headerimage
Home to Info Kesehatan to Yang perlu anda ketahui to Cara memeriksa (mengukur) tekanan darah anda sendiri
Cara memeriksa (mengukur) tekanan darah anda sendiri PDF Print E-mail
Written by dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM   
Saturday, 17 October 2009 00:00

Pendahuluan

Memeriksa tekanan darah sebenarnya sangat mudah dilakukan, bahkan lebih mudah daripada mendengarkan musik dari MP3 player. Selama ini ketrampilan memeriksa tekanan darah seolah menjadi monopoli beberapa kelompok tertentu saja. Coba saja bila Anda datang ke suatu klinik untuk meminta tolong memeriksakan tekanan darah Anda, maka kebanyakan pihak  klinik akan meminta uang jasa. Bila Anda dapat memeriksa sendiri tekanan darah Anda, tentu Anda dapat berhemat dan lebih dari itu Anda juga dapat menolong memeriksakan tensi bagi seluruh anggota keluarga & teman-teman Anda (sekalian latihan).


Sekarang Anda dapat memeriksa sendiri tekanan darah Anda atau anggota keluarga Anda. Penulis akan menjelaskan  bagaimana cara mengukur tekanan darah tahap demi tahap. Alat yang kita butuhkan untuk memeriksa tekanan darah adalah manset tensimeter (sphygmomanometer) dan stetoskop, kedua alat ini dapat kita peroleh di toko alat kesehatan dengan harga relatif murah. Sphygmomanometer ada yang model Air Raksa dan bukan Air Raksa (model jarum dan digital), anda dapat memilih yang mana saja sesuai selera dan kondisi keuangan, semuanya dapat dipakai dengan cukup presisi/akurat.


Cara mengukur Tekanan darah

  • Lilitkan manset tensimeter pada lengan atas (kiri atau kanan) di atas siku. Manset dililitkan pada bagian ini karena di sana terdapat pembuluh darah Arteri yang berasal langsung dari jantung. Pembuluh ini terletak dekat di bawah kulit, disebut juga Arteri Brachialis.
  • Upayakan tensimeter diletakkan setinggi/sejajar jantung baik dalam posisi tidur maupun duduk/berdiri. Tangan yang diperiksa dalam keadaan rileks.
  • Tutuplah katup pengatur udara pada pompa karet manset tensimeter dengan cara memutar kekanan sampai habis.
  • Stetoskop dipasang pada telinga Anda, bagian yang pipih ditempelkan pada bagian dalam lipatan siku di sebelah bawah lilitan manset.
  •  Pompalah udara kedalam manset dengan cara meremas pompa karet berulang-ulang sampai tekanan menunjukkan/mencapai 140 mmHg. Tekanan 140 mmHg ini atas dasar 20 mmHg di atas tekanan sistole yang diperkirakan pada orang dewasa normal (tidak menderita hipertensi) yaitu 120 mmHg. Bila yang diperiksa adalah penderita hipertensi, maka naikkan lagi 20 mmHg dst secara bertahap.
  • Manset yang dipompa menyebabkan tekanannya meningkat dan menekan Arteri Brachialis sehingga aliran darah berhenti mengalir.
  • Buka kembali katup pengatur udara dengan cara memutar kekiri sedikit dengan penuh perasaan agar udara dari manset keluar sedikit demi sedikit sehingga aliran darah arteri Brachialis mengalir kembali. Dengar dan awasi suara yang timbul ketika katup manset dibuka, akan terdengar suara duk-duk-duk.
  • Suara duk-duk-duk yang pertama kali Anda dengar disebut juga suara KOROTKOW (Korotkoff)

Bagaimana menentukan tekanan sistole dan diastolenya?


Fase I:

Perhatikan ketika Anda memompa manset sampai suatu nilai tekanan (misal 140 mmHg) kemudian ketika udara dikeluarkan sedikit demi sedikit, maka tekanan manset berkurang. Mendadak akan terdengar suara yang jelas, pendek-pendek, bersifat ketukan (tapping) yang makin lama semakin keras, suara ini dinamakan suara Korotkoff. Suara ini terdengar selama tekanan manset diturunkan 10-14 mmHg.


Fase II:

Suara berubah menjadi bising (murmur) dan kerasnya berkurang selama penurunan tekanan 15-20 mmHg.


Fase III:

Suara menjadi jelas kembali dan lebih keras selama penurunan 5-7 mmHg berikutnya.


Fase IV:

Suara menjadi redup dan lemah dengan cepat selama penurunan 5-6 mmHg berikutnya.


Fase V:

Suara mulai menghilang.


Catatan: Ingat  dan catat suara yang pertama kali terdengar (fase I) terjadi pada tekanan berapa? itulah tekanan sistole. Suara yang menghilang (fase V) berkorelasi dengan tekanan diastole pada orang dewasa. Tekanan diastole pada anak-anak terjadi pada fase IV. Juga pada waktu kerja fisik pada orang dewasa, tekanan diastole terjadi pada awal fase IV.


Lakukan pemeriksaan ini  dua sampai tiga kali.

Selamat berlatih.

 
Mau men-Share-kan halaman ini kepada teman-teman FB anda?