pesawat terbang dengan "kecepatan udara sesungguhnya" 150 km per jam, dan waktu tempuh 6 jam,  maka jarak yang berhasil ditempuh = 6 x 150 km = 900 km.

 

Dari contoh kasus di atas, kita akan bertanya, mengapa ada perbedaan jarak yang berhasil ditempuh dengan berkendara menggunakan mobil dan pesawat? padahal kedua kendaraan tsb menempuh jarak yang sama (A - B sejauh 600 km di darat) dan waktu tempuh yang sama yaitu 6 jam, pesawat terbang berhasil menempuh (menjelajah) sejauh 900 km sedangkan mobil menempuh sejauh 600 km.

 

Dari penghitungan di atas, kita akan mendapatkan jarak A – B di udara sejauh 900 km, sedangkan jarak A – B di landasan (daratan) adalah 600 km. Pertanyaan yang timbul, mengapa jarak A – B di udara lebih jauh dari pada jarak A – B di landasan?  Jawaban yang paling mungkin adalah: karena bumi kita bulat. Kalau bumi kita tidak bulat alias datar, maka yang terjadi adalah kecepatan pesawat di landasan mendekati kecepatan udara sesungguhnya. Dan satu lagi, karena pesawat terbang harus naik dahulu dan turun kemudian sehingga jarak yang ditempuh lebih jauh daripada jarak di landasan dalam garis lurus. Kemungkinan saya salah menganalisis. Bila pembaca punya pendapat lain, silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Add comment


Security code
Refresh