Kekristenan Yang Benar adalah Mengalami Kerajaan Allah di dalam Hidup Kita

(Tulisan ini ditujukan bagi Umat Kristiani)


Sumber: www.MountOliveFamily.com

Kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, anugerahNya terlampau ajaib dan terlampau besar bagi kita. Umat Kristiani (orang-orang Kristen) selama ini sedang menantikan dan mendambakan datangnya Kerajaan Allah. Namun Orang Kristen hendaknya menyadari, menantikan Kerajaan Allah berarti kita mesti mempersiapkan hidup kita dengan sungguh-sungguh, bukan sekedar menantikan dan mendambakan tetapi benar-benar mengalami Kerajaan Allah di dalam hidup kita. Umat Kristiani harus ingat bahwa sebagai warga Kerajaan Allah bukan sekedar sebagai "Orang Kristen" tok. Siapapun bisa jadi orang Kristen dengan cara mencantumkan "Kristen" di dalam KTP-nya dan beribadah rutin ke gereja, tetapi apakah sedangkal itu Kekristenan? adakah hidupnya berpadanan dengan Kekristenan? Tuhan tidak mau kita hanya menjadi "orang Kristen."

 

Kekristenan yang benar (sejati) adalah "Saya ada di Dalam Dia dan Dia ada di dalam Saya" sehingga kita merasakan bahwa benar-benar kita ada sebagai anak-anak Kerajaan Allah dan mengalami Kerajaan Allah di dalam hidup kita. Dengan perkataan lain, kita merasa sebagai Anak-anak Kerajaan dan bukan sekadar mendamba-dambakan KerajaanNya.

Kita sedang hidup di penghujung daripada akhir zaman, "orang-orang dunia" sudah pula mengetahui hal ini. Oleh karena itu Umat Kristiani harus hidup lebih taat yang berpadanan dengan kekristenan sesuai perintah Tuhan.

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya
Firman Tuhan dari Injil Matius 6: 33 berbunyi:
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
Ini adalah perintah Tuhan karena memakai akhiran "lah." Karena perintah Tuhan maka tidak boleh dilanggar. Orang Kristen banyak yang terbalik-balik dalam menerapkan Firman Tuhan ini, mencari "bonus"nya dahulu barulah kemudian "mencari" Kerajaan Allah. Banyak orang yang "masuk Kristen" memiliki tujuan agar hidup mereka diberkati, hidup yang dahulunya miskin akan jadi kaya, yang dulunya sakit-sakitan akan disembuhkan, yang dulunya banyak hutang menjadi lunas dan hidupnya berlimpah-limpah. Memang Tuhan bisa melakukan itu semua tetapi bukan itu yang diinginkan Tuhan. Yang diinginkan Tuhan yang pertama adalah carilah dahulu Kerajaan Allah dan hidup di dalam kebenaranNya. 

Ciri-ciri orang yang sudah mengalami Kerajaan Allah
Ciri-ciri (karakteristik) orang yang sudah mengalami Kerajaan Allah di dalam kehidupannya adalah:

1. Bertobat.
Bertobat adalah dasar bagi Kekristenan. Seseorang yang mengaku sebagai orang Kristen tetapi belum bertobat maka dia sebenarnya bukanlah orang Kristen. Bertobat adalah langkah awal bagi orang Kristen. Bertobat itu bukan slogan tetapi suatu pengalaman hidup. Bertobat berarti berputar 180 derajat dari kehidupan 'lama' yang salah, yaitu semua hal yang berbau dosa dan kebiasaan buruk yang mendatangkan dosa, meninggalkan cara hidup lama yang sia-sia.

Di dalam Alkitab banyak sekali dibahas tentang 'bertobat,' antara lain di dalam:
Matius 18: 1-5 yang berbunyi:
1: Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
2: Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
3: lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4: Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5: Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

Markus 1: 14-15:
14: Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15: kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"

Lukas 5: 31-32:
31: Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
32: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

Kisah Para Rasul 3: 19: Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

Contoh nyata orang yang bertobat dapat dibaca pada Injil Kisah Para Rasul 9: 1-31.
Saulus sebelum bertobat adalah seorang yang sangat kejam, kerjanya mengejar-ngejar orang-orang Kristen, ingin menumpas orang-orang Kristen. Tetapi pada waktu perjalanannya ke Damsyik, Tuhan Yesus menampakkan Diri kepadanya, sejak saat itu dia bertobat. Yang dilakukan setelah dia bertobat adalah dia menjadi pengikut Yesus yang setia. tetapi bukan cuma pengikut Yesus, dia kemudian melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai hidupnya harus mengalami penderitaan tetapi dia tidak bergeming karena dia tahu yang dia layani adalah Allah Yang Benar. Kalau sebelumnya dia ingin menghambat dan menumpas Kekristenan, tetapi setelah bertobat hidupnya diubahkan, mengasihi Tuhan dan melayani. Sampai detik ini Umat Kristen sangat diberkati melalui surat-surat yang ditulisnya di dalam Perjanjian Baru.

2. Mengasihi Allah lebih daripada yang lain.
Matius 22: 37-40 berbunyi:
37: Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38: Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
39: Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
40: Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh diatas segala-galanya adalah perintah Tuhan. Bila seseorang mengasihi hartanya atau orang lain atau hal lain melebihi kasihnya kepada Tuhan, maka dia tidak layak dihadapan Tuhan.

Contoh nyata orang yang mengasihi Allah lebih daripada hal lain adalah Abraham. Baca Alkitab pada kitab Kejadian 22: 1-19.
Abraham memperoleh (berkat) anak di usianya yang sudah sangat lanjut, kemudian Abraham diuji Allah agar mempersembahkan anaknya (Ishak) sebagai korban bakaran bagi Allah. Abraham menang dan Allah berkenan kepadanya karena ternyata Abraham lebih mengasihi Allahnya daripada anaknya.

Anak adalah berkat dari Tuhan. Sayangnya orang Kristen acapkali lebih mengasihi "berkatnya" daripada "Sang Pemberi Berkat." Berkat bisa  berupa materi (harta), kedudukan (jabatan) dan segala hal yang ada di dunia ini. Oleh karena itu Firman Tuhan mengingatkan kita di dalam Matius 6: 21: Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Umat Kristiani patut merenungkan, harta kita yang terutama itu apa/siapa? kalau kita menganggap harta kita yang terutama adalah Tuhan, maka hati kita akan melekat kepada Tuhan. Umat Tuhan harus belajar mengutamakan Tuhan diatas segala-galanya dan mengasihi Dia diatas segala-galanya sehingga mengalami Kerajaan Allah di dalam hidupnya.

3. Rendah hati.
Matius 5: 3 berbunyi: Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Miskin di hadapan Allah bukan miskin secara materi tetapi orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang yang rendah hati. Sekalipun kedudukannya tinggi atau kaya raya, tetapi orang yang rendah hati akan berkata, "aku bisa seperti ini karena Tuhan, hartaku dan semua yang kumiliki adalah milik Tuhan."

Contoh nyata orang yang rendah hati adalah Daud. Daud walaupun telah diurapi menjadi raja (baca 1 Samuel 16: 1-13), dia tetap rendah hati, buktinya (baca 1 Samuel 17), dia tetap mau diperintah ayahnya mengantarkan makanan kepada kakaknya dan dia kembali menggembalakan kambing dombanya. Apa yang menjadi tugas kewajibannya sebagai anak tetap dia lakukan.

Contoh lain adalah Yesus Kristus. Yesus mau mengosongkan dirinya menjadi manusia yang paling hina, padahal sebenarnya Dia adalah Penguasa Alam Semesta. Dia mau menjadi manusia yang paling rendah, dimulai dengan proses kelahiranNya yang hina. Ketika Dia akan dilahirkan, dunia tidak mau menerimaNya sehingga Dia harus dilahirkan di kandang hewan. KehidupanNya pun sederhana, menjadi anak tukang kayu yang miskin, dan pada akhir kehidupanNya di dunia Yesus harus menjalani cawan murka Allah melalui penderitaan (difitnah, disiksa, dihina) dan mati di atas kayu salib. Tetapi karena Dia rendah hati, Dia mau menjalani semua itu dan Dia memperoleh kemenangan. 

4. Rela menderita karena Kristus.
Kalau kita berkata bahwa kita adalah anak-anak Kerajaan Allah, adakah kita rela menderita karena Kristus?
Firman Tuhan berkata dalam Kisah Para Rasul 14: 22b: bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
2 Tesalonika 1: 5b: kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu.

Contoh: Anak-anak Tuhan yang menerapkan ajaran-ajaran Kristus di dalam kehidupannya, yaitu hidup lurus dan jujur, tidak mau korupsi, hidup dalam kasih dan menjauhkan diri dari segala perbuatan tercela, maka seringkali "dijauhi dan dimusuhi" oleh orang-orang di sekitarnya, bahkan atasan tidak menyukainya sehingga seringkali karirnya dihambat. Hendaknya hal itu jangan menyebabkan kita putus asa, sebaliknya kIta mesti bersyukur karena kita boleh mengalami 'sedikit' dari penderitaan Kristus. Oleh karena Kristus sudah menderita secara luar biasa (sangat hebat), maka kita tidak akan mengalami penderitaan sehebat yang telah dialami Kristus. Kita harus tetap teguh di dalam Iman, tetap setia dan mensyukuri bila kita harus mengalami 'sedikit penderitaan' karena semua penderitaan dan cobaan itu untuk menguji kemurnian iman kita supaya kita kedapatan sebagai orang-orang yang teguh di dalam Tuhan.

Matius 5: 10-12:
10: Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
11: Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
12: Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Sumber
1. Pdt. Susana Soebroto, ringkasan materi khotbah oleh pada kebaktian kedua GBI Bukit Zaitun, Jakarta, 5 Desember 2010.
2. http://www.mountolivefamily.com/, diakses 12 Desember 2010. 
3. http://alkitab.otak.info/, diakses 12 Desember 2010.

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de