Data (angka) Diare di Indonesia

Diare merupakan penyebab utama kematian bayi dan anak balita (anak usia 1 bulan sampai < 5 tahun) di Indonesia. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2007) yang dilakukan oleh Kemenkes cq Badan Litbangkes pada tahun 2007, penyakit diare menjadi penyebab utama kematian bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%). Diare dapat membunuh anak-anak karena diare sering menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) tingkat berat. Kondisi dehidrasi berat pada anak seringkali tidak diketahui atau tidak disadari orang tua sehingga orang tua 'kecolongan' dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi kritis. Dehidrasi akibat diare dapat dicegah ditanggulangi/diobati dengan terapi rehidrasi oral (ORT) memakai oralit. Selengkapnya tentang cara mencegah dan menangani diare, dapat diklik disini.

 

Pemerintah cq Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan data diare tetapi mungkin masih sulit untuk diakses semua orang. Data (situasi) diare yang disajikan berikut ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan data yang berasal dari sumber resmi, melainkan untuk mempermudah akses terhadap data itu sendiri, karena data yang disajikan disini sudah dipublikasi oleh sumber resminya..

 

Data 10 besar penyakit penyebab kematian pada anak usia 29 hari sampai < 5 tahun yang bersumber dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007) dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

 

Tabel 1. Ranking 10 besar penyakit penyebab kematian pada anak umur 29 hari - 4 tahun di Indonesia, 2007.

Sumber: Riskesdas, 2007.

 

Angka Kesakitan Diare di Indonesia

Berdasarkan hasil Survei Morbiditas Diare yang dilakukan Kementerian Kesehatan (dulu namanya Departemen Kesehatan) 3 tahun sekali sejak 1996 - 2010, angka kesakitan diare meningkat dari tahun 1996 hingga 2006, kemudian menurun pada tahun 2010. Pada tahun 2010, angka kesakitan diare sebesar 411 per 1.000 penduduk. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2006 yang sebesar 423 per 1.000 penduduk. Selengkapnya angka kesakitan diare sbb:

Tahun 1996 angka kesakitan diare: 280 per 1.000 penduduk

Tahun 2000 angka kesakitan diare: 301 per 1.000 penduduk

Tahun 2003 angka kesakitan diare: 374 per 1.000 penduduk

Tahun 2006 angka kesakitan diare: 423 per 1.000 penduduk

Tahun 2010 angka kesakitan diare: 411 per 1.000 penduduk

 

Jumlah Penderita Diare di Indonesia

Jumlah penderita diare di Indonesia sebagai berikut:

Tahun 2006: 4.261.493 penderita.

Tahun 2007: 3.456.123 penderita.

Tahun 2008: 4.844.230 penderita.

Tahun 2009: 4.422.427 penderita.

 

 

Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di Indonesia

KLB diare di Indonesia sbb:

Tahun 2005: KLB diare terjadi di 53 lokasi yang tersebar di 31 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Tahun 2006: KLB diare terjadi di 119 lokasi yang tersebar di 82 kabupaten/kota di 18 provinsi.

Tahun 2007: KLB diare terjadi di 48 lokasi yang tersebar di 34 kabupaten/kota di 9 provinsi.

Tahun 2008: KLB diare terjadi di 74 lokasi yang tersebar di 47 kabupaten/kota di 15 provinsi.

Tahun 2009: KLB diare terjadi di 24 lokasi yang tersebar di 22 kabupaten/kota di 14 provinsi.

 

Tahun 2010: KLB diare terjadi di 26 lokasi yang tersebar di 33 kabupaten/kota di 11 provinsi.

 

Angka Kematian Diare di Indonesia

Case Fatality Rate (CFR) diare ini dihitung berdasarkan jumlah penderita diare yang meninggal dunia pada saat terjadinya KLB diare, sebagai berikut:

Tahun 2005: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 5.746 penderita, jumlah kematian 140 orang, CFR= 2,44%.

Tahun 2006: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 13.451 penderita, jumlah kematian 291 orang, CFR= 2,16%.

Tahun 2007: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 3.659 penderita, jumlah kematian 69 orang, CFR= 1,89%.

Tahun 2008: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 8.133 penderita, jumlah kematian 239orang, CFR= 2,94%.

Tahun 2009: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 5.756 penderita, jumlah kematian 100 orang, CFR= 1,74%.

Tahun 2010: Jumlah penderita pada saat terjadi KLB diare sebanyak 4.204 penderita, jumlah kematian 73 orang, CFR= 1,74%.

 

Prevalensi Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar

Karena program pengendalian diare dan kecacingan berada satu atap di Kementerian Kesehatan, maka data diare berhubungan pula dengan data kecacingan. Berdasarkan hasil survei pemeriksaan tinja anak SD antara tahun 2002 sd. 2009, prevalensi kecacingan pada anak Sekolah Dasar sebesar 31,8%.

 

Data Diare di Rumah Sakit

Penyakit Diare menempati urutan (ranking) pertama berdasarkan jumlah pasien di Unit Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia, tahun 2007.

 

Tabel 2. Ranking 10 besar penyakit terbanyak di Rumah Sakit di Indonesia menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010.

Sumber: Ditjen Bina Upaya Kesehatan dalam Pusdatin, Kemenkes, 2011.

 

Referensi

1. Kementerian Kesehatan, Riset Kesehatan Dasar, 2007.

2. Kementerian Kesehatan, Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2009.

3. Kementerian Kesehatan, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2010.

Share

Comments   

 
+1 #1 Dian 2014-05-10 12:05
Thanks :-) apakah tidak ada angka untuk tahun-tahun berikutnya lagi maksud saya tahun 2011,2012, dan 2013???

Balas:
Yth Bu Dian,
data yang Ibu inginkan sedang kami cari. Bila sudah dapat, data yang ditampilkan di atas akan kami update.
Terima kasih atas masukannya.
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de
This site uses encryption for transmitting your passwords. ratmilwebsolutions.com