Program Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

 

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, tahun 2008, populasi Anak Usia Sekolah yang berusia 6-21 tahun berjumlah sepertiga dari total penduduk Indonesia dan dari jumlah tersebut, 70% atau lebih dari 50 juta anak ada di sekolah atau bersekolah. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2010, Angka Partisipasi Murni (APM) siswa Sekolah Dasar dan sederajat sebesar 95,23%, APM siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat sebesar 74,52% dan APM siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat sebesar 55,73%. Tingginya APM mengindikasikan adanya pemerataan akses pendidikan.

 

Anak usia sekolah merupakan kelompok populasi penduduk yang sangat potensial karena mereka akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di suatu negara. Dalam ‘satu sampai dua langkah’ kedepan, Anak Usia Sekolah sudah berada di ambang pintu dan tidak terhalangi untuk mencapai hal-hal:

  • Membentuk ikatan terkecil dalam suatu negara yaitu rumah tangga. Mereka akan menjadi kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga yang mengurus, membesarkan dan mendidik anak-anaknya kelak.
  • Menjadi mahasiswa, guru, pekerja, pedagang, pengusaha, pemimpin instansi dan tokoh-tokoh masyarakat.
  • Menjadi pemimpin-pemimpin yang meneruskan kepemimpinan sebelumnya.
  • Menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa dan negara.


Data dan fakta ini dapat dijadikan acuan untuk mengatakan bahwa berdasarkan populasinya yang sangat besar, terorganisir dengan baik dan memiliki masa depan yang strategis, maka kelompok Anak Usia Sekolah merupakan kelompok sasaran yang sangat strategis untuk melakukan implementasi program-program pendidikan dan kesehatan di Indonesia.


Definisi Usaha Kesehatan Sekolah

Yang dimaksud Usaha Kesehatan Sekolah adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA/MAK.

 

Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah

Tujuan umum UKS adalah:

Meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan cara meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, meningkatkan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

 

Tujuan khusus UKS adalah:

Memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik, yang mencakup:

  • Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam melaksanakan prinsip-prinsip hidup sehat.
  • Berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan taraf kesehatan di sekolah, perguruan agama, rumah dan masyarakat.
  • Sehat fisik, mental, spiritual, sosial dan lingkungan.
  • Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) termasuk rokok, pornografi, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Dasar Hukum Usaha Kesehatan Sekolah

Beberapa landasan hukum yang menaungi keberadaan UKS adalah:

  • UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional
  • UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri) Nomor 1/U/SKB/2003, Nomor 1067/Menkes/SKB/VII/2003, Nomor MA/230A/2003, dan Nomor 26 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah
  • SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri) Nomor 2/P/SKB/2003, Nomor 1068/Menkes/SKB/VII/2003, Nomor MA/230B/2003, dan Nomor 4415-404 Tahun 2003 tentang Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah Pusat
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah.

Sasaran Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah

Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi:

  1. Sasaran primer: peserta didik.
  2. Sasaran sekunder: guru dan pendidik lainnya, pengelola pendidikan, pengelola kesehatan dan Tim Pembina (TP) UKS di setiap jenjang.
  3. Sasaran tersier: lembaga pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai sekolah lanjutan tingkat atas, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya, orang tua murid dan masyarakat.

Tujuan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah

Tujuan Pembinaan dan Pengembangan UKS adalah agar pengelolaan UKS mulai dari pusat sampai ke daerah dan sekolah dilaksanakan secara terpadu, terarah, intensif, dan berkesinambungan sehingga diperoleh hasil yang optimal.

 

Ruang Lingkup Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah

Ruang Lingkup UKS

Ada 3 program pokok UKS yang disebut sebagai Trias UKS yang meliputi:

  1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan, meliputi pendidikan kurikuler dan ekstra kurikuler.
  2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan, meliputi: pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
  3. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat, meliputi: peningkatan faktor pelindung dan memperkecil faktor risiko.

Sumber
1. Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Pusat, 2010, Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah.

2. Direktorat Bina Kesehatan Anak, Kemenkes RI, 2010, Petunjuk Teknis Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Dasar.

3. Kementerian Kesehatan RI, 2011, Usaha Kesehatan Sekolah di Tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan Pondok Pesantren, Pedoman Untuk Tenaga Kesehatan.

Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de
This site uses encryption for transmitting your passwords. ratmilwebsolutions.com