Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit/keadaan dimana kadar gula berlebihan di dalam darah disebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup dan atau adanya kelainan insulin, serta ketidakmampuan sel menggunakan insulin secara benar dan efisien (resistensi insulin).

 

Insulin adalah suatu hormon yang di produksi oleh kelenjar ludah perut (pankreas), hormon ini berfungsi sebagai pengendali jumlah gula yang beredar di dalam darah. Ketika kita makan/minum maka makanan termasuk gula (glukosa) akan diserap usus halus, sejumlah glukosa akan memasuki aliran darah sehingga merangsang kelenjar pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin berguna untuk menurunkan kadar gula di dalam darah dan memungkinkan gula berpindah/diserap kedalam sel dan mengubahnya menjadi energi atau disimpan dalam bentuk lemak atau glikogen untuk diubah menjadi energi bila nanti diperlukan.

 

Penyebab DM

Ada sedikitnya 3 kondisi sebagai penyebab DM yaitu: produksi insulin tidak memadai (tidak ada atau berkurang), insulin cacat/tidak sempurna (ini jarang terjadi) dan ketidakmampuan sel tubuh menggunakan insulin secara benar dan efisien (keadaan ini disebut juga 'resistensi insulin').

 

Jenis DM

Ada 3 tipe DM yang terutama, yaitu:

  • Diabetes Tipe 1: tipe ini disebut juga Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau Juvenile Diabetes Mellitus. Pada DM tipe ini, kelenjar pankreas mengalami serangan autoimun oleh tubuh sendiri sehingga sel-sel beta penghasil insulin pada kelenjar pankreas mengalami kerusakan yang mengakibatkan ketidakmampuan memproduksi insulin. Penderita harus bergantung kepada pengobatan insulin dari luar untuk dapat bertahan hidup. DM tipe 1 biasanya mulai terjadi pada usia muda (<30 tahun). Jumlah penderita DM tipe ini ada sekitar 10% dari seluruh populasi penderita DM di seluruh dunia.

 

  • Diabetes Tipe 2: tipe ini disebut juga Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau Adult Onzet Diabetes Mellitus (AODM). Pada DM tipe 2, kelenjar pankreas masih bisa memproduksi insulin namun tidak cukup untuk keperluan tubuh, selain itu terjadi resistensi insulin dimana sel-sel otot dan jaringan lemak menjadi kurang peka terhadap insulin. DM tipe 2 biasanya mulai terjadi pada usia >30 tahun dan biasanya berhubungan dengan kebiasaan makan yang buruk, berat badan berlebihan serta kurangnya olahraga. Jumlah penderita DM tipe ini ada sekitar 90% dari seluruh populasi penderita DM di seluruh dunia.

 

  • Diabetes Dalam Kehamilan (Gestational Diabetes): DM tipe ini terjadi sementara pada waktu ibu mengalami kehamilan. Perubahan hormonal yang signifikan selama kehamilan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah pada individu tertentu. DM ini biasanya sembuh setelah melahirkan, namun 25-50% dari wanita yang mengalami Gestational Diabetes akan mengalami Diabetes Tipe 2 di kemudian hari terutama pada wanita yang kelebihan berat badan setelah melahirkan atau mereka yang memerlukan pengobatan insulin sewaktu menderita Gestational Diabetes.

 

Gejala DM

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan glukosa memasuki urin. Tingginya kadar gula dalam urin menyebabkan ginjal mem-'force' tambahan air kedalam untuk dikeluarkan, oleh karena itu penderita akan banyak kencing. Banyaknya kencing akan menyebabkan dehidrasi maka penderita sering merasa haus sehingga banyak minum. Banyaknya air dan kalori yang terbuang menyebabkan penderita mudah merasa lapar sehingga banyak makan.

Gejala DM antara lain:

  • Polyuria (banyak kencing)
  • Polydipsia (banyak minum)
  • Polyphagia (banyak makan)
  • Badan bertambah kurus
  • Mudah terinfeksi dan luka sulit sembuh
  • Gejala lain: mengalami kelelahan/lemas yang berlebihan walaupun tidak bekerja, gangguan penglihatan, infeksi kulit menahun.
  • Pada kasus yang berat dapat terjadi penurunan kesadaran.

 

Bagaimana Mendiagnosa DM?

Selain berdasarkan gejala, pemeriksaan yang paling praktis adalah pemeriksaan gula darah puasa. Caranya: lakukan puasa semalaman (minimal 8 jam), pada keesokan pagi harinya dilakukan pemeriksaan kadar gula darah (bisa dilakukan sendiri bila mempunyai alat Glukosameter atau mendatangi laboratorium).

 

Kesimpulan hasil pemeriksaan gula darah

Bila hasil pemeriksaan Gula Darah Puasa adalah 70 sampai 110 mg/dl berarti normal. Bila hasilnya 110-125 mg/dl disebut toleransi glukosa terganggu (TGT, GTT). Bila gula darah puasa >126mg/dl dua kali berturut-turut berarti ada kemungkinan menderita DM (kecuali untuk bayi dan beberapa ibu hamil).

 

Setelah pemeriksaan gula darah puasa, dapat dilakukan pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial (setelah makan), bila hasilnya kurang dari 140 mg/dl berarti normal. Bila hasilnya 140-199 mg/dl berarti Toleransi Glukosa Terganggu. Bila hasilnya > 200 mg/dl berarti DM.

 

Bila pemeriksaan gula darah dilakukan sewaktu-waktu tanpa didahului persiapan (tanpa puasa) disebut pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Hasil GDS: bila hasilnya > 200 mg/dl berarti menderita DM.

 

Komplikasi DM

Semakin lama Diabetes bercokol di tubuh maka akan semakin banyak organ tubuh yang akan terkena dampaknya (komplikasi). Biasanya dampak pada organ-organ tubuh terjadi setelah menderita DM lebih dari 10 tahun. Dampak yang paling sering adalah kerusakan pembuluh darah kecil dan pembuluh darah besar, mempercepat pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dengan berbagai akibatnya seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, komplikasi pada ginjal (diabetika nefropati) akan menyebabkan gagal ginjal, pada otak dapat menyebabkan stroke, kerusakan retina mata (diabetika retinopati) menyebabkan rabun sampai kebutaan, pada pembuluh darah dan syaraf menyebabkan impotensi, kesemutan, tidak dapat merasakan sensasi akibat kerusakan syaraf, luka sulit sembuh hingga membusuk (gangren), dll.

 

Pengobatan

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan yaitu dengan seoptimal mungkin mengontrol kadar gula darah agar selalu stabil baik dengan memakai obat-obat antidiabetes oral atau injeksi insulin, ditambah pengaturan diet makanan serta melakukan olahraga sesuai takaran. Untuk itu penderita perlu berkonsultasi kepada dokter secara teratur dan mengikuti petunjuk yang diberikan, mengecek kadar gula darah secara teratur serta berkonsultasi kepada ahli gizi untuk mengatur diet makanan yang dikonsumsi.

 

Referensi

  1. Dari berbagai sumber (materi kuliah, hospital bedside teaching, etc)
  2. http://www.merck.com, diakses 9 Januari 2010
  3. http://www.medicine.net, diakses 9 Januari 2010
  4. http://www.wikipedia.com, diakses 9 Januari 2010