Opini sebelumnya

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Masyarakat punya kecenderungan menggeneralisasi (menyamaratakan) keadaan atau segala sesuatu yang bersifat negatif. Contohnya, bila si A mempunyai sifat jelek (misalnya suka mencuri) maka masyarakat akan menganggap seluruh anggota keluarga si A juga suka mencuri, sama jeleknya dengan si A.

 

Nah, dalam lingkup yang lebih luas, ternyata di segala bangsa, ras dan agama, selalu ada saja manusianya yang punya sifat buruk (jahat) dan baik, malah sangat jahat atau sangat baik. Semua sama, tak ada bedanya antara 1 bangsa/ras dengan bangsa/ras lain, tidak ada bangsa, suku bangsa atau ras yang seluruh (100%) penduduknya baik atau jahat semua. Tidak ada pula agama yang seluruh (100%) pemeluknya punya sifat yang baik atau semuanya jahat. Selalu ada saja yang baik dan ada saja yang jahat.

 

Ini repotnya, di satu sisi, masyarakat punya kecenderungan menggeneralisasi (menyamaratakan) bila ada 1 orang dari kelompok agama tertentu (misalnya) yang berbuat onar atau kejahatan, maka masyarakat menganggap seluruh anggota kelompok agama tersebut adalah orang-orang jahat. Di sisi lain, fakta mengungkapkan bahwa ternyata di setiap bangsa, suku bangsa, ras dan agama, selalu ada saja orang-orang yang punya sifat buruk (jahat) dan baik.

 

Jadi salah siapa? Kenapa bila ada 1 orang atau kelompok kecil orang yang mengatasnamakan 1 agama tertentu berbuat jahat, maka yang menanggung akibatnya (dianggap jahat) adalah kelompoknya yang lebih besar? ini adalah sifat atau kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi keadaan. Oleh karena itu, yang patut dipersalahkan adalah "generalisasi." Hehehe ...

 

Arti Kata “Generalisasi”

Mari kita lihat arti “generalisasi.” Menurut (dikutip dari) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (dalam jaringan/online), arti generalisasi sbb:

generalisasi/ge·ne·ra·li·sa·si/ /géneralisasi/ n 1 perihal membentuk gagasan atau simpulan umum dr suatu kejadian, hal, dsb; 2 perihal membuat suatu gagasan lebih sederhana dp yg sebenarnya (panjang lebar dsb); 3 perihal membentuk gagasan yg lebih kabur; 4 penyamarataan;

-- empiris tesis, hukum, atau hipotesis berdasarkan pengamatan thd kenyataan tertentu dan spesifik; 
-- metodologis prinsip atau hukum yg menjelaskan suatu keahlian dan teknik untuk mempelajari dan mendekati inti suatu ilmu; 
-- normatif generalisasi yg menyatakan penilaian; 
-- substantif simpulan umum dl bentuk sebab akibat yg tidak terikat oleh waktu dan tempat; 
-- teoretis tesis, hukum, atau hipotesis yg dicapai dng asumsi dasar bahwa variabel lainnya dianggap konstan; 
-- terburu-buru simpulan mutlak yg ditarik terlalu tergesa-gesa;

menggeneralisasi/meng·ge·ne·ra·li·sa·si/ v membentuk generalisasi

 

Referensi

http://kbbi.web.id/generalisasi

 

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Indonesia disentak kekagetan (heboh) dengan munculnya beras sintetis pada Bulan April 2015. Hingga akhir Mei 2015 gonjang-ganjing masalah beras sintetis nampaknya belum sepenuhnya selesai. Walaupun dari pihak berwenang sudah mengeluarkan pernyataan bahwa beras plastik tidak pernah ada, dan itu hanyalah isu belaka, namun nampaknya masyarakat Indonesia sudah terlanjur khawatir (resah) dengan munculnya beras sintetis tsb. Terlepas dari benar tidaknya adanya peredaran beras sintetis, penulis ingin mengemukakan satu sudut pandang berbeda terkait beras sintetis, yaitu bahwa beras sintetis merupakan suatu terobosan jitu untuk mengatasi masalah pangan di dunia.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Duhh ... para pengendara motor mengeluh

banyak jalan berlubang di Jakarta 

kami sudah berhati-hati tapi tetap saja sesekali masuk ke ranjau-ranjau itu

di siang hari masih bisa kena

apalagi malam hari dengan penerangan jalan yang minim

belum lagi ancaman begal

kami sudah bayar pajak

tarif listrik sudah naik berlipat-lipat

tapi kenapa penyedia listrik begitu pelitnya menambah penerangan jalan?

kenapa pula penanggungjawab tidak segera menimbun lubang-lubang di jalan?

kapan diperbaiki? musim hujan sudah berkurang

apalagi yang ditunggu?

menunggu tuntutan pengguna jalan yang mengerti dan mau repot?

atau menunggu semakin banyak para teruna bangsa yang tersungkur di sana?

 

Biarkan mereka cacat seumur hidup

biarkan mereka meregang nyawa

biarkan jumlah janda-janda muda bertambah

biarkan jumlah anak-anak yatim bertambah

biarkan anak-anak yatim merengek dan menangis

itu bukan urusan kami

bagi kami, cukup kalau proyek kami mengeduk untung

yang terpenting dapur kami selalu mengebul

biarkan mereka .....

egp