User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Anda yang lahir antara tahun 1960 - 1970-an layak disebut sebagai generasi paling beruntung. Mengapa? karena Anda telah mengalami era "Musik Era 80-an" saat masih berusia remaja. Masa remaja pada era 1980-an adalah masa-masa yang sangat indah karena generasi pada masa tersebut dapat menikmati musik-musik indah dan menjadi saksi sejarah terciptanya karya-karya musik fenomenal. Yah ... puncak kejayaan atau "masa keemasan" musik dunia terjadi pada era 1980-an. Musik-musik indah dan fenomenal telah tercipta pada 'Era 80-an' oleh seniman2 di seluruh dunia. Yang penulis maksudkan sebagai "Era musik 80-an" adalah musik-musik yang tercipta antara tahun 1960 hingga 2000 dengan puncaknya terjadi pada tahun 1980-an.

 

Mengapa puncak kejayaan musik dunia terjadi pada "Era 80-an"? Apa istimewanya Era 80-an?? Era 1980-an merupakan periode emas bagi dunia musik sebab pada masa itu lagu-lagu popular dan melankolis mengalami booming di seluruh dunia. Masa emas seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya dan kemungkinan besar tidak akan dialami lagi oleh umat manusia di planet bumi ini di masa depan. Pada Era 80-an, lagu-lagu populer dan melankolis tercipta dengan sangat mudah setiap saat, seperti ayam bertelur, dan sebagian besar lagu-lagu tsb diterima masyarakat karena enak didengar dan menjadi lagu jadul nan abadi hingga saat ini. Bagaimana penjelasannya?

 

Saudara-saudari yang mengalami masa-masa ‘80-an’ tentu setuju bahwa lagu-lagu yang tercipta pada masa tersebut (yang sekarang disebut sebagai musik/lagu jadul) secara umum tidak dapat disamakan dengan lagu-lagu masa kini (era setelah tahun 2000). Pada era tersebut, setiap tahun ada ratusan (mungkin ribuan) lagu tercipta dan dirilis, seolah mengalir begitu saja, dan anehnya musik tersebut berkualitas baik, mudah diterima masyarakat, dan hingga saat ini masih banyak dari lagu-lagu tersebut yang digemari masyarakat seolah menjadi lagu nan abadi. Oleh karena itu tidak aneh apabila ada orang yang mengatakan, "enakan musik zaman dulu yah, gak cepat ngebosanin. Kalau musik zaman sekarang, genjrang-genjreng gak jelas di telinga."

 

Namun, apakah yang menyebabkan musik 80-an mudah tercipta, enak di dengar, dan mudah diterima masyarakat? Beberapa pakar musik mengatakan bahwa konon pada masa tahun 80-an, bumi kita secara global sedang dipenuhi (dipengaruhi) oleh "aura cinta" yang menyebabkan kondisi lingkungan dan penghuninya seolah dipenuhi dengan kisah-kisah cinta. Ada pula yang mengatakan bahwa pada era 80-an bumi kita sedang berada di bawah pengaruh 'dewi amor' (dewi percintaan). Aura dan hawa cinta mempengaruhi para seniman musik di seluruh dunia termasuk di Indonesia yang menyebabkan mereka dapat menciptakan karya-karya musik terutama yang bertema percintaan dengan sangat mudah dan enak didengar. Bukan hanya musik, juga cerita-cerita fiksi dan novel bertemakan cinta banyak terlahir pada era tersebut. Buktinya?

 

Tidak usah jauh-jauh mencari bukti. Coba cari musisi Indonesia yang sangat produktif pada Era 80-an, dimana pada waktu itu mereka dapat menciptakan 5 buah lagu dalam waktu 1 minggu. Tapi coba lihat sekarang, mereka tiba-tiba jadi tidak produktif. Dan bila sekarang mereka diminta menciptakan lagu, mungkin mereka akan mengalami kesulitan untuk menciptakan walaupun hanya satu lagu dalam tempo 1 bulan.

 

Era musik 80-an telah melahirkan banyak grup band legendaris dan musisi top dunia. Siapa yang tidak kenal dengan Grup-grup Band legend seperti The Beatles, The Beegees, ABBA, Rolling Stones, Queen, Led Zeppelin, Metallica, Guns N Roses, The Police, dll. Dari Indonesia Koes Plus, Panbers, The Mercys, Favourite's Group, D'lloyd, Trio Bimbo, The Rollies, dll. Musisi tingkat dunia Elvis Presley, John Lennon, Paul Mc. Cartney, Bob Marley, Stevie Wonder, Phil Collins, Elton John, Michael Jackson, dll ... dll. Musisi Indonesia Titik Puspa, Titiek Sandhora & Muchsin Alatas, Tetty Kadi, Franky & Jane, Chrisye, Ebiet G. Ade, Rinto Harahap, Obbie Mesakh, Iwan Fals, Rhoma Irama, Benyamin Sueb, Erwin Gutawa, Tito Sumarsono, Ian Antono, dll ... dll yang tidak dapat disebutkan satu persatu .... Bandingkan dengan era sekarang, ada yang lebih baik? mungkin, tapi apakah lebih banyak dari era 80-an?