User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Menurut infodokterku.com, ada empat faktor penyebab kemacetan lalulintas yaitu: faktor jalan raya, faktor kendaraan, faktor manusia dan faktor lain. Khusus untuk faktor kendaraan, ada satu jenis kendaraan yang sudah diakui oleh banyak kalangan sebagai kontributor terbesar kemacetan lalulintas di ibu kota Indonesia yaitu mobil (khususnya mobil pribadi), penulis menyebutnya sebagai “Si Kotak Besar Berjalan.” Karena menjadi kontributor terbesar maka intervensi terhadap si Kotak Besar Berjalan akan punya daya ungkit tertinggi untuk mengurangi tingkat kemacetan di DKI Jakarta. Artinya, Jakarta memerlukan adanya aturan main khusus bagi si Kotak Besar Berjalan yang bertujuan untuk membatasi pergerakannya agar kemacetan lalulintas dapat terkurangi. Aturan main yang sedang menunggu implementasi adalah pembatasan populasi mobil yang boleh berkeliaran di jalanan ibu kota melalui penerapan 'nomor polisi (nopol) ganjil-genap' yang diyakini dapat mengurangi beban jalan raya. Untuk siapa? 39,1% (yang terbanyak) mengatakan kebijakan ini harus diterapkan pada mobil (lihat hasil jajak pendapat di bawah ini). Seberapa besar pengaruhnya dan bagaimana cara efektif untuk membatasi populasi si Kotak Besar Berjalan?

 

 

Tujuan Pembatasan Mobil

Yang harus diingat, prinsip dasar tujuan transportasi adalah untuk memindahkan orang dan atau barang, bukan memindahkan kendaraan. Kendