Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Indonesia disentak kekagetan (heboh) dengan munculnya beras sintetis pada Bulan April 2015. Hingga akhir Mei 2015 gonjang-ganjing masalah beras sintetis nampaknya belum sepenuhnya selesai. Walaupun dari pihak berwenang sudah mengeluarkan pernyataan bahwa beras plastik tidak pernah ada, dan itu hanyalah isu belaka, namun nampaknya masyarakat Indonesia sudah terlanjur khawatir (resah) dengan munculnya beras sintetis tsb. Terlepas dari benar tidaknya adanya peredaran beras sintetis, penulis ingin mengemukakan satu sudut pandang berbeda terkait beras sintetis, yaitu bahwa beras sintetis merupakan suatu terobosan jitu untuk mengatasi masalah pangan di dunia.

 

Para ahli pernah mengemukakan bahwa ketersediaan pangan di masa depan akan mengalami titik krisis. Hal ini disebabkan trend kenaikan jumlah penduduk dunia mengikuti pola deret ukur (perkalian) sedangkan ketersediaan makanan akan mengikuti pola deret hitung (penjumlahan). Tapi ramalan/prediksi tsb saat ini masih terbatas teori karena saat ini dunia belum mengalami krisis pangan. Namun, siapa tahu prediksi tsb akan terjadi dimasa depan? Bila terjadi, jawabannya sudah tersedia yaitu "BERAS SINTETIS"

 

Mengapa Beras Sintetis Menjadi Terobosan Makanan Masa Depan?

Mari kita berandai-andai. Di masa depan, dapat saja terjadi krisis pangan, inilah faktor-faktor penyebabnya:

  1. Di masa depan, kemajuan di bidang teknologi semakin maju melesat mel;ebihi kemajuan di bidang-bidang lain
  2. Kesejahteraan semakin meningkat di banyak negara sehingga usia harapan hidup juga meningkat
  3. Program pembatasan kelahiran belum sepenuhnya berhasil sehingga kenaikan jumlah penduduk dunia semakin meroket
  4. Di sisi lain, dengan kehidupan masyarakat dunia yang semakin modern, maka jumlah orang yang berminat di cabang pertanian akan semakin berkurang dengan konsekwensi produksi pertanian termasuk beras akan mengalami masa stagnan
  5. Komoditi pangan seperti beras akan semakin langka sehingga harga jual beras akan melambung
  6. Di satu sisi, masyarakat perlu diisi perutnya setiap hari

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka rekayasa produk makanan menjadi jalan keluar alternatif terbaik. BIla demikian maka beras sintetis akan menjadi jawaban dari krisis pangan.

 

Jenis-jenis beras Sintetis

Bila kita berbicara tentang beras sintetis, maka jangan dulu terburu-buru menuduh bahwa itu adalah "beras plastik." Beras plastik adalah beras sintetis (tiruan, buatan) yang salah satu bahannya berasal dari komponan plastik. Namun tidak selamanya beras sintetis itu harus mengandung plastik. Kita harus berpikir positif, bahwa produksi beras sintetis di masa depan dilarang menggunakan bahan dasar plastik atau turunannya. Oleh karena itu beras sintetis di masa depan sama sekali tidak akan mengandung plastik walaupun persentasenya sangat minim.

 

Penulis memprediksi bahwa di masa depan, selain beras alami, di pasaran akan ada sedikitnya 5 macam beras sentetis yang diperbolehkan beredar. Setiap jenis beras sintetis yang akan dilempar ke pasaran akan melalui uji oleh lembaga yang berwenang untuk pengujiannya. Jenis-jenis beras sintetis yang mungkin akan ada di masa depan antara lain:

  1. Beras sintetis berbahan dasar tepung tapioka atau singkong
  2. Beras sintetis berbahan dasar jagung
  3. Beras sintetis yang berbahan dasar tepung kentang
  4. Beras sintetis berbahan dasar umbi-umbian lainnya
  5. Beras sintetis berbahan dasar campuran tepung-tepung jenis lainnya yang dapat dimakan
  6. Beras sintetis berbahan dasar campuran tepung yang dapat dimakan namun dicampur dengan plastik

Dari ke-enam jenis beras sintetis tsb, maka beras sintetis jenis ke-enam adalah beras sintetis yang dilarang pemerintah karena berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu di masa depan akan ada lembaga atau Kementerian yang khusus menangani beras sintetis.

 

Cara Mudah Tes Beras Plastik

Untuk menguji beras sintetis apakah mengandung plastik atau tidak ada cara sederhana yaitu dengan cara pemanasan. Caranya sebagai berikut: ambil sejumput beras secara random (acak) beras yang akan diuji atau diduga mengandung plastik. Taruh di atas wajan/kuali, lalu panaskan di atas kompor selama beberapa menit. Bila beras tsb meleleh (lumer) maka kemungkinan mengandung plastik.

 

Kesimpulan

Nah, sekarang jelas khan bahwa (setidaknya di masa depan) tidak semua beras sintetis itu berbahaya. Yang berbahaya adalah beras sintetis yang ada kandungan plastiknya. Demikian opini masa depan ini, semoga bermanfaat.