Penurunan Kualitas Udara Akibat Pencemaran Udara di Jakarta

Bila kita sedang naik pesawat udara di atas Jakarta dan akan mendarat (landing), maka bila kita perhatikan secara seksama pada sore hari ketika tidak terjadi hujan, seringkali terlihat adanya perbedaan udara Jakarta dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Udara Jakarta secara kasat mata nampak lebih kelabu kecoklat-coklatan karena dipadati partikulat-partikulat (polutan) dengan kepadatan yang tinggi akibat pencemaran udara.


Penyebab Pencemaran Udara di Jakarta
Penyumbang utama pencemaran udara yang menurunkan kualitas udara Jakarta adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang diperparah dengan terjadinya kemacetan lalulintas yang bersifat kronik. Penyebab lain adalah aktifitas manusia yang menyebabkan terbentuknya gas-gas rumah tangga akibat aktifitas di perumahan dan lingkungan perumahan seperti kegiatan masak-memasak, pemakaian aerosol, pembakaran sampah, industri rumah tangga maupun industri berskala besar dan pabrik-pabrik, emisi gas buang dari pesawat udara dan kapal laut di perairan jakarta Utara, juga partikulat debu tanah yang terbawa angin turut menyumbang pencemaran udara di Ibukota. Ada faktor lain yang menambah keparahan yaitu kondisi lingkungan geografis Jakarta yang relatif tertutup dengan bangunan gedung-gedung bertingkat yang menyulitkan sirkulasi udara sehingga pergerakan udara yang telah terpolusi tidak bebas (timbul akumulasi polutan di beberapa area tertentu).

 

Dalam seminar internasional The Utilization of Catalytic Converter and Unleaded Gasolinne for Vehicle terungkap bahwa 70 persen gas beracun yang ada di udara, terutama di kota besar, berasal dari kendaraan bermotor. Lebih dari 20 persen kendaraan di Jakarta diperkirakan melepas gas beracun melebihi ambang batas yang dinyatakan aman. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor akan meningkatkan pemakaian bahan bakar gas, dan hal itu akan membawa risiko pada penambahan gas beracun di udara terutama CO, HC, SO2.

Data zat-zat pencemar udara yang utama di Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.

PENCEMAR

SUMBER

KETERANGAN

Karbon monoksida (CO)

Buangan utama kendaraan bermotor terutama dari mesin berbahan bakar bensin.

Standar kesehatan: 10 mg/m3 (9 ppm)

Sulfur dioksida (S02)

Panas dan fasilitas pembangkit listrik

Standar kesehatan: 80 ug/m3 (0.03 ppm)

Partikulat Matter (PM10)

Buangan kendaraan bermotor; beberapa proses

Standar kesehatan: 50 ug/m3 selama 1 tahun; 150 ug/m3

Nitrogen dioksida (N02)

Buangan kendaraan bermotor
dan industri

Standar kesehatan: 100 pg/m3 (0.05 ppm) selama 1 jam

Ozon (03)

Terbentuk di atmosfir

Standar kesehatan: 235 ug/m3 (0.12 ppm) selama 1 jam

Sumber: BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

Beberapa Polutan Penting

Beberapa polutan penting penyumbang utama polusi udara, sumber dan dampaknya terhadap kesehatan manusia dapat dilihat dalam tabel 2 berikut ini :

No

Polutan

Sumber

Dampak terhadap kesehatan

1.

Partikulat Matter (PM10), sering disebut asap/jelaga.

Cerobong pabrik, kebakaran hutan dan lahan.

Berbagai gangguan pernafasan seperti: ISPA, asma bronkhiale, dan bronkhitis.

2.

Karbon Monoksida (CO)

Kendaraan mesin bensin yang sistem pembakarannya tidak sempurna.

a. Mengganggu saluran pernafasan

b. Gas CO yang masuk ke aliran darah akan bersatu dengan Hemoglobin membentuk Carboxyhemoglobin (COHb) yang mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen darah, sehingga pasokan O2 ke otak berkurang.

c. Keracunan berat dapat menyerang otak dan jantung sehingga dapat menyebabkan kematian.

d. Meningkatkan angka kematian bayi dan BBLR.

e. Mengganggu aktifitas penglihatan.

f. Menimbulkan stress fisiologis.

3.

Sulfur  dioksida (SO2)

Pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung belerang, terutama batubara.

a. Iritasi pada saluran pernafasan.

b. Menimbulkan eksaserbasi penyakit paru-paru, asma dan bronkhitis.

4.

Hidro Karbon (HC) dan senyawa organic volatile (=VOC)

Penguapan bensin dari tangki dan karburator kendaraan bermotor, dan produk samping bahan bakar yang tidak terbakar sempurna.

a. Leukemia, dan kanker lain dalam tubuh.

b. Sesak nafas.

c. Beberapa VOC dengan berat molekul tinggi diduga menyebabkan efek mutagenic dan karsinogenik.

5.

Nitrogen Oksida (NOx)

Pembakaran dari motor diesel, bersatunya oksigen dan nitrogen di udara ketika panas pembakaran terjadi.

a. Setelah bereaksi di atmosfir, zat ini membentuk partikel-partikel nitrat amat halus yang menembus bagian terdalam paru-paru sehingga menyebabkan kerusakan paru-paru, dan mempengaruhi kapasitas fungsi paru pada pajanan jangka panjang.

b.Meningkatkan sensitifitas asma bronkhiale.

c. Iritasi pada mata dan saluran pernafasan

6.

Ozon (O3)

Terbentuk dari reaksi antara Nitrogen oksida dan gas organik/hidrokarbon pekat yang dihasilkan dari emisi gas buang kendaraan maupun industri.

a. Merupakan zat oksidan yang sangat kuat yang dapat menyebabkan inflamasi, selapu lendir dan mata.

b. Luka dan kerusakan sel pada hewan percobaan.

c. Asma bronkhiale dan gangguan pernafasan lainnya.

7.

Partikel-Partikel: Timah Hitam (Pb), Nikel & Mekuri

Emisi Gas buang dari mesin diesel,

Pb sebagai additive untuk menaikan angka oktan bahan bakar.

  1. Bau khas yang mengganggu penciuman.
  2. Asap kotor yang mengganggu mata/ penglihatan.
  3. Kesehatan tubuh dapat terganggu.
  4. Keracunan Pb pada awalnya, mudah marah, lesu, nafsu makan terganggu.
  5. Kerusakan pada ginjal.
  6. Mengganggu sistim persyarafan.

Sumber: dari berbagai sumber.


Kualitas udara dan pencemaran udara di wilayah jabodetabek dapat dinilai dari Indeks Standar Pencemar Udara (=ISPU) dari beberapa Stasiun Pemantau yang ada di Jakarta yang diselenggarakan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal), dalam hal ini Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta. ISPU ditentukan oleh konsentrasi zat-zat pencemar yang ada di udaraJakarta berturut-turut PM10, SO2, CO, O3, dan NO2.

 

Referensi

1. Wijaya, 2005, Pencemaran Udara di Wilayah Jabodetabek, DepokFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de