User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

     
Gambar 1: Kondisi parkir sepeda motor di salah satu area perparkiran terminal di Bandara Soekarno Hatta.
Gambar 2: Petunjuk arah ketempat parkir motor di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Struktur geografi Indonesia yang terdiri dari banyak pulau serta tingginya proses bisnis menyebabkan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap transportasi udara tidak ada matinya, bahkan trend-nya akan selalu meningkat. Hal ini menyebabkan banyak orang sering berhubungan dengan bandara. Untuk wilayah Jabodetabek, Bandara Soekarno Hatta (sering disingkat dengan "Soetta") merupakan bandara terbesar setelah Bandara Halim Perdana Kusuma. Di sisi lain, kemacetan lalulintas di Jabodetabek yang seperti penyakit kronis menyebabkan banyak orang mulai beralih modus transportasi menggunakan sepeda motor. Pertanyaannya, mungkinkah pergi ke Bandara Soekarno Hatta berkendara sepeda motor? Bila mungkin, lewat jalan mana? apakah ada tempat parkirnya dan apakah di setiap terminal di bandara ini tersedia lahan parkir motor? Bisakah sepeda motor menginap di Bandara? Bila motor bisa menginap, bagaimana penghitungan tarif parkirnya, mahal atau murah? dan bagaimana kondisi perparkiran sepeda motor di Bandara? amankah? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seseorang yang ingin berkendara sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, di provinsi Banten. Temukan jawabannya disini.


Untuk bepergian menuju Bandara Soekarno Hatta, banyak orang menggunakan kendaraan roda 4 (mobil atau taksi) karena selain nyaman, aman, juga bisa memuat beberapa orang sekaligus serta banyak bagasi bisa dibawa. Tapi pada suatu saat manakala Anda ingin bepergian (terbang) sendiri atau berdua teman, mungkin saja Anda ingin mencoba berkendara sepeda motor ke Bandara Soetta. Ada beberapa alasan orang memakai sepeda motor ke bandara, antara lain: durasi perjalanan keluar kota tidak terlalu lama sehingga bagasi tidak terlalu banyak, tidak sedang terburu-buru, ingin santai dan menikmati berkendara motor, menghemat ongkos taxi, sekadar  ingin coba-coba, atau ada urusan/kerja di Bandara.

Ternyata berkendara sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta merupakan hal yang wajar dan sekarang banyak dilakukan orang. Ketika kita memutuskan naik sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Persiapan naik motor ke bandara
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk berkendara sepeda motor ke bandara Soekarno Hatta adalah:


1. Kondisi Sepeda Motor.
Bila Anda tinggal di wilayah Jakarta dan Tangerang, jarak yang harus ditempuh relatif tidak terlalu jauh sehingga tidak diperlukan persiapan khusus. Bila kondisi sepeda motor tergolong rata-rata, maksudnya cukup layak dan tidak suka mogok maka Anda siap berangkat naik motor ke Bandara Soekarno Hatta. Akan tetapi bila Anda berasal dari Bekasi, Cikarang, Bogor atau Bandung maka kondisi sepeda motor perlu dipersiapkan sebaik mungkin untuk menempuh perjalanan yang relatif cukup jauh. 


2. Waktu.
Penting untuk menghitung waktu (durasi) perjalanan dari tempat asal menuju ke Bandara. Anda perlu mengalokasikan (spare) waktu yang cukup untuk perjalanan. Bila waktu yang tersedia hanya sedikit (mepet), pertimbangkan untuk membatalkan niat Anda berkendara motor ke Bandara dan sebaiknya ganti naik mobil, angkutan umum atau taksi, kecuali lokasi tempat tinggal Anda relatif dekat dengan Bandara. Mengapa demikian? karena kita perlu mengantisipasi hal-hal yang dapat memperlambat perjalanan seperti: kemacetan lalu lintas, banjir, tersasar/kesasar, ban kempes karena terkena paku di jalan atau (amit2) terjadi kecelakaan (ingat, motor merupakan kendaraan yang paling rawan terkena kecelakaan lalu lintas).

Sebenarnya paling nyaman naik motor ke Bandara Sekarno Hatta pada waktu pagi hari karena beberapa hal antara lain: tidak cepat lelah di jalan karena cuaca belum panas, terhindar dari kemacetan lalu lntas sebab jalanan masih sepi, dan bisa memperkirakan waktu tempuh secara lebih akurat agar dapat tiba di bandara minimal 1-2 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk penerbangan domestik dan minimal 3-4 jam sebelum jadwal keberangkatan untuk penerbangan internasional. 

