Kebutuhan Dasar Anak agar Bertumbuh dan Berkembang Optimal

Parent Category: Info umum
09. 12. 21
posted by: dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM
Created: 21 December 2009
Hits: 17341

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

"Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu." Kalimat ini merupakan kutipan dari Injil pada kitab Amsal 29:17. Anak adalah aset yang paling berharga bagi keluarga dan negara. Masa depan bangsa dan negara ada di tangan anak-anak, oleh karena itu kita harus mengupayakan agar anak kita bertumbuh dan berkembang optimal sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas dan  tangguh. Kita harus mengetahui kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang yang optimal dan memenuhinya sejak dini, sekarang juga, dan jangan ditunda-tunda.

 

Batasan Usia Anak

Berdasarkan Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989, Bagian 1 Pasal 1, yang dimaksud Anak adalah setiap orang yang berusia dibawah 18 tahun, kecuali berdasarkan undang-undang yang berlaku bagi anak ditentukan bahwa usia dewasa dicapai lebih awal.

 

Berdasarkan Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat 1, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan menurut WHO, batasan usia anak antara 0-19 tahun.


Hak Anak
Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak, yaitu:

  1. Non-diskriminasi
  2. Kepentingan yang terbaik bagi anak
  3. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan
  4. Penghargaan terhadap pendapat anak

 

Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Menurut prinsip dasar hak anak yang ke-3, anak mempunyai hak untuk hidup, bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh berarti bertambahnya ukuran tubuh dan jumlah sel serta jaringan di antara sel-sel. Indikator untuk mengetahui adanya pertumbuhan adalah: adanya pertambahan tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. Berkembang adalah bertambahnya struktur, fungsi  dan kemampuan anak yang lebih kompleks. Indikator perkembangan anak meliputi kemampuan:

  1. Sensori (kemampuan mendengar, melihat, meraba, merasa, mencium)
  2. Gerakan (terdiri dari gerak kasar, halus, dan kompleks)
  3. Berkomunikasi dan berinteraksi (tersenyum, menangis, bicara, dll)
  4. Kognitif (kemampuan mengenal, membandingkan, mengingat, memecahkan masalah, dan kecerdasan)
  5. Bersosialisasi , kemandirian
  6. Kreativitas
  7. Moral dan spiritual
  8. dan lain-lain.

 

Pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara bersamaan (simultan). Perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan syaraf pusat dengan organ tubuh yang dipengaruhinya. Misal: kemampuan bicara merupakan hasil dari perkembangan sistem syaraf pusat yang mengendalikan proses berbicara dan kondisi fisik alat-alat yang digunakan untuk berbicara seperti pita suara, bibir, lidah mulut dan rongga mulut termasuk hidung dan lain-lain.

  

Hal-hal yang menentukan Kualitas Tumbuh Kembang Anak

Kualitas tumbuh kembang anak ditentukan oleh:

  • Faktor intrinsik, yaitu faktor-faktor bawaan sejak lahir (genetik - heredokonstitusional)
  • Faktor ekstrinsik, yaitu faktor-faktor sekeliling (lingkungan) yang mempengaruhi tumbuh kembang anak sejak di dalam kandungan hingga lahir dan bertumbuh-kembang menjadi seorang anak.

 

Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak untuk Tumbuh Kembang yang Optimal

Meliputi 'Asuh, Asih, dan Asah' yaitu:

1. Kebutuhan Fisis-Biologis (ASUH):
Meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan seperti: nutrisi, imunisasi, kebersihan tubuh & lingkungan, pakaian, pelayanan/pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, olahraga, bermain dan beristirahat.

a. Nutrisi: 
    - sejak anak di dalam rahim, ibu perlu memberikan nutrisi seimbang melalui konsumsi  
      makanan yang bergizi.
    - Air Susu Ibu (ASI): nutrisi yang paling lengkap dan seimbang bagi bayi (terutama pada 6 
      bulan pertama atau ASI Eksklusif)
    - Menu seimbang: protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air

b. Imunisasi: anak perlu diberikan imunisasi dasar lengkap agar terlindung dari penyakit-penyakit yang dapat
    dicegah dengan imunisasi.

c. Kebersihan: meliputi kebersihan makanan, minuman,udara, pakaian, rumah, sekolah, tempat bermain

    dan transportasi.

