Kesehatan Anak

Tumbuh Kembang Anak

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pertanyaan tentang batasan usia anak atau sampai umur berapa seorang manusia secara legal masih masuk dalam kelompok anak seringkali dilontarkan dalam suatu pertemuan atau rapat. Pembagian kelompok umur anak ini berdasarkan peraturan yang masih berlaku di Indonesia, sedangkan pembagian menurut dunia internasional bisa saja berbeda, contohnya, batasan usia anak remaja di Indonesia sampai umur 18 tahun, sedangkan menurut the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECDbatas usia anak remaja sampai umur 15 tahun. Semoga tulisan yang disarikan dari beragai sumber ini bisa menjawab pertanyaan yang sering diajukan tentang batasan umur anak serta definisi operasionalnya.

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD), kalangan pendidik sering juga menyebut sebagai "Pendidikan Anak Usia Dini" sudah berkembang di negeri ini sejak kira-kira 20 tahun yang lalu. Namun perkembangan terpesat dicapai dalam 10 tahun terakhir. Program PAUD yang efektif dan efisien seharusnya tidak berdiri (baca: berupaya) sendiri-sendiri di masing-masing sektor tetapi terintegrasi dan melibatkan banyak sektor antara sektor pendidikan, kesehatan, agama, sosial, keluarga berencana, dst. Upaya Program PAUD yang terintegrasi dinamakan sebagai PAUD Holistik Integratif.

User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive

 

Pendahuluan

Periode 5 (lima) tahun pertama kehidupan anak sering disebut sebagai "Masa Emas (golden period) atau Jendela Kesempatan (window opportunity) atau Masa Kritis (critical period)" karena periode ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia, masa yang sangat peka bagi otak anak untuk menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya. Mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang  'relatif pendek'  dan tidak akan terulang kembali dalam kehidupan seorang anak, maka orang tua/pengasuh/pendidik/masyarakat dan tenaga kesehatan harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membentuk anak menjadi manusia yang berkualitas tinggi melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang.