User Rating: 4 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Inactive
 

Salah satu esensi Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) adalah bahwa peringatan ini merupakan ajang unjuk prestasi dan potensi seluruh komponen bangsa khususnya anak-anak Indonesia. Setiap tahun ditegaskan oleh otoritas berwenang bahwa acara peringatan HAN merupakan acara milik anak Indonesia, dari dan untuk anak Indonesia. Agar peringatan ini tidak menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan, maka dikeluarkanlah "Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013" yang disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Sebagian besar artikel tentang Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2013 ini dikutip dan bersumber dari pedoman tersebut.

 

Latar Belakang Peringatan Hari Anak Nasional
Anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan oleh karenanya kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disamping bekal tersebut, usaha pembinaan anak perlu pula diarahkan untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab mereka kepada orang tua dan masyarakat serta kepada bangsa dan negara. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan usaha kesejahteraan anak pada umumnya, maka pemerintah memandang perlu menetapkan Hari Anak Nasional. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44/1984 tentang Hari Anak Nasional tertanggal 19 Juli 1984, telah ditetapkan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Peringatan Hari Anak Nasional di Indonesia telah diselenggarakan sejak 1986 sampai sekarang. Peringatan HAN biasanya diselenggarakan oleh organisasi pemerintah, swasta dan masyarakat baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota hingga luar negeri.


Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) sebagai koordinator HAN setiap tahunnya menunjuk 1 Kementerian teknis (secara bergantian) sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Anak Nasional. Untuk tahun 2013, berdasarkan Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor B.246/MENKO/KESRA/XII/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Penunjukkan HAN 2013, yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Peringatan HAN tingkat nasional adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) Republik Indonesia.

Dasar Hukum Penyelenggaraan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013
Dasar Hukum penyelenggaraan peringatan HAN 2013 adalah:

  1. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;

  2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;

  3. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

  4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

  5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan daerah provinsi, dan Pemerintahan Daerah kabupaten dan kota;

  6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional;

  7. Surat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor B.246/MENKO/KESRA/XII/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Penunjukkan HAN 2013;

  8. Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Nomor 20 tanggal 10 Mei 2013 tentang Panita Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013.

 

Arti Strategis Peringatan HAN
Peringatan HAN pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak serta menghargai pendapat anak.
 

Tema Hari Anak Nasional 2013
”Indonesia Yang Ramah Dan Peduli Anak Dimulai Dari Pengasuhan Dalam Keluarga”

Sub Tema:

  1. Perkuat jati diri anak Indonesia melalui penanaman nilai-nilai luhur budaya bangsa;

  2. Penuhi hak identitas anak melalui akta kelahiran;

  3. Kembangkan potensi anak sejak dini sesuai minat dan bakatnya;

  4. Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak;

  5. Dengarkan dan hargai suara dan pendapat anak;

  6. Tingkatkan kepedulian untuk mencegah kekerasan terhadap anak;

  7. Wujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri;

  8. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang sehat sebagai media pengembangan inovasi dan kreatifitas anak.

 

Maksud dan Tujuan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013
Maksud Peringatan HAN 2013 adalah:

  1. Peringatan HAN dimaksudkan agar seluruh komponen bangsa Indonesia, yaitu negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif.

  2. Menggugah dan meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa Indonesia bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, dan oleh karena itu kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tujuan Peringatan HAN 2013 adalah:

  1. Meningkatkan peran serta pemerintah, dunia usaha, masyarakat, keluarga dan orang tua dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

  2. Menunjukkkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-hak Anak.

 

Slogan Hari Anak Nasional 2013

Slogan HAN 2013 adalah:

  1. Stop kekerasan terhadap anak

  2. Partisipasi dan kemandirian anak tentukan masa depan bangsa

  3. Dukung keluarga dalam membangun kemandirian dan daya tahan anak

  4. Anak cerdas gunakan Internet sehat

  5. Bersama kita wujudkan Indonesia Layak Anak 

 

Logo Hari Anak Nasional 2013

Makna Logo HAN 2013:
Menggambarkan figur anak laki laki dan perempuan yang sedang bergandengan tangan merangkai simbol nasionalisme (Bendera), intelektual (buku), cita cita dan prestasi (Bintang). Bermakna sebagai generasi penerus harus memiliki nasionalisme, rasa cinta tanah air, solidaritas, kecerdasan, cita-cita yang tinggi.
 

