User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Penyebab kematian yang tersering pada ibu hamil dan bersalin adalah terjadinya perdarahan. Sedangkan salah satu penyebab perdarahan adalah Solusio Plasenta. Solusio Plasenta adalah keadaan dimana plasenta (ari-ari ) terlepas sebagaian atau seluruhnya dari perlekatannya di rahim, yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 28 minggu (7 bulan). Solusio plasenta menyebabkan perdarahan per vaginam pada ibu hamil dan menurunkan suplai oksigen dan nutrisi kepada janin sehingga membahayakan nyawa si janin, atau bila bayi berhasil dilahirkan sering dengan berat badan lahir yang rendah (BBLR)

 

Jenis Solusio Plasenta

Karena luasnya bagian plasenta yang terlepas bergradasi, secara umum solusio plasenta dibagi dalam 3 jenis:

1.       Plasenta terlepas di bagian pinggir

2.       Plasenta terlepas lebih luas (parsialis)

3.       Plasenta terlepas seluruhnya (total)

 

Sedangkan pembagian berdasarkan gejala:

1.      Solusio plasenta ringan (bagian yang terlepas <25%, jlh perdarahan <250cc)

2.      Solusio plasenta sedang (bagian yang terlepas 25-50%, jlh perdarahan 250-1000cc)

3.      Solusio plasenta berat (bagian yang terlepas >50%, jlh perdarahan >1000cc)

 

Solusio plasenta ringan biasanya baru diketahui setelah ibu melahirkan.

 

Solusio plasenta biasanya terjadi bertahap, tidak langsung total. Gejala sering tidak nampak karena seringkali perdarahan tidak langsung keluar dari vagina karena: belum terjadi pembukaan serviks atau plasenta yang terlepas adalah bagian tengah lebihdulu sedangkan bagian tepi masih melekat shg darah tertahan (tersembunyi) di tengah dan membentuk sac (kantong) yang menampung darah. Bila darah semakin banyak, beban plasenta semakin besar maka bagian tepi mulai terlepas sebagian atau langsung terlepas seluruhnya.

 

Penyebab

Belum diketahui secara pasti, namun para ahli mengemukakan bahwa Solusio plasenta sering terjadi pada ibu yang mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Ada beberapa faktor penyebab yang sudah teridentifikasi bisa mencetuskan solusio plasenta.

 

Faktor-faktor yang memengaruhi (ikut berperan) dalam terjadinya Solusio Plasenta adalah:

·         Hipertensi

·         Kelainan pada ginjal

·         Tali pusat yang pendek (bila janin bergerak terlalu aktif maka plasenta tercabut sebagian)

·         Anemia

·         Kurang gizi

·         Trauma: jatuh, terbentur benda keras

·         Usia bumil: semakin tinggi usia ibu hamil maka semakin beresiko terjadi solusio plasenta

·         Paritas tinggi (multipara, sering melahirkan)

 

Tanda dan gejala solusio plasenta

Gejala yang terjadi tergantung luasnya bagian plasenta yang terlepas. Sering tidak menimbulkan gejala menyebabkan solusio plasenta sangat berbahaya. Pada 30% kasus, daerah plasenta yang terlepas tidak terlalu luas sehingga tidak memberikan gejala sampai ibu melahirkan dan diagnosis ditegakkan secara retrospektif setelah anak lahir dengan terlihatnya perdarahan di bagian dalam plasenta.

 

Gambaran klinik sangat bervariasi tergantung berat ringan solusio plasenta, antara lain:

·         Ibu mengeluh sakit perut yang tiba-tiba, terus-menerus, ada kalanya Ibu tidak paham mengenai lokasi rasa nyeri tersebut

·         Perdarahan melalui vagina (tidak selalu terjadi), kadang perdarahan per vaginam berwarna hitam beserta bekuan-bekuan darah.

·         Gerakan janin berkurang dari biasanya sampai tidak bergerak sama sekali

·         Ibu mengeluh pusing, lemas, mual, muntah, pandangan berkunang-kunang

·         Perut teraba tegang dan keras

·         Bagian-bagian janin susah dikenali dalam pemeriksaan luar

·         Denyut jantung janin sulit dilacak

·         Pada yang berat, keadaan umum ibu cepat memburuk sampai syok

 

Kesimpulan

Solusio plasenta merupakan salah satu penyebab perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap tingginya kasus kematian maternal, perinatal, neonatal, dan BBLR di Indonesia. Beberapa faktor yang turut berperan dalam terjadinya solusio plasenta antara lain:

·         Kurang gizi

·         Anemia

·         Paritas tinggi

·         Usia lanjut pada ibu hamil

·         ketidaktahuan

·         Pelayanan kesehatan (ANC kurang adekuat)

·         Sosial ekonomi rendah

Add comment


Security code
Refresh