User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Apabila kita menumpang pesawat terbang tertentu yang dilengkapi monitor yang terletak di depan seat kita, misal pesawat Garuda Indonesia, kita akan disuguhkan informasi penerbangan dari pesawat yang sedang kita tumpangi. Salah satu informasi yang disuguhkan adalah Kecepatan Pesawat di Landasan dan Kecepatan Udara Sesungguhnya. Uniknya, kalau kita perhatikan, Kecepatan Pesawat di Landasan selalu lebih rendah dari pada Kecepatan Udara Sesungguhnya. Saya sering bertanya-tanya dalam hati, mengapa ada perbedaan antara "Kecepatan Pesawat di Landasan" dengan "Kecepatan Udara Sesungguhnya?" Adanya perbedaan kecepatan tersebut dapat membuat orang menjadi bingung dan bertanya-tanya. serta membayangkan seolah-olah ada dua kendaraan yang sedang berlari, yaitu satu berada di darat dan satu di udara. Lalu, bila memang ada 2 kendaraaan yang sedang berlari, mengapa kedua kendaraan tersebut tiba pada waktu yang bersamaan di bandara tujuan? Pertanyaannya, mengapa ada perbedaan antara "Kecepatan Pesawat di Landasan dan Kecepatan Udara Sesungguhnya?"  Mari kita kupas satu persatu kedua jenis kecepatan tersebut.

 

Ilustrasi landasan di bumi dan pesawat terbang yang sedang terbang di udara:

Rumus yang berlaku:

Jarak yang ditempuh = kecepatan x lama di jalan.

Untuk memudahkan penghitungan maka kita perlu menyederhanakan angka-angka tanpa bermaksud melakukan trik atau manipulasi. Mari kita melihat ilustrasi gambar di atas. Kalau kita berkendara di darat (landasan) untuk menempuh jarak A – B sejauh 600 km, dengan kecepatan kendaraan 120 Km per jam, maka lama di jalan= 600 dibagi 120 = 5 jam.

 

Sekarang kita membayangkan sedang berkendara di udara dengan pesawat udara, ternyata pesawat udara memiliki 2 macam kecepatan, yaitu kecepatan udara sesungguhnya dan kecepatan pesawat di landasan. Dan faktanya kecepatan udara sesungguhnya > kecepatan pesawat di landasan. Walaupun pesawat terbang memiliki 2 jenis kecepatan, ketika kita menumpang pesawat terbang, bukan berarti kita akan tiba di tempat tujuan “dua kali” tapi pada suatu waktu yang “bersamaan.”

 

Contoh:

Kita anggap saja waktu tempuh pesawat terbang= 4 jam. Apabila kecepatan udara sesungguhnya= 150 Km per jam, maka jarak A – B = 150 x 4 = 600 km.

Pada pesawat terbang yang sama, diketahui kecepatan pesawat di landasan= 120 Km per jam, dan waktu tempuh (lama di jalan)= 4 jam, maka didapatkan jarak A – B = 120 x 4 = 480 km

 

Akibat dari penghitungan di atas, kita akan mendapatkan jarak A – B di udara sejauh 600 km, sedangkan jarak A – B di landasan (daratan) adalah 480 km. Lho koq? Pertanyaan yang timbul, mengapa jarak A – B di udara lebih jauh dari pada jarak A – B di landasan?  Jawaban yang paling mungkin adalah: karena bumi kita bulat. Kalau bumi kita tidak bulat alias datar, maka yang terjadi adalah kecepatan pesawat di landasan = kecepatan udara sesungguhnya.

Add comment


Security code
Refresh