Parkir Sepeda Motor di Bandara Soekarno Hatta

     
Gambar 1: Kondisi parkir sepeda motor di salah satu area perparkiran terminal di Bandara Soekarno Hatta.
Gambar 2: Petunjuk arah ketempat parkir motor di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Tingginya proses bisnis di Jabodetabek menyebabkan banyak orang sering berhubungan dengan bandara. Di kawasan ini, Bandara Soekarno Hatta menjadi satu yang terbesar setelah Bandara Halim Perdana Kusuma. Di sisi lain, kemacetan lalulintas di Jabodetabek yang seperti penyakit kronis menyebabkan banyak orang mulai beralih ke modus transportasi menggunakan sepeda motor. Tapi pertanyaannya, mungkinkah pergi ke Bandara Soekarno Hatta berkendara sepeda motor? Bila mungkin, lewat jalan mana? apakah ada tempat parkirnya dan apakah di setiap terminal di bandara ini tersedia lahan parkir motor? Bisakah sepeda motor menginap di Bandara? Bila motor bisa menginap, bagaimana penghitungan tarif parkirnya, mahal atau murah? dan bagaimana kondisi perparkiran sepeda motor di Bandara? amankah? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seseorang yang ingin berkendara sepeda motor ke bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, di provinsi Banten. Temukan jawabannya disini.


Untuk bepergian menuju Bandara Soekarno Hatta memang paling afdol naik mobil sendiri atau taksi karena selain nyaman, aman, juga bisa memuat beberapa orang sekaligus serta banyak bagasi bisa dibawa. Tapi suatu saat manakala Anda ingin bepergian (terbang) sendiri atau berdua teman maka Anda mungkin ingin mencoba berkendara sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta. Ada beberapa alasan orang memakai sepeda motor ke bandara, antara lain: perjalanan keluar kota tidak terlalu lama sehingga bagasi tidak terlalu banyak, tidak sedang terburu-buru, ingin santai dan menikmati berkendara motor, menghemat ongkos taxi, sekadar  ingin coba-coba, atau ada urusan/kerja di Bandara.

Ternyata berkendara sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta merupakan hal yang wajar dan banyak orang melakukannya. Ketika kita memutuskan naik sepeda motor ke Bandara Soekarno Hatta, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan/dipersiapkan.

Persiapan naik motor ke bandara

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk berkendara sepeda motor ke bandara adalah:
1. Kondisi Sepeda Motor.
Bila Anda tinggal di wilayah Jakarta dan Tangerang, tentu tidak terlalu jauh jarak yang harus ditempuh sehingga tidak diperlukan persiapan khusus. Bila kondisi sepeda motor tergolong rata-rata, maksudnya cukup layak dalam arti bisa dibawa jalan wajar sehari-hari dan tidak suka mogok maka Anda siap berangkat naik motor ke Bandara Soekarno Hatta tanpa perlu persiapan khusus. Akan tetapi bila Anda berasal dari Bekasi, Cikarang, Bogor atau Bandung maka kondisi sepeda motor perlu dipertimbangkan untuk menempuh perjalanan yang relatif cukup jauh. 

2. Waktu.
Yang perlu diperhatikan adalah perhitungan waktu perjalanan dari tempat asal menuju ke Bandara. Anda perlu mengalokasikan (spare) waktu yang cukup untuk perjalanan. Bila waktu yang tersedia hanya sedikit (mepet), pertimbangkan untuk membatalkan niat Anda berkendara motor ke Bandara dan sebaiknya ganti naik mobil, angkutan umum atau taksi, kecuali lokasi tempat tinggal Anda relatif dekat dengan Bandara. Mengapa demikian? karena kita perlu mengantisipasi hal-hal yang dapat memperlambat perjalanan seperti: kemacetan lalu lintas, tersasar/kesasar, ban kempes karena terkena paku di jalan atau (amit2) terjadi kecelakaan (ingat, motor merupakan kendaraan yang paling rawan terkena kecelakaan lalu lintas).

