User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

Masyarakat punya kecenderungan menggeneralisasi (menyamaratakan) keadaan atau segala sesuatu yang bersifat negatif. Contohnya, bila si A mempunyai sifat jelek (misalnya suka mencuri) maka masyarakat akan menganggap seluruh anggota keluarga si A juga suka mencuri, sama jeleknya dengan si A.

 

Nah, dalam lingkup yang lebih luas, ternyata di segala bangsa, ras dan agama, selalu ada saja manusianya yang punya sifat buruk (jahat) dan baik, malah sangat jahat atau sangat baik. Semua sama, tak ada bedanya antara 1 bangsa/ras dengan bangsa/ras lain, tidak ada bangsa, suku bangsa atau ras yang seluruh (100%) penduduknya baik atau jahat semua. Tidak ada pula agama yang seluruh (100%) pemeluknya punya sifat yang baik atau semuanya jahat. Selalu ada saja yang baik dan ada saja yang jahat.

 

Ini repotnya, di satu sisi, masyarakat punya kecenderungan menggeneralisasi (menyamaratakan) bila ada 1 orang dari kelompok agama tertentu (misalnya) yang berbuat onar atau kejahatan, maka masyarakat menganggap seluruh anggota kelompok agama tersebut adalah orang-orang jahat. Di sisi lain, fakta mengungkapkan bahwa ternyata di setiap bangsa, suku bangsa, ras dan agama, selalu ada saja orang-orang yang punya sifat buruk (jahat) dan baik.

 

Jadi salah siapa? Kenapa bila ada 1 orang atau kelompok kecil orang yang mengatasnamakan 1 agama tertentu berbuat jahat, maka yang menanggung akibatnya (dianggap jahat) adalah kelompoknya yang lebih besar? ini adalah sifat atau kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi keadaan. Oleh karena itu, yang patut dipersalahkan adalah "generalisasi." Hehehe ...

 

Arti Kata “Generalisasi”

Mari kita lihat arti “generalisasi.” Menurut (dikutip dari) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (dalam jaringan/online), arti generalisasi sbb:

generalisasi/ge·ne·ra·li·sa·si/ /géneralisasi/ n 1 perihal membentuk gagasan atau simpulan umum dr suatu kejadian, hal, dsb; 2 perihal membuat suatu gagasan lebih sederhana dp yg sebenarnya (panjang lebar dsb); 3 perihal membentuk gagasan yg lebih kabur; 4 penyamarataan;

-- empiris tesis, hukum, atau hipotesis berdasarkan pengamatan thd kenyataan tertentu dan spesifik; 
-- metodologis prinsip atau hukum yg menjelaskan suatu keahlian dan teknik untuk mempelajari dan mendekati inti suatu ilmu; 
-- normatif generalisasi yg menyatakan penilaian; 
-- substantif simpulan umum dl bentuk sebab akibat yg tidak terikat oleh waktu dan tempat; 
-- teoretis tesis, hukum, atau hipotesis yg dicapai dng asumsi dasar bahwa variabel lainnya dianggap konstan; 
-- terburu-buru simpulan mutlak yg ditarik terlalu tergesa-gesa;

menggeneralisasi/meng·ge·ne·ra·li·sa·si/ v membentuk generalisasi

 

Referensi

http://kbbi.web.id/generalisasi