Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Apa itu PKPR?

PKPR adalah Pelayanan Kesehatan yang Peduli Remaja, melayani semua remaja dalam bentuk konseling dan berbagai hal yang berhubungan dengan kesehatan remaja. Disini remaja tidak perlu ragu dan khawatir untuk curhat/konseling, mendapatkan informasi yang benar dan tepat untuk berbagai hal yang perlu diketahui remaja.

 

Batasan Usia Remaja

Remaja masih termasuk kedalam kelompok usia anak. Menurut WHO, remaja adalah anak yang berusia antara 10-19 tahun. Sedangkan menurut Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI, 2007), remaja adalah laki-laki atau perempuan yang belum kawin dengan batasan usia meliputi 15-24 tahun.

 

Dasar Hukum

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Pasal 131
(1) Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak.
(2) Upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, setelah dilahirkan, dan sampai berusia 18 (delapan belas) tahun.
(3) Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menjadi tanggung jawab dan kewajiban bersama bagi orang tua, keluarga, masyarakat, dan Pemerintah, dan pemerintah daerah.

Pasal 136
(1) Upaya pemeliharaan kesehatan remaja harus ditujukan untuk mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif, baik sosial maupun ekonomi.
(2) Upaya pemeliharaan kesehatan remaja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk untuk reproduksi remaja dilakukan agar terbebas dari berbagai gangguan kesehatan yang dapat menghambat kemampuan menjalani kehidupan reproduksi secara sehat.
(3) Upaya pemeliharaan kesehatan remaja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

 

Pasal 137
(1) Pemerintah berkewajiban menjamin agar remaja dapat memperoleh edukasi, informasi, dan layanan mengenai kesehatan remaja agar mampu hidup sehat dan bertanggung jawab.
(2) Ketentuan mengenai kewajiban Pemerintah dalam menjamin agar remaja memperoleh edukasi, informasi dan layanan mengenai kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan pertimbangan moral nilai agama dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Dimana Pelayanan PKPR bisa didapat?

Pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dilayani di Puskesmas PKPR (Puskesmas yang menerapkan PKPR). Di Puskesmas PKPR, tersedia tenaga kesehatan yang peduli dan siap melayani semua kelompok usia remaja. Disini remaja dilayani dengan sikap menyenangkan, dihargai dan diterima dengan tangan terbuka.

 

Apa saja yang dilayani di Puskesmas PKPR?

  • Pemeriksaan kesehatan
  • Pengobatan penyakit
  • Konseling/curhat
  • Penyuluhan kesehatan
  • Diskusi dan dialog

Mengapa remaja perlu PKPR?

Remaja berada dalam masa transisi/peralihan dari masa kanak-kanak untuk menjadi dewasa. Secara fisik, remaja dapat dikatakan sudah matang tetapi secara psikis/kejiwaan belum matang, oleh karena itu kelompok anak usia remaja dianggap termasuk dalam kelompok beresiko untuk terkena berbagai masalah termasuk kesehatan.. Beberapa sifat remaja yang menyebabkan tingginya resiko antara lain: rasa keingintahuan yang besar tetapi kurang mempertimbangkan akibat dan suka mencoba hal-hal baru untuk mencari jati diri.

 

Bila tidak diberikan informasi/pelayanan remaja yang tepat dan benar, maka perilaku remaja sering mengarah kepada perilaku yang beresiko, seperti: penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku yang menyebabkan mudah terkena infeksi HIV/AIDS, Infeksi menular seksual (IMS), masalah gizi (anemia/kurang darah, kurang energi kronik (KEK), obesitas/kegemukan) dan perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

 

Sasaran PKPR

Semua remaja dimana saja berada baik di sekolah atau di luar sekolah seperti karang taruna, remaja mesjid/gereja/vihara/pura, pondok pesantren, asrama, dan kelompok remaja lainnya.

 

Manfaat PKPR

  • Menambah wawasan dan teman melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan, dialog interaktif, Focus Group Discussion (FGD), seminar, jambore, dll
  • Konseling/curhat masalah kesehatan dan berbagai masalah remaja lainnya (dan kerahasiaannya dijamin)
  • Remaja dapat menjadi peer counselor/kader kesehatan remaja agar dapat ikut membantu teman yang sedang punya masalah

 

Petugas yang melayani PKPR di Puskesmas

Petugas yang melayani PKPR di Puskesmas PKPR bisa seorang dokter, bidan atau perawat yang sudah terlatih. Mereka akan melayani dengan sabar, ramah, siap menampung segala permasalahan remaja serta siap berdiskusi (memberikan konseling). Petugas khusus yang peduli remaja harus memenuhi kriteria:

  • Mempunyai perhatian dan peduli, baik budi, penuh pengertian, bersahabat, memiliki kompetensi teknis dalam memberikan pelayanan khusus kepada remaja, mempunyai ketrampilan komunikasi interpersonal dan konseling.
  • Mempunyai motivasi untuk menolong dan bekerjasama dengan remaja.
  • Tidak menghakimi, tidak bersikap dan berkomentar tidak menyenangkan atau merendahkan.
  • Dapat dipercaya dan dapat menjaga kerahasiaan.
  • Mampu dan mau mengorbankan waktu sesuai kebutuhan.
  • Dapat/mudah ditemui pada kunjungan ulang.
  • Menunjukkan sikap menghargai kepada semua remaja dan tidak membeda-bedakan.
  • Mau memberikan informasi dan dukungan yang cukup hingga remaja dapat memutuskan pilihan yang tepat untuk mengatasi maalahnya atau memenuhi kebutuhannya.

Kesimpulan

Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja telah tersedia di Puskesmas PKPR. Jadi tunggu apa lagi, bagi ibu/bapak yang anak remajanya memiliki masalah kesehatan dan masalah lainnya ajak saja ke Puskesmas, tentunya perlu ditanyakan terlebih dahulu apakah tersedia pelayanan PKPR di Puskesmas tersebut. Kelebihannya, pelayanan di Puskesmas pasti lebih murah atau gratis. Remaja yang memerlukan dapat pula datang langsung ke Puskesmas PKPR tanpa perlu diantar ortunya.

 

Referensi

  1. Direktorat Bina Kesehatan Keluarga, Depkes RI, 2005, Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas.
  2. Direktorat Bina Kesehatan Anak, Depkes RI, 2009, Leaflet tentang Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja.

Comments   

 
0 #2 obat maag 2014-12-13 02:29
I know this if off topic but I'm looking into starting my own weblog and was curious what all is needed to get setup? I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I'm not very web smart so I'm not 100% certain. Any suggestions or advice would be greatly appreciated. Cheers

Reply:
Dear Obat Maag,
Just right, have a web like this (with suffix dot com) need to rent a server at a web hosting company, but the cost is not expensive. For beginners, I recommend to use the free web hosting.
Quote
 
 
0 #1 obat maag 2014-12-07 17:23
Thanks for sharing such a pleasant idea, piece of writing is pleasant, thats why i have read it fully
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de