Renungan Natal

 

Sumber gambar: http://carolread.wordpress.com/2010/09/28/p-is-for-praise/

 

Berbicara tentang bintang, tidak dapat terlepas dari terang. Ada terang ada pula gelap. Apakah kegelapan ada? ’Kegelapan’ dalam kenyataannya tidak ada. Suatu sinar sederhana dapat mendobrak suatu dunia yang gelap.

 

Kegelapan mirip dengan kejahatan.

Apakah kejahatan itu ada? Kejahatan ada karena ’ketidakhadiran’ Tuhan. Maksudnya, ketika manusia tidak mempunyai hati Tuhan maka disitulah sumber ’kegelapan’ (juga diartikan sebagai: sumber kejahatan). Kegelapan sudah ada dari awalnya.

 

Kegelapan sudah ada sejak awal, tetapi Tuhan berfirman maka terciptalah terang (Kejadian 1: 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.  .... ). Sama seperti manusia, anak kecil harus diajarkan untuk melakukan hal-hal baik.

 

 

Kamu Adalah Terang

Firman Tuhan dalam Matius 5: 14-15, mengatakan:

(14) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

(15) Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

 

Sifat Anak Tuhan yang hakiki adalah terang. Terang Saudara harus bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu. Untuk menjadi bintang, kita tidak mungkin hidup di luar ”Terang Dunia.” Kita hidup tetapi kadang-kadang kita melupakan bahwa kita ’punya terang’ atau kita tidak punya terang hidup. Bila Saudara punya terang maka keberadaan Saudara tidak dapat diabaikan.

 

Kita bisa mengetahui apakah kita telah menjadi terang di lingkungan kita, di rumah, di kantor atau lingkungan kerja lain? Indikator bahwa kita bukan menjadi terang dapat diketahui bila: di rumah, anggota keluarga merasa ’lega’ (senang) bila Saudara pergi; di kantor: ’tikus-tikus’ berpesta sewaktu Saudara pergi dari kantor.

 

Jadilah Seperti Lilin

Lilin merupakan sumber terang yang menerangi sekelilingnya tapi dengan cara mengorbankan dirinya  terbakar meleleh. Sayangnya, tidak semua orang mau menjadi terang dengan cara seperti lilin. Banyak orang mau menjadi terang tetapi tidak mau ’meleleh.’ Seringkali kita harus berkorban, seringkali kita harus membiarkan keinginan kita 'meleleh' agar orang-orang melihat kebaikan kita. Apapun yang kita ingin lakukan secara duniawi, biarkan meleleh sehingga kita biarkan orang lain melihatnya

 

Bagaimana orang tahu bahwa kita adalah murid Kristus? dari cara kita mengasihi satu terhadap yang lain maka akan terlihat. (Yohanes 13: 35: "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.")

 

Sampaikan terima kasihmu kepada orang-orang yang ingin kau berikan apresiasi, dengan mengatakan:

’Terima kasih kamu percaya padaku sewaktu semua orang lain tidak percaya padaku.’

’Terima kasih telah terima aku walau semua orang bilang aku aneh.’

’Terima kasih kamu telah menegur saya dengan kasih sewaktu saya melakukan kesalahan tersebut.’

’Terima kasih kamu sudah menjadi contoh bagiku dalam banyak hal.’

 

Sumber

Artikel ini merupakan ringkasan khotbah yang disampaikan oleh Alvi Radjagukguk pada acara Konser Musik di GBI Bukit Zaitun, Jakarta, 17 Desember 2011.

Add comment


Security code
Refresh