MDG 4, Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Balita

Satu diantara kedelapan Target/Sasaran Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) yang sedang diupayakan untuk dicapai Indonesia adalah MDG ke-4 yaitu menurunkan kematian anak. Target yang ingin dicapai pada tahun 2015 adalah mengurangi tingkat kematian anak-anak bawah 5 tahun (balita) hingga dua per tiganya dari kondisi tahun 1990. Indikator keberhasilan target ini adalah: Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL), Cakupan imunisasi campak untuk anak usia hingga 12 bulan dan 12-23 bulan.

 

 

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 68/1000 Kelahiran Hidup sedangkan Angka Kematian Balita (AKBAL) di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 91/1000 Kelahiran Hidup. Berdasarkan perhitungan target yang ingin dicapai sesuai MDG ke-4 adalah menurunkan AKB dan AKBAL sebesar 2/3-nya dari kondisi tahun 1990 maka Pemerintah telah menetapkan target yang ingin dicapai pada tahun 2015 yaitu AKB turun menjadi 23/1000 Kelahiran Hidup dan AKBAL turun menjadi 32/1000 Kelahiran Hidup.

 

Bagaimana posisi Indonesia sekarang? Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia pada tahun 2007 sebesar 34/1000 Kelahiran Hidup sedangkan dan Angka Kematian Balita (AKBAL) pada tahun 2007 sebesar 44/1000 Kelahiran Hidup. Bila kita membandingkan dengan data SDKI tahun 2003 yaitu AKB sebesar 35/1000 Kelahiran Hidup dan AKBAL sebesar 46/1000 Kelahiran Hidup, berarti telah terjadi penurunan dalam kurun 5 tahun (2003-2009) namun penurunannya sangat kecil. Oleh karena itu menjadi pertanyaan kita, dapatkah target MDG 4 tercapai?

 

Mengapa Pemerintah sangat ingin mencapai target MDG 4 (juga target MDGs lainnya)? Alasannya mungkin, bila target MDG4 tercapai maka prestise Indonesia dimata dunia akan meningkat, komunitas Internasional akan melihat keseriusan dan kerja keras Indonesia. Akibatnya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia akan semakin menguat dengan segala dampak positif yang akan diterima Indonesia. Selain itu, keberhasilan menurunkan  Angka Kematian Bayi berpengaruh terhadap terjadinya peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) di suatu negara. UHH merupakan indeks kesehatan yang bersama-sama dengan angka melek huruf, pendidikan dan standar hidup di suatu Negara secara langsung akan mempengaruhi besaran pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) yang juga merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan/kemajuan suatu negara.

 

Sebenarnya dengan atau tanpa adanya MDGs-pun, sudah merupakan tugas Negara dan segenap bangsa ini untuk menurunkan tingkat kematian anak sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945. Dan tugas menurunkan kematian anak bukan merupakan tanggung jawab Sektor Kesehatan saja tetapi seluruh sektor baik pemerintah, swasta maupun masyarakat, contohnya: Sektor Sosial-Ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan yang menjadi salah satu penyebab tingginya kesakitan dan kematian, Sektor Pendidikan untuk mengentaskan buta aksara yang menjadi penyebab ketidaktahuan dan kebodohan masyarakat, dsb. Contoh lain: target MDG 5 (meningkatkan derajat kesehatan ibu dengan cara menurunkan tingkat kematian ibu dalam proses melahirkan hingga tiga per empatnya dari kondisi tahun 1990) tidak akan tercapai apabila MDG 1, 2, 3 dan 6 tidak tercapai. Singkatnya, semua target MDGs saling terkait, bila ingin mencapai semua target MDGs maka semua sektor dan masyarakat harus bekerja keras bahu-membahu, saling mengisi dan terintegrasi.

 

Memang akan dibutuhkan dana yang sangat mahal untuk mencapai semua/delapan target MDGs bila masing-masing Sektor mengklaim bahwa MDG ini milik Sektor anu dan MDG itu milik Sektor anu, tetapi bila semua menyadari bahwa sebenarnya untuk mencapai kedelapan target MDGs dibutuhkan kerja yang bersinergi dan saling terkait satu dengan lainnya maka biaya yang dibutuhkan akan jauh lebih rendah daripada bila dihitung menurut kebutuhan per-sektor.

 

Demikianlah opini ini. Sebagian tulisan ini dihimpun berdasarkan data riil bersumber dari Depkes dan Bappenas dan hanya sebagain kecil berdasarkan opini penulis.

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de