Penyakit tidak menular

Info pilihan beberapa penyakit tidak menular

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Penyebab kematian yang tersering pada ibu hamil dan bersalin adalah terjadinya perdarahan. Sedangkan salah satu penyebab perdarahan adalah Solusio Plasenta. Solusio Plasenta adalah keadaan dimana plasenta (ari-ari ) terlepas sebagaian atau seluruhnya dari perlekatannya di rahim, yang terjadi pada usia kehamilan lebih dari 28 minggu (7 bulan). Solusio plasenta menyebabkan perdarahan per vaginam pada ibu hamil dan menurunkan suplai oksigen dan nutrisi kepada janin sehingga membahayakan nyawa si janin, atau bila bayi berhasil dilahirkan sering dengan berat badan lahir yang rendah (BBLR)

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diperkirakan 2,7% laki-laki dan 2,2% perempuan di Indonesia diperkirakan menderita Hipotiroid, dan diperkirakan ada 12,8% laki-laki serta 14,7% perempuan di Indonesia menderita Hipertiroid.  Sedangkan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar, pada tahun 2013, dari seluruh penduduk usia ≥15 tahun di Indonesia, sebanyak 700.000 orang terdiagnosis hipertiroid. Hipotiroid dan Hipertiroid merupakan jenis-jenis dari gangguan/penyakit Tiroid.

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive


Sumber Foto: WHO

Menurut Badan Kesehatan Sedunia, WHO, 2010, hampir dua per tiga dari kematian di seluruh dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular. Di negara-negara berkembang dan negara miskin (dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah), dari seluruh kematian yang terjadi pada orang berusia kurang dari 60 tahun, 29% disebabkan oleh PTM, sedangkan di negara-negara maju sebesar 13%. Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) atau Noncommucable diseases (NCDs) di banyak negara terutama di negara-negara dengan tingkat income rendah sampai menengah dalam beberapa dasawarsa kedepan diprediksi akan menunjukkan trend yang semakin meningkat. Hal ini terkait erat dengan perilaku (behavior dan habits) yang berisiko untuk terkena penyakit tidak menular.