Sebenarnya paling nyaman naik motor ke Bandara Sekarno Hatta pada waktu pagi hari karena beberapa hal antara lain: tidak cepat lelah di jalan karena cuaca belum panas, terhindar dari kemacetan lalu lntas sebab jalanan masih sepi, dan bisa memperkirakan waktu tempuh secara lebih akurat. Contoh, Bila jadwal keberangkatan pesawat Anda pk. 06.00 pagi, maka Anda harus dapat memperkirakan jam berangkat dari rumah agar pk. 05.00 (paling lambat) sudah tiba di Bandara.

3. Pengenalan jalan (peta).
Agar efisien waktu, Anda perlu mengetahui (cari tahu) jalan mana saja yang akan dilalui. Ada banyak jalan (akses) menuju Bandara Soekarno Hatta. Salah satu akses yang sering dipakai pengendara motor adalah melalui jalan Daan Mogot. Klik disini untuk melihat peta akses masuk dari jalan Daan Mogot.

 

Menuju ke Bandara
Bila Anda berkendara dari arah Tangerang menuju Jakarta, Anda dapat berbelok kekiri melalui jalan Doktor Sitanala, jalan Pembangunan 3 atau jalan Halim Perdanakusuma (tidak jauh setelah Polsek Batu Ceper). Bila Anda berkendara dari Grogol kearah Tangerang, maka setelah Terminal Kalideres (ada di sebelah kanan jalan), kira-kira 100 meter kemudian ada rambu lampu lalulintas untuk berbelok kekanan. Beloklah ke kanan memasuki jalan Peta Selatan. Ikuti jalan Peta Selatan hingga mentok di simpang tiga, kemudian belok kekiri memasuki jalan Peta Barat. Ikuti terus jalan Peta Barat, bertemu persimpangan, lalu belok lagi ke kiri, jalan terus hingga tembus ke daerah Rawa Bokor. Setelah itu kita akan bertemu simpang tiga atau empat, beloklah ke kanan dan selanjutnya lurus lalu belok ke kiri memasuki jalan Profesor Sedyatmo, terus ke Bandara Soekarno Hatta. Sayangnya rambu-rambu/petunjuk arah menuju Bandara Soekarno Hatta tidak akan kita jumpai di setiap persimpangan dari jalan Peta Selatan hingga Rawa Bokor sehingga kita harus sering bertanya bila ragu harus melalui jalan yang mana? Jangan sungkan bertanya kepada orang lain terutama kepada tukang ojek yang banyak mangkal di persimpangan jalan.

 

Meninggalkan Bandara menuju Jakarta
Untuk kembali ke Jakarta, Anda dapat melalui jalan yang sama yaitu melalui jalan Profesor Sedyatmo. Di jalan Profesor Sedyatmo, bila ada petunjuk arah ke arah Dadap, silahkan belok ke kiri ke arah Dadap dan jangan lurus karena sepeda motor tidak boleh masuk ke jalan Tol (lihat gambar 3), kemudian belok ke kanan dan seterusnya melewati flyover (di bawah flyover akan terlihat jalan tol). Ikuti terus jalan ini, maka kita akan bertemu dengan persimpangan (simpang 4 seperti huruf K) yang sering membingungkan karena tidak ada petunjuk arah, beloklah ke kiri memasuki jalan Peta Barat dan seterusnya ... terserah Anda mau melarikan motor kearah mana. Tapi bila tujuan Anda kearah jalan Daan Mogot, ikuti saja jalan yang sama dengan ketika Anda datang. Di sepanjang perjalanan pulang, sejak keluar dari jalan Profesor Sedyatmo, kita tidak akan sering melihat petunjuk arah terpampang di setiap persimpangan jalan, oleh karena itu bila ragu sebaiknya bertanya pada orang di pinggir jalan. Sebagai petunjuk, bisa juga Anda mengikuti jalan bus Kopaja 95 jurusan Rawa Bokor - Tomang.


Peta jalan Profesor Sedyatmo dan sekitarnya.

4. Berkendara di jalur khusus sepeda motor.
Bila Anda sudah memasuki jalan Profesor Sedyatmo, berkendaralah (berjalanlah) di jalur khusus bagi sepeda motor. Jalur khusus sepeda motor tersedia 1 jalur yaitu di jalur paling kiri (lihat gambar 2) di jalan menuju ke Bandara maupun di jalan keluar dari Bandara. Petunjuk arah di jalan Profesor Sedyatmo sangat lengkap. Perhatikan baik-baik petunjuk arah ke terminal-terminal keberangkatan di Bandara agar Anda tidak kebablasan.
                
