Teori

Beberapa teori yang berkaitan dengan data.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Salah satu penyebab rendahnya kualitas data kesehatan di Indonesia adalah sering terjadinya perbedaan pemahaman tentang Definisi Operasional (DO) Indikator Program Kesehatan di antara para stakeholder yaitu petugas kesehatan, programmer, dan petugas pencatatan dan pelaporan data rutin. Perbedaan pemahaman tentang DO bisa terjadi di setiap jenjang administrasi mulai di level desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai level nasional, dan fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari posyandu, polindes, poskesdes, puskesmas, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, hingga di pusat. Beberapa Definisi Operasional berikut ini kiranya ini dapat membantu para stakeholder menyamakan pengertian terhadap DO indikator program kesehatan. Dengan demikian diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan kualitas data kesehatan Indonesia.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

Grafik Perkembangan Angka Kematian Ibu (AKI) sejak Tahun 1992 - 2012.                                                                    (Sumber: SDKI)

 

Pemerintah cq. BPS berkolaborasi dengan BKKBN sudah menyelesaikan analisis Angka Kematian Ibu (AKI) atau Maternal mortality ratio (MMR) 2012 dari hasil pelaksanaan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dan Sensus Penduduk (SP) tahun 2010. Hasilnya sudah ada, ternyata Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2012 cukup mengejutkan dan diluar prediksi banyak pihak. Hasilnya dapat kita lihat pada grafik di atas.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Epidemi Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan penyakit AIDS yang muncul di muka bumi sejak 30 tahun yang lalu saat ini semakin nyata telah masalah kesehatan masyarakat yang amat serius di dunia maupun Indonesia. Semua pakar setuju bahwa kasus HIV AIDS mengikuti fenomena "gunung es", artinya kita memprediksi masih sangat banyak kasus di masyarakat yang belum terlacak (baca: tercatat atau terdata). Dengan kata lain, jumlah kasus HIV AIDS yang terjadi di masyarakat sebenarnya jauh lebih tinggi daripada jumlah kasus berdasarkan data yang kita miliki. Permasalahan data ini tidak terlepas dari belum optimalnya upaya pengendalian disebabkan kurangnya sumber daya, sangat banyaknya indikator dan beragamnya definisi operasional (DO) serta terjadi fragmented dalam sistem pencatatan dan pelaporan (recording & reporting atau R/R) karena setiap stakeholder bisa mengeluarkan indikator & DO masing-masing, melakukan  R/R dan memublikasi data HIV, AIDS & Infeksi Menular Sexual (IMS). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkrit pengendalian penyebaran virus HIV dan penyakit AIDS di Indonesia, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyatukan seluruh data HIV AIDS & IMS melalui 1 sistem RR yaitu Sistem Informasi HIV AIDS yang disebut "SIHA." SIHA telah diluncurkan (launching) pada 19 Desember 2012 yang lalu sehingga sudah dapat dipakai sebagai media pencatatan dan pelaporan HIV AIDS & IMS yang resmi.