Opini sebelumnya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Para pembaca suatu waktu pasti pernah merasakan sulitnya memeroleh/mencari uang kecil (receh) di negara kita, Indonesia. Uang pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000 masih dianggap "SANGAT BESAR" sehingga masyarakat seolah-olah "alergi" terhadap pecahan besar tsb. Contohnya, bila kita berbelanja di pasar tradisional terutama pada pagi hari, misalnya nilai belanja sebesar Rp. 10.000 kemudian membayar dengan uang pecahan 100.000 rupiah atau 50.000 rupiah, hampir dipastikan penjualnya akan terkejut sambil berkata "besar amat uangnya mbak." Jawaban lain yang sering kita dapat adalah "pakai uang kecil saja mas" atau "Wah, baru keluar nih bu" atau "pakai uang pas saja pak." Kalau belanja di super market, begitu kasir melihat "uang besar" dia malah mengatur dan minta "sepuluh ribuan aja pak" dan terpaksa kita mengeluarkan uang 'kecil' milik kita yang tadinya sengaja disimpan. Tentu ilustrasi di atas tidak selalu terjadi dan tidak bisa digeneralisasi, tapi hanya untuk menggambarkan betapa sebenarnya Indonesia mengalami krisis uang receh. Tidak semua daerah mengalami krisis uang receh, krisis ini lebih sering terjadi terutama di kota-kota besar. Inilah beberapa penyebab Indonesia mengalami kesulitan mencari uang kecil (receh).

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pada bula terakhir tahun 2012 penulis berkesempatan mengambil cuti tahunan selama 5 hari kerja setelah kena potong 7 hari cuti bersama dari jatah normal yang seharusnya 12 hari kerja. Lumayan lah karena dalam kenyataannya jadi 13 hari sebab berdempetan dengan hari-hari libur di akhir tahun. Pada sore hari ketika cuaca sedang cerah tiba-tia terbersit keinginan saya untuk jalan-jalan ke daerah sekitar Kota Tua Jakarta. Meskipun saya tinggal di Jakarta tapi secara khusus saya tidak pernah mampir di kawasan Kota Tua ini karena keterbatasan waktu, kalau lewat sih sering. Sekilas cukup eksotik nampaknya kawasan Kota Tua ini dengan bangunan-bangunan tua dan dilintasi suatu sungai besar (Kali Besar). Mangkanya sudah lama saya memendam keinginan untuk sekali waktu melakukan "Jalan Sore-sore" di Kota Tua Jakarta terutama ingin nongkrong di tepi Kali Besar. Keingnan lama tsb akhirnya terlaksana di saat cuti akhir tahun 2012 ini, pada suatu sore saya menuju Kota Tua Jakarta.

 

   

 

   

 

  

Beberapa sudut kawasan Kota Tua dan Kali Besar di Jakarta.                                                                                      Sumber gambar: infodokterku.com

 

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Sebagai orang yang mendambakan ketenangan, saya sangat concern (menaruh perhatian) terhadap faktor ketenangan di dalam rumah tangga. Satu hal yang paling sering mengusik perhatian saya adanya suara-suara bising atau berisik. Bila ada suara berisik maka saya akan perhatikan, amati dan bandingkan asal sumber suara. Ternyata, salah satu sumber suara yang paling sering mengganggu ketenangan rumah tangga justru datang dari satu alat yang paling banyak digunakan di dalam rumah tangga kita yaitu televisi. Lho ... bukankah volume TV bisa dikecilkan atau di-mute? Benar, volume TV memang bisa dikecilkan, akan tetapi ketika berlangsung periode penayangan iklan, mendadak saja suara TV membesar secara signifikan, padahal kita tidak selalu punya waktu untuk menjagai episode-episode jingle iklan.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Anda yang lahir antara tahun 1960 - 1970-an layak disebut sebagai generasi paling beruntung. Mengapa? karena Anda telah mengalami era "Musik Era 80-an" saat masih berusia remaja. Masa remaja pada era 1980-an adalah masa-masa yang sangat indah karena generasi pada masa tersebut dapat menikmati musik-musik indah dan menjadi saksi sejarah terciptanya karya-karya musik fenomenal. Yah ... puncak kejayaan atau "masa keemasan" musik dunia terjadi pada era 1980-an. Musik-musik indah dan fenomenal telah tercipta pada 'Era 80-an' oleh seniman2 di seluruh dunia. Yang penulis maksudkan sebagai "Era musik 80-an" adalah musik-musik yang tercipta antara tahun 1960 hingga 2000 dengan puncaknya terjadi pada tahun 1980-an.