Kondisi Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL), Angka Kematian Ibu (AKI) dan penyebabnya di Indonesia

Kondisi Angka Kematian Neonatal, Bayi, dan Balita di Indonesia
Menurut data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia sebesar 19 kematian/1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 32 kematian/1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Balita (AKABA) sebesar 40 kematian/1000 kelahiran hidup. Dengan demikian tren AKB dan AKABA menunjukkan adanya penurunan namun melandai sedangkan AKN tidak ada perbaikan dibandingkan hasil SDKI 2007.

 

 

Grafik Tren AKN, AKB dan AKBAL sejak 1991 s/d 2012 dan harapan pencapaian pada tahun 2015.

 

Grafik Kondisi AKN,AKB dan AKBAL antar Provinsi di Indonesia. 
Sumber: Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 (SDKI 2007).

Kondisi Angka Kematian Ibu di Indonesia
Menurut hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 359 kematian/ 100.000 kelahiran hidup. Target yang ingin dicapai sesuai tujuan MDG ke-5, pada tahun 2015 AKI turun menjadi 102 kematian/100.000 kelahiran hidup. Dengan demikian terjadi kenaikan AKI dibandingkan data tahun 2007 dan target MDG kelima tidak tercapai.

 

Grafik Tren AKI sejak tahun 1995 dan target MDG ke-5.
Sumber: Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)

 

Penyebab Kematian



Proporsi penyebab Kematian Bayi baru lahir usia 0-6 hari
Sumber: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007



Proporsi penyebab kematian bayi baru lahir usia 7-28 hari (Neonatal)
Sumber: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007


 


Proporsi penyebab kematian bayi usia 0-11 bulan
Sumber: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007




Proporsi penyebab kematian balita usia 0-59 bulan
Sumber: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007

 

 

Proporsi penyebab kematian ibu
Sumber: Kementerian Kesehatan, 2007

 

Kesimpulan

Penyebab tersering kematian neonatus (0-28 hari) adalah gangguan pernapasan, bayi lahir prematur dan sepsis; penyebab tersering kematian bayi (0-1 bulan) adalah sepsis/infeksi, kelainan kongenital (bawaan) dan pneumonia; penyebab tersering kematian bayi (1-11 bulan) adalah diare, pneumonia dan meningitis/ensefalitis; penyebab tersering kematian balita (0-59 bulan) adalah diare, pneumonia dan necroticans entero collitis (NEC). Penyebab tersering kematian ibu adalah terkait masalah kehamilan, persalinan dan nifas yaitu perdarahan, eklamsia dan infeksi.

 

Sumber

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tahun 2009. 
Share

Comments   

 
0 #1 auto repair estimate 2014-07-16 21:15
What's up to every , for the reason that I am really keen of reading this webpage's post to be updated on a regular basis.
It includes nice data. www.autorepair.hintcenter.com
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de
This site uses encryption for transmitting your passwords. ratmilwebsolutions.com