Penyakit Tidak Menular (Noncommunicable Diseases) dan Faktor Risiko


Sumber Foto: WHO

Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) atau Noncommucable diseases (NCDs) di banyak negara terutama di negara-negara dengan tingkat income rendah sampai menengah dalam beberapa dasawarsa kedepan diprediksi akan menunjukkan trend yang semakin meningkat. Hal ini terkait erat dengan perilaku (behavior dan habits) yang berisiko untuk terkena penyakit tidak menular.

 

Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir menghadapi double burden penyakit yaitu Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (PTM). Masalah penyakit menular antara lain belum tertanggulanginya beberapa penyakit menular tertentu, re-emerging diseases, serta munculnya penyakit-penyakit menular baru seperti HIV/AIDS, Avian Influenza, Flu Babi dan Penyakit Nipah. Di sisi lain, Penyakit Tidak Menular menunjukkan adanya kecenderungan (trend) yang semakin meningkat dari waktu kewaktu.

 

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, kematian akibat Penyakit Tidak Menular diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, dan peningkatan terbesar akan terjadi di negara-negara miskin dan menengah bahkan di negara-negara Afrika. PTM dipredikasi akan menjadi penyebab paling umum kematian pada tahun 2030 dan diproyeksikan akan melebihi penyakit menular, penyakit maternal & perinatal dan gangguan gizi. Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di seluruh dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular terutama penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker dan penyakit saluran pernafasan kronik.

 

Selain itu data WHO menunjukkan angka kejadian PTM meningkat di negara-negara berkembang. Hampir 80% dari seluruh kematian akibat PTM terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kecuali Afrika. Lebih dari 80% kematian akibat penyakit kardiovaskular dan diabetes, hampir 90% kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), serta lebih dari dua pertiga kematian akibat kanker terjadi di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah.

 

PTM juga membunuh populasi usia muda, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dari seluruh kematian yang terjadi pada orang-orang berusia di bawah 60 tahun, 29% disebabkan PTM. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, PTM berkontribusi pada 13% kematian yang terjadi pada orang-orang berumur di bawah 60 tahun.

 

Bila dibandingkan dengan kondisi 2008, persentase kenaikan insiden kanker pada tahun 2030 diperkirakan akan meningkat 82% di negara-negara berpenghasilan rendah, 70% di negara-negara berpenghasilan menengah kebawah (lower- middle- income), dan 58% di negara-negara berpenghasilan tinggi (high- income).


Ranking 10 besar Penyakit Tidak Menular

Inilah ranking (peringkat) 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan Case Fatality Rate di Unit Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia (data bersumber Buku Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Edisi 2010.

 

Grafik 1. Urutan 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan angka CFR di Unit Rawat Inap Rumah Sakit di Indonesia, 2009.

 

Berdasarkan grafik 1, urutan 10 besar nasional kasus PTM berdasarkan Case Fatality Rate di Unit Rawat Inap Rumah Sakit, yang tertinggi adalah Neoplasma Ganas Bronkhus dan Paru yang memiliki CFR 14,97% (1.497 kematian/10.000 kasus) diikuti Neoplasma Ganas Hati & Saluran Empedu Intrahepatik dengan CFR 14,62% (1.462 kematian/10.000 kasus) dan kasus Strok dengan CFR 12,66% (1.266 kematian/10.000 kasus). Urutan 10 besar selengkapnya beserta angka CFR masing-masing dapat dilihat pada grafik 1.

 

Faktor-faktor Resiko (Perilaku) Utama Terjadinya Penyakit Tidak Menular

Sebagian besar penyakit tidak menular dapat dicegah bila kita menghindari 4 faktor risiko (perilaku) yang utama yaitu:

  1. Pemakaian tembakau (merokok).
  2. Kurangnya aktivitas fisik.
  3. Konsumsi alkohol.
  4. Diet yang tidak sehat.

Tembakau/merokok

Menurut WHO, setiap tahun, hampir 6 juta manusia meninggal dunia akibat merokok (rokok) baik perokok aktif maupun pasif. Pada tahun 2020 jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 7,5 juta atau 10% dari seluruh kematian. 71% kanker paru, 42% penyakit pernafasan kronik dan hampir 10% penyakit kardiovaskular disebabkan oleh kebiasaan merokok. Insiden merokok yang tertinggi diantara laki-laki ada di negara-negara berpenghasilan menengah kebawah (lower- middle- income), sedangkan untuk seluruh populasi, prevalensi merokok tertinggi ada di negara-negara berpenghasilan menegah keatas (upper-middle-income). Untuk data dan situasi rokok di Indonesia, klik disini.

 

Kurangnya aktifitas fisik

Sekitar 3,2 juta orang meninggal dunia disebabkan tidak/kurang melakukan aktifitas fisik. Kurangnya aktifitas fisik tertinggi di negara-negara berpenghasilan tinggi, tetapi sekarang terlihat tinggi pula di negara-negara berpenghasilan menengah terutama di kalangan kaum perempuan. Aktifitas fisik secara teratur akan mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular termasuk darah tinggi (hipertensi), diabetes, kanker payudara dan kanker usus besar, serta depresi. 

 

Konsumsi alkohol

Sekitar 2,3 juta kematian yang terjadi setiap tahun disebabkan oleh penggunaan alkohol, jumlah inimerupakan 3,8% dari seluruh kematian di dunia. Sementara itu, konsumsi alkohol per kapita tertinggi di negara berpenghasilan tinggi.

 

Diet yang tidak sehat
Mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran secara adekwat dan teratur dapat mengurangi risiko terkena penyakit cardiovaskular, kanker lambung (perut), kanker kolorektal. Sebaliknya mengkonsumsi garam dan lemak jenuh secara berlebihan dapat eningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit kardiovaskular (termasuk hipertensi). Menurut WHO, konsumsi lemak meningkat pesat sejak tahun 1980-an di negara-negara berpenghasilan menengah kebawah.

Faktor Risiko Lain PTM
Faktor-faktor risiko PTM di atas merupakan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan perilaku dan dapat dikontrol dari diri kita sendiri. Sebenarnya masih ada faktor-faktor risiko lain bagi terjadinya penyakit tidak menular tetapi biasanya faktor-faktor ini sulit dikontrol dari diri sendiri, seperti: faktor stress, kegemukan, kultur/budaya dan pencemaran lingkungan.


Sumber
1. World Health Organization 2011, Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2010.

2. Kementerian Kesehatan RI, Buku Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Edisi 2010.

Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de
This site uses encryption for transmitting your passwords. ratmilwebsolutions.com