Peran Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA Dalam Penerapan Buku KIA

             

Gambar: KMS dalam buku KIA untuk anak perempuan

Sumber: Buku Kesehatan Ibu dan Anak revisi tahun 2009

 


Gambar: KMS dalam buku KIA untuk anak laki-laki

Sumber: Buku Kesehatan Ibu dan Anak revisi tahun 2009

 

Di daerah-daerah pelosok Tanah Air terutama di Desa-Desa terpencil dengan kondisi geografis yang sulit seringkali tidak tersedia fasilitas pelayanan kesehatan serta jauh dari jangkauan petugas kesehatan. Di wilayah seperti ini peran Kader Kesehatan dan Pemerhati Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangat diharapkan dalam pelayanan KIA maupun pelayanan kesehatan lainnya. Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA dituntut berperan aktif melayani masyarakat sesuai dengan kompetensi dan kemampuan mereka untuk mengisi/menggantikan peran Petugas Kesehatan.

   

Peran Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA
Peran Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA dalam pelayanan KIA di wilayahnya cukup banyak dan tergolong cukup berat. Sedikitnya ada 10 tugas yang harus dijalani Kader dan Pemerhati KIA, antara lain:

  1. Menjadi pendamping ibu dan keluarganya dalam menerima pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
  2. Membantu keluarga dalam menerapkan buku KIA, misalnya memotivasi ibu dan keluarga untuk membaca dan menerapkan pesan-pesan dalam buku KIA dan melakukan penyuluhan (mengajar) pesan-pesan yang ada di dalam buku KIA.
  3. Membantu Petugas kesehatan dalam pelayanan KIA di Posyandu, dalam kunjungan ke rumah ibu hamil/nifas/bersalin/pasca persalinan maupun kerumah balita.
  4. Memotivasi dan menggerakkan ibu hamil agar mau datang/kontrol ke fasilitas kesehatan.
  5. Memotivasi dan menggerakkan ibu balita agar mau datang dan membawa anaknya ke Posyandu dan sarana kesehatan lainnya.
  6. Memberi pelayanan KIA bagi ibu dan keluarganya pada daerah yang tidak terjangkau oleh Petugas Kesehatan, misalnya menimbang berat badan, mencatat dan memberikan Vitamin A sesuai petunjuk dalam buku KIA.
  7. Mengingatkan ibu untuk selalu membawa buku KIA setiap kali berkunjung ke fasilitas kesehatan.
  8. Merujuk dan mendampingi ibu dan balita yang mempunyai masalah kesehatan kepada Petugas Kesehatan.
  9. Menggunakan buku KIA dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan ibu dan anak.
  10. Menggunakan buku KIA dalam melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak.

 

Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA harus menguasai isi buku KIA
Dalam menjalankan tugas dan perannya, Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA harus mengetahui seluk-beluk Kesehatan Ibu dan Anak sesuai standar yang perlu diketahui.
Buku KIA merupakan salah satu buku pegangan dalam melaksanakan pelayanan KIA yang mutlak harus dikuasai Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA agar dapat menjalankan tugas dan perannya seperti telah diuraikan di atas.

  

Agar para Kader Kesehatan dan Pemerhati KIA memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana pelayanan KIA, mereka perlu dibekali materi KIA melalui kegiatan Orientasi Buku KIA Bagi Kader dan Pemerhati KIA.

 

Referensi

  1. Departemen Kesehatan RI, 2009, Buku Kesehatan Ibu dan Anak.
  2. Departemen Kesehatan RI, 2009, Pedoman Umum Manajemen Penerapan Buku KIA.
  3. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan RI, 2009, Pedoman Orientasi Buku KIA Pada Kader dan Pemerhati KIA.
Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de