Gambar 2: Jalur khusus motor di jalan Profesor Sedyatmo.                       Gambar 3: Sepeda motor kembali ke Jakarta melalui Dadap.

5. Lokasi parkir sepeda motor.
Tempat parkir sepeda motor tersedia di setiap terminal keberangkatan/kedatangan.

              
Gambar 3: Loket parkir sepeda motor.                                                              Gambar 4: Kondisi parkir motor di Terminal 2F.

             
Gambar 5: Parkir motor di Terminal 3.                                                              Gambar 6: Kartu parkir sepeda motor di Terminal 2.


Gambar 7: Denah lokasi parkir sepeda motor di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

6. Tarif parkir sepeda motor di Bandara Soekarno Hatta.
Bila belum mengalami, mungkin sebagian besar dari kita mengira tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta cukup tinggi. Ternyata, biaya parkir motor di Bandara Soekarno Hatta cukup bersahabat dengan kantong pengendara motor. Bila kita bandingkan antara tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta dan Stasiun Gambir, maka tarif parkir motor di Bandara Soekarno Hatta tergolong masih lebih murah (terutama bila kita menginapkan motor berhari-hari). Namun tarif parkir di Bandara Soekarno Hatta mengalami kenaikan secara bertahap, berdasarkan pengalaman penulis, sejak tahun 2010 hingga awal 2014 hanya Rp. 2.000 untuk sekali masuk (termasuk bila menginapkan sepeda motor), sejak sekitar pertengahan tahun 2014 tarif ini naik menjadi Rp. 5.000 untuk sekali masuk, dan terakhir kali penulis menginapkan sepeda motor selama 5 hari ditagih di pintu keluar sebesar Rp. 25.000,- yang berarti naik lagi menjadi Rp. 5.000 per sekali masuk atau per hari.

7. Kondisi perparkiran sepeda motor di Bandara Soekarno Hatta.
Berdasarkan pengamatan penulis, lahan parkir motor di Bandara Soekarno Hatta pada umumnya sangat terbatas. Sepeda motor yang diparkir terutama pada siang hari sangat berdesakan dan sulit mendapatkan ruang kosong. Pada umumnya perparkiran sepeda motor di beberapa terminal memakai sistem terbuka (beratapkan langit) sehingga bila panas, motor akan kepanasan dan bila hujan motorpun kehujanan. Oleh karena itu penulis menganjurkan bila tidak perlu banget, jangan parkir motor berlama-lama di Bandara, utamakan dan berilah kesempatan bagi orang-orang lain yang memang memerlukan.

Tentang keamanan: setiap pengendara motor yang masuk akan diberikan kartu parkir magnetik (di Terminal 2) atau karcis parkir (di Terminal 1), tetapi sayangnya ketika keluar seringkali tidak diperiksa STNK. Oleh karena itu, untuk mencegah kemungkinan kendaraan dicuri, sebaiknya sepeda motor memakai kunci ganda ketika parkir di Bandara.

8. Jarak dari tempat parkir ke terminal keberangkatan/kedatangan.
Bila Anda memakai sepeda motor, persiapkan diri untuk berjalan kaki cukup jauh dari tempat parkir ke terminal di Bandara atau sebaliknya. Bila barang bawaan Anda cukup berat, jarak yang harus ditempuh akan terasa jauh, terutama di Terminal 1 yang tempat parkir motornya berjarak lumayan jauh.

Saran
Beberapa saran yang dapat disumbangkan bagi Pengelola Bandara Soekarno Hatta, antara lain:

1. Mengingat jumlah pengunjung Bandara Soekarno Hatta semakin meningkat dari waktu ke waktu, maka pengelola Bandara Soekarno Hatta sebaiknya menyiapkan lahan parkir yang lebih luas sejak sekarang, misalnya dengan membangun gedung parkir bertingkat untuk sepeda motor.
2. Pertahankan tarif parkir seperti yang diberlakukan sekarang karena akan sangat membantu masyarakat pemilik sepeda motor.
3. Tingkatkan keamanan dengan cara memeriksa STNK sepeda motor ketika akan keluar dari area parkir.

Referensi
www.wikimapia.org

Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de