Sifat Penyelenggaraan Peringatan Hari Anak Nasional 2013
Penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional 2013 bersifat:
a. Koordinatif
Penyelenggaraan Peringatan HAN Tahun 2013 melibatkan berbagai pihak dari unsur pemerintahan, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi wanita, organisasi masyarakat, organisasi profesi, kalangan pemerhati anak, komunitas remaja, dunia usaha, media massa, NGO international dan organisasi/komunitas lain yang terkait. Setiap unsur memiliki peran dan program/kegiatan yang di tingkat nasional dan dalam pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia selaku Koordinator dan Penyelenggara. Adapun untuk tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dikoordinasikan oleh Badan/Biro/Kantor PP & KB/Kantor P3AKB.

 

b. Apresiatif
Penyelenggaraan Peringatan HAN dimaksudkan untuk menghargai prestasi dan kreativitas anak, dan juga kiprah kalangan pendidik dan pemerhati anak, serta tokoh masyarakat yang sangat peduli terhadap tumbuh kembang anak secara optimal dan pemenuhan haknya.

 

c. Komunikatif
Penyelenggaraan Peringatan HAN membangun komunikasi lintas sektor, lintas pemangku kepentingan pada masyarakat dan dunia usaha untuk mendengarkan suara anak, serta berpartisipasi dalam berbagai bidang pembelajaran untuk anak dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan anak.

 

d. Partisipatif
Penyelenggaraan Peringatan HAN dilakukan secara sederhana, bermakna, dan mudah diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan di pemerintahan, masyarakat, dan dunia usaha untuk mendukung terwujudnya pemenuhan hak anak.

 

Landasan Kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional 2013
Landasan peringatan HAN 2013 punya tujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran anak untuk berbakti dan menghormati orang tua, berjiwa dan bersemangat membangun, cinta tanah air serta berbakti dan mengabdi kepada bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan landasan tersebut maka penyelenggaraan kegiatan HAN 2013 hendaknya bersifat sederhana, khidmat, tertib, merata, dan penuh makna, serta memberi kesan yang mendalam dan bermanfaat bagi anak dan para generasi penerus bangsa.
 

Kegiatan Dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2013

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan peringatan HAN melibatkan seluruh komponen bangsa termasuk unsur pemerintahan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi wanita, organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi keagamaan, kalangan pemerhati anak, komunitas remaja, dunia usaha, media massa, NGO international dan organisasi/komunitas lain yang terkait.

 

Rangkaian kegiatan Peringatan HAN Tahun 2013 dapat berbentuk:
a. Forum anak/jambore;
b. Seminar/temu wicara;
c. Bhakti sosial;
d. Pameran dan bazar;
e. Pemberian penghargaan;
f. Lomba-lomba/permainan/ seni budaya;
g. Jalan sehat/sepeda santai.
 

Kepanitiaan Dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2013
Di tingkat Nasional:
Penyelenggaraan Peringatan HAN Tahun 2013 di pusat dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Repubik Indonesia.


Di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota:
Penyelenggaraan Peringatan HAN Tahun 2013 di provinsi, dan kabupaten/kota dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur, Bupati/Walikota.

 

Di Luar Negeri:
Penyelenggaraan Peringatan HAN Tahun 2013 di luar negeri dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Perwakilan Republik Indonesia di negara masing-masing.

 

Pendanaan Peringatan Hari Anak Nasional 2013
Sumber dana untuk penyelenggaraan Peringatan HAN Tahun 2013 sebagai berikut:
a. Nasional dan Luar Negeri:

  1. APBN

  2. Swadaya Masyarakat

  3. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat

b. Daerah (provinsi dan Kabupoaten/Kota):

  1. APBD

  2. Swadaya Masyarakat

  3. Sumber lain yang sah dan tidak mengikat


Arahan:

  1. Pedoman ini merupakan arahan umum dan penyelenggaraannya disesuaikan dengan situasi, kondisi dan kemampuan setempat;

  2. Hal-hal yang belum tercantum dalam Pedoman Penyelenggaraan ini dapat dikembangkan oleh Panitia setempat;

  3. Setelah penyelenggaraan Peringatan HAN dilaksanakan, penanggung jawab masing-masing segera melaporkan secara tertulis kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan dilampiri foto dokumentasi dan dikirim ke:

Sekretariat Panitia Nasional Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2013
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI
Jalan Abdul Muis No.7 Jakarta Pusat.

Telp.021- 34835456 Ext.1006, 1027

Contact Person:
1. Laksmi Indiati - Hp.0815.13301144, Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.,
2. Jossy - Hp. 0812.9173440, email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
3. Ika Septia - Hp 0817.9152832, email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.,


Referensi

  1. Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989.

  2. UUD 1945 pasal 28B ayat 2.

  3. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

  4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.

  5. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013.