d. Bermain, aktivitas fisik, tidur: anak perlu bermain, melakukan aktivitas fisik dan tidur karena hal ini

    bermanfaat untuk:
     - merangsang hormon pertumbuhan, nafsu makan, merangsang metabolisme 
       karbohidrat, lemak, dan  protein
     - merangsang pertumbuhan otot dan tulang
     - merangsang perkembangan

e. Pelayanan Kesehatan: anak perlu dipantau/diperiksa kesehatannya secara teratur (bukan kendaraan aja
    yang perlu diperiksa teratur, anak juga perlu). 
    Contoh pelayanan kesehatan yang teratur pada anak Balita adalah: anak ditimbang minimal 8 kali setahun, 

    dilakukan SDIDTK minimal 2 kali setahun dan diberikan kapsul Vitamin A dosis tinggi 2 kali setahun yaitu 

    setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan pemantauan yang teratur untuk:
     - mendeteksi secara dini dan menanggulangi bila ada penyakit dan gangguan tumbuh-
       kembang
     - mencegah penyakit
     - memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.


2. Kebutuhan kasih sayang dan emosi (ASIH):

Anak memerlukan kasih sayang melalui hubungan yang erat, serasi dan selaras dengan ibunya. Memberi kasih sayang akan sangat membantu tumbuh kembang fisik-mental dan psikososial anak yang optimal.  Pada tahun-tahun pertama kehidupannya (usia dini) bahkan sejak anak masih di dalam kandungan, anak mutlak memerlukan ikatan yang menciptakan rasa aman dan nyaman.
Untuk itu upayakan agar:
        - anak merasa dilindungi 
   

        - memperhatikan minat, keinginan, dan pendapatnya

        - memberi contoh, tidak memaksa

        - membantu, mendorong/memotivasi
        - menghargai pendapat anak

        - mendidik dengan penuh kegembiraan melalui kegiatan bermain

        - melakukan koreksi dengan kegembiraan dan kasih sayang (bukan ancaman/hukuman).

  

3. Kebutuhan Stimulasi (ASAH): 
Untuk memperoleh perkembangan yang optimal, anak perlu 'diasah' melalui kegiatan stimulasi dini untuk mengembangkan sedini mungkin kemampuan sensorik, motorik, emosi-
sosial, bicara, kognitif, kemandirian, kreativitas, kepemimpinan, moral dan spiritual.

Dasar perlunya stimulasi dini:

       - milyaran sel otak dibentuk sejak anak di dalam kandungan dan belum ada hubungan antar sel otak (sinaps)

-orang tua perlu merangsang hubungan antar sel-sel otak

- bila ada rangsangan akan terbentuk hubungan-hubungan baru (sinaps)

- semakin sering di rangsang akan makin kuat hubungan antar sel-sel otak

- semakin banyak variasi maka hubungan antar se-sel otak semakin kompleks/luas

- merangsang  otak kiri dan kanan secara seimbang untuk mengembangkan multipel
  inteligen dan kecerdasan
yang lebih luas dan tinggi.
- stimulasi mental secara dini akan mengembangkan mental-psikososial anak seperti:
  kecerdasan, budi luhur, moral, agama dan etika, kepribadian, ketrampilan berbahasa,
  kemandirian, kreativitas, produktifitas, dst

  

Orang tua yang bijak akan menganut pola asuh demokratik, mengembangkan kecerdasan emosional, kemandirian, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan dan moral-spiritual anak. Dan jangan dilupakan, anak-anak yang berusia 0-72 bulan perlu diperiksa tumbuh kembangnya secara teratur melalui kegiatan deteksi dini (skrining) untuk mengetahui sedini mungkin adanya kelainan/penyimpangan tumbuh kembang serta melakukan intervensi dan rujukan dini bila diperlukan. Ketersediaan pelayanan "stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak" dapat ditanyakan di Puskesmas, klinik tumbuh kembang dan Rumah Sakit di kota anda. Pelayanan stimulasi dini dapat diperoleh di Pos-Pos PAUD di setiap wilayah (desa, kelurahan atau kecamatan) yang menyediakan pelayanan "Pendidikan Anak Usia Dini" atau disingkat PAUD.

 

Referensi

  1. Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989
  2. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  3. Departemen Kesehatan RI, 2006, Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.
  4. dr. Soedjatmiko, SpA (K), MSi, 2009, Materi prsentasi pada 'Pelatihan Program Kesehatan Balita Bagi Penanggung Jawab Program Kesehatan Anak', Bogor, 2009, Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita.

Add comment


Security code
Refresh