3. Pengenalan jalan.
Agar efisien waktu, Anda perlu mengetahui (cari tahu) jalan mana saja yang akan dilalui. Ada banyak jalan (akses) menuju Bandara Soekarno Hatta. Salah satu akses yang sering dipakai pengendara motor dari arah Jakarta adalah melalui jalan Daan Mogot. Bila Anda belum terbiasa, sebaiknya persiapkan peta atau aplikasi map di HP Anda.

 

Menuju ke Bandara
Bila Anda berkendara dari arah Tangerang menuju Jakarta, Anda dapat menggunakan banyak alternatif jalan, misalnya melalui Jalan Jembatan Baru ke Jalan Marsekal Suryadarma, Jalan Sukamandi, atau dari Jalan Daan Mogot berbelok kekiri melalui Jl. DR. Sitanala, Jalan Pembangunan 3 atau Jalan Halim Perdanakusuma (tidak jauh setelah Polsek Batu Ceper), melalui Jalan Daan Mogot  via Jalan Pembangunan I, Jalan Halim Perdanakusumah, Jalan Yos Sudarso, atau Jalan Peta Selatan. Bila Anda berkendara dari Jakarta melalui Jalan Daan Mogot (dari Grogol menuju arah Tangerang), ada beberapa alternatif jalan yang dapat dipilih. Disini saya akan menguraikan alternatif melalui Jalan Peta Selatan di dekat Terminal Kalideres.

 

Untuk menuju Jalan Peta Selatan, kira-kira 200 meter setelah melewati Terminal Kalideres kita akan bertemu dengan rambu lampu lalulintas untuk berputar (berbalik arah). Berputarlah sehingga kendaraan akan mengarah ke arah Grogol. Sebelum Terminal Kalideres, kita akan menemui persimpangan dengan lampu lalulintas, berbeloklah ke kiri memasuki jalan Peta Selatan. Ikuti jalan Peta Selatan sampai menjumpai tanda dilarang (verboden) lurus. Beloklah ke kiri memasuki jalan Peta Barat. Ikuti terus jalan Peta Barat, bertemu persimpangan, lalu belok lagi ke kiri, setelah beberapa kali belokan, Anda akan bertemu persimpangan yang berbentuk seperti huruf "K", beloklah ke kanan memasuki Jalan Husein Satranegara. Sebelum berbelok, hati-hati terhadap lalulintas dari arah kanan dan kiri. Setelah berada di Jalan Husein Sastranegara, jalanan akan lurus panjang diapit pohon-pohon yang tinggi dan rimbun di kiri-kanan jalan. akhirnya Anda akan sampai di simpang tiga, belok ke kiri, lalu ke kiri lagi, selanjutnya Anda akan memasuki jalan Profesor Sedyatmo. Larikan terus motor Anda menuju ke Bandara Soekarno Hatta, dan ingat, pakailah jalur khusus sepeda motor di sisi paling kiri. Selanjutnya terserah Anda mau parkir di terminal mana? 

 

Sayangnya rambu-rambu/petunjuk arah menuju Bandara Soekarno Hatta tidak akan kita jumpai di setiap persimpangan dari jalan Peta Selatan hingga Rawa Bokor sehingga kita harus sering bertanya bila ragu harus melalui jalan yang mana? Jangan sungkan bertanya kepada orang lain. Tapi setelah sampai di Jl. Raya Bandara Soekarno Hatta, maka banyak papan petunjuk arah yang akan kita lihat.

 

Meninggalkan Bandara menuju Jakarta
Untuk kembali ke Jakarta, Anda dapat melalui jalan yang sama yaitu melalui jalan Profesor Sedyatmo. Setelah Terminal 3, masuk terowongan, maju dikit, (perhatikan papan petunjuk arah) belok ke kiri masuk ke Jalan Perimeter Utama, belok kanan, belok kanan lagi (kalau lurus maka akan menuju Tangerang). Ikuti petunjuk arah yang ke arah Rawa Bokor / Jakarta.  Bila arahnya betul maka Anda akan melewati jembatan flyover yang melintasi jalan Tol  Airport Prof Sedyatmo (di bawah flyover akan terlihat jalan tol). Ikuti terus jalan ini, selanjutnya terserah Anda mau melarikan motor kearah mana, apakah akan ke arah Jakarta, Kapuk Kamal, Dadap via Jalan Benda, atau ke arah Tangerang. Tapi bila tujuan Anda kearah jalan Daan Mogot, ikuti saja jalan yang sama dengan ketika Anda datang. Di sepanjang perjalanan pulang, sejak keluar dari jalan Profesor Sedyatmo, kita tidak akan sering melihat petunjuk arah terpampang di setiap persimpangan jalan, oleh karena itu bila ragu sebaiknya bertanya pada orang di pinggir jalan. Sebagai petunjuk, bisa juga Anda mengikuti jalan bus Kopaja 95 jurusan Rawa Bokor - Tomang.

Berkendara di jalur khusus sepeda motor
Bila Anda sudah memasuki jalan Profesor Sedyatmo, berkendaralah (berjalanlah) di jalur khusus bagi sepeda motor. Jalur khusus sepeda motor tersedia 1 jalur yaitu di jalur paling kiri (lihat gambar 2) di jalan menuju ke Bandara maupun di jalan keluar dari Bandara. Petunjuk arah di jalan Profesor Sedyatmo sangat lengkap. Perhatikan baik-baik petunjuk arah ke terminal-terminal keberangkatan di Bandara agar Anda tidak kebablasan.
                
Gambar 2: Jalur khusus motor di jalan Profesor Sedyatmo.                       Gambar 3: Sepeda motor kembali ke Jakarta melalui Dadap.

Lokasi parkir sepeda motor
Tempat parkir sepeda motor tersedia di setiap terminal keberangkatan/kedatangan.

              
Gambar 3: Loket parkir sepeda motor.                              

             
Gambar 5: Parkir motor di Terminal 3.                           Gambar 6: Karcis parkir sepeda motor 


Gambar 7: Denah lokasi parkir sepeda motor di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Tarif parkir sepeda motor di Bandara Soekarno Hatta

Bila belum mengalami, mungkin sebagian besar dari kita mengira tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta cukup mahal. Ternyata, biaya parkir motor di Bandara Soekarno Hatta sangat bersahabat dengan kantong pengendara motor. Bila kita bandingkan antara tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta dan Stasiun Gambir, maka tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta jauh lebih murah (terutama bila kita menginapkan motor berhari-hari). Namun tarif parkir di Bandara Soekarno Hatta mengalami kenaikan secara bertahap, berdasarkan pengalaman penulis, sejak tahun 2010 hingga awal 2014 hanya Rp. 2.000 untuk sekali masuk (termasuk bila menginapkan sepeda motor), tapi sejak sekitar pertengahan tahun 2014 tarif ini naik menjadi Rp. 5.000 untuk sekali masuk atau per hari. Tarif ini belum naik sampai saat ini (akhir tahun 2017).

Kondisi perparkiran sepeda motor di Bandara Soekarno Hatta
Berdasarkan pengamatan penulis, lahan parkir motor di Bandara Soekarno Hatta pada umumnya sangat terbatas. Perparkiran sepeda motor di beberapa terminal memakai sistem terbuka (beratapkan langit) sehingga bila panas, motor akan kepanasan dan bila hujan motorpun kehujanan. Pada siang hari tempat parkir sepeda motor sangat berdesakan dan sulit mendapatkan ruang kosong.  Tempat parkir sepeda motor di Terminal 1 berada di ruang terbuka, namun cukup luas dan ada banyak pohon-pohon yang rindang. Di Terminal 2, sebagian beratap dan sebagian di ruang terbuka. Di terminal 3, tempat parkir motor masih sering berpindah.

Penulis menganjurkan bila tidak perlu banget, jangan parkir motor berlama-lama di Bandara, utamakan dan berilah kesempatan bagi orang-orang lain yang memang memerlukan. Tentang keamanan, nampaknya cukup aman, setiap pengendara motor yang masuk akan mendapat karcis parkir elektronik melalui mesin di pintu masuk perparkiran (lihat gambar 6).


Jarak dari tempat parkir ke terminal keberangkatan/kedatangan
Bila Anda menggunakan sepeda motor, persiapkan diri untuk berjalan kaki yang relatif cukup jauh dari tempat parkir ke terminal di Bandara atau sebaliknya. Bila barang bawaan Anda cukup berat, jarak yang harus ditempuh akan terasa jauh, terutama di Terminal 1 yang tempat parkir motornya berjarak lumayan jauh.

Saran
Beberapa saran yang dapat disumbangkan bagi Pengelola Bandara Soekarno Hatta, antara lain:

  1. Mengingat jumlah pengunjung Bandara Soekarno Hatta yang menggunakan sepeda motor akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, maka pengelola Bandara Soekarno Hatta hendaknya menyediakan lahan parkir yang lebih luas dan terlindungi dari panas matahari dan hujan mengingat banyak pemotor yang menginapkan kendaraannya berhari-hari di bandara.
  2. Pertahankan tarif parkir murah seperti yang diberlakukan sekarang karena akan sangat membantu masyarakat pemilik sepeda motor.
  3. Tingkatkan keamanan dengan selalu memeriksa STNK sepeda motor ketika motor keluar dari area parkir.


Semoga bermanfaat

 

Referensi
www.wikimapia.org