Serba Serbi

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Para Ahli telah mengungkapkan bahwa ada berbagai bentuk (jenis) kecerdasan pada manusia, akan tetapi parameter untuk menilai dan menentukan tingkat kecerdasan seseorang telah mengalami distorsi bahkan salah kaprah. Di dunia pada umumnya hanya ada 1 faktor penentu untuk menentukan pintar tidaknya seorang anak tetapi sayangnya cara ini merupakan cara yang salah. Di negara-negara Asia, pada umumnya seseorang dikatakan cerdas berdasarkan lulus tidaknya dia dalam ujian. Acapkali kita menuding anak kita tidak cerdas manakala dia tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah atau sering mendapat nilai jelek. Psikologi pendidikan menyatakan bahwa ada banyak faktor penentu dalam diri seorang anak. Anak-anak yang sering gagal dalam ujian atau bahkan tidak naik kelas sebenarnya merupakan anak-anak yang cerdas, hanya mungkin kita belum mengetahui potensi kecerdasan mereka. Orang tua dan guru harus mengenal kelebihan masing-masing anak, membantu menggali jenis kecerdasan anak-anak, kemudian memperkuat potensi yang mereka miliki.

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kata orang, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Akan tetapi ternyata ada orang yang selalu berjalan dari kegagalan yang satu ke kegagalan yang lain alias segala sesuatu yang dia usahakan selalu menemui kegagalan (tidak sukses). Melakukan usaha ini ... hasilnya bangkrut, usaha itu ... bangkrut atau ditipu orang. Adakah orang yang selalu mengalami kegagalan? mungkin saja walaupun nampaknya hampir tidak ada, asalkan kita mau sungguh-sungguh berupaya maka suatu saat pasti kita akan memetik hasilnya. Kalimat yang lebih tepat mungkin, sekelompok orang lebih sering mengalami kegagalan daripada keberhasilan, walaupun sudah bekerja 'membanting tulang mati matian' siang dan malam tetapi hasilnya kecil (minim). Namun ada pula sekelompok kecil orang yang berusaha sedikit atau sedang dan normal-normal saja tetapi lebih sering dan lebih mudah memperoleh keberhasilan (kesuksesan). Fenomena ini tentu ada penyebabnya, mari kita coba mengulas rahasia penyebab mendasar orang yang "selalu gagal."

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Bila Anda adalah seorang Ibu rumah tangga atau seorang kepala keluarga maka sebenarnya Anda adalah seorang pemim[pin. Kadang kita tidak menyadari bahwa sebenarnya kita adalah seorang Pemimpin. Seorang pemimpin tidak harus menjabat atau bekerja di suatu organisasi, perusahaan atau instansi. Menjabat atau tidak menjabat bukan alasan bagi Anda untuk tidak menjadi pemimpin dalam kehidupan ini karena bila kita berbicara tentang 'pemimpin' tidak melulu berbicara tentang suatu jabatan tetapi suatu sikap dan tindakan nyata. Peminpin sejati adalah seseorang yang menjadi garam dan terang dunia. Bukan cuma teori, bukan hanya 'tergerak' dan 'berkomitmen' tetapi 'melakukan(action) dan terlibat' sehingga bermanfaat bagi dunia. Andapun bisa jadi pemimpin sebab karakter pemimpin sejati bisa dibentuk dan dipelajari karena fakta menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak dilahirkan tetapi karakter kepemimpinan terbentuk dalam perjalanan hidupnya. Inilah beberapa fakta tentang pemimpin dan kepemimpinan.

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan alat yang sangat penting yang dapat mengubah 'nasib' suatu bangsa. Pendidikan merupakan elemen yang teramat penting dalam kehidupan manusia. Bila sistem pendidikan dan sistem pengajaran dilakukan secara benar maka hasil yang didapat akan seperti yang kita harapkan, namun sebaliknya bila sistemnya  'keliru' maka akan keliru pula hasilnya. Atas dasar ini, penulis menganggap penting untuk membagikan isu mengenai kekeliruan sistem pengajaran di negara-negara Asia. Artikel ini dikutip dari isi Email yang diterima penulis dari seorang teman yang tinggal di Singapura. Penulis berharap hal ini dapat menjadi bahan pemikiran dan syukur bila dapat mengubah paradigma para Pengambil Kebijakan dan Pengambil Keputusan Pelaksanaan. Akhirnya, penulis mengharapkan terjadinya perubahan mendasar dalam sistem dan metode pengajaran di Indonesia sehingga diharapkan generasi bangsa Indonesia mendatang lebih berkualitas dan tangguh daripada generasi sekarang.