User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dalam kemajuan teknologi informasi, Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju. Sekarang di sini sudah banyak tersedia bentuk-bentuk pelayanan masyarakat berbasis internet secara online dan realtime. Kalau sekarang sudah ada pelayanan jual-beli online, pemesanan tiket online, pendidikan online, bank online, apotik online, ojek sepeda motor online, laundry online, konsultasi hukum online, dan yang baru-baru ini heboh adalah PSK online, maka sebentar lagi akan muncul pelayanan kesehatan online atau "Praktik Dokter Online." Seiring meningkatnya kebutuhan (demand) masyarakat akan pelayanan kesehatan, maka cepat atau lambat pelayanan Praktik Dokter secara online sudah pasti akan menjadi kenyataan.

 

Bentuk-bentuk Pelayanan Praktik Dokter Online

Ada beberapa bentuk pelayanan Praktek Dokter Online yang dapat diterapkan, antara lain:

  1. Pelayanan konsultasi online via situs web atau aplikasi. Pelayanan yang diberikan biasanya berbentuk konsultasi melalui chatting atau email. Pasien bertanya secara tertulis, kemudian dokter menjawab real time ataupun tidak. Konsultasi jenis ini biasanya tidak dipungut bayaran alias gratis.
  2. Pemeriksaan kesehatan melalui kunjungan rumah atau ke tempat praktik dokter. Pelayanan yang diberikan adalah murni praktek dokter melalui kunjungan dokter ke rumah pasien atau pasien datang berobat ke tempat praktek dokter setelah didahului pembuatan perjanjian via situs web mengenai waktu dan tempat kunjungan/pertemuan antara dokter dan pasien.
  3. Praktik Dokter full online. Pelayanan yang diberikan benar-benar full online dimana dokter dan pasien tidak perlu bertatap muka (bertemu) secara langsung tetapi melalui aktivitas pemeriksaan atau asesmen masalah kesehatan berbasis web yang real time, misalnya melalui chatting, video online, atau aplikasi. Beberapa kemungkinan pelayanan yang dapat dikembangkan antara lain konsultasi, pemeriksaan, asesmen masalah kesehatan, penentuan diagnosis sampai pembuatan resep (e-prescription). Pasien bisa dipungut bayaran, bisa pula gratis.

 

Permasalahan yang dialami warga Jabodetabek sangat kompleks, yang menjadi tantangan bagi kita semua, seperti: pertambahan jumlah penduduk yang sulit dibendung, arus urbanisasi yang menunjukkan trend meningkat, tingginya angka kecelakaan lalulintas, tingginya kasus kriminalitas, prostitusi dan penyalahgunaan obat-obatan, pola hidup tidak sehat seperti kurang istirahat, stress, kurang olahraga, fast food, polusi, dan kurang pengetahuan tentang kesehatan. Semua itu bermuara kepada permasalahan kesehatan yang menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan (demand) masyarakat akan pelayanan kesehatan.

 

Namun ironisnya, meningkat pesatnya demand masyarakat akan pelayanan kesehatan tidak diiringi dengan meningkatnya ketersediaan (supply) fasilitas kesehatan termasuk tenaga kesehatan dan dokter. Supply dan demand seperti deret hitung dan deret ukur, maka yang nampak di Rumah Sakit Rumah Sakit di wilayah Jabodetabek adalah terjadinya beban berlebih (overload) kunjungan pasien, terutama sejak diterapkannya Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Hal ini dapat sedikit direduksi apabila tersedia pelayanan kesehatan online. Pelayanan kesehatan online akan membuat terjadinya keseimbangan dan pemerataan dari sisi supply dan demand. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang akan mejadi trend adalah konsultasi kesehatan online, misalnya Praktek Dokter Online.

 

Kendala praktik dokter online

Di negara kita, untuk menyelenggarakan kegiatan praktik dokter, seorang dokter memerlukan pengakuan (legalitas) dari organisasi profesi (IDI) dan pemerintah, serta wajib mengikuti ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk melakukan praktik kedokteran di masyarakat, seorang dokter wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Dokter (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP). Sedangkan SIP dibatasi hanya boleh maksimum di 3 (tiga) tempat praktek untuk seorang dokter. Nah, untuk praktek dokter online, saat ini belum ada peraturan yang mengatur penyelenggaraannya, yaitu undang-undang dan peraturan tentang pelaksanaan praktek dokter online belum ada, dan pengurusan SIP-nya belum jelas masuk di wilayah mana??

 

Referensi:

  1. http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol16983/ketiadaan-surat-izin-praktek-dokter-bukan-tindak-pidana, diakses 15 Agustus 2015.
  2. http://www.kompasiana.com/gaganawati/sebagian-masyarakat-jerman-pilih-praktek-dokter-on-line_5520ed268133114e7419fc12, diakses 15 Agustus 2015.

Add comment


Security code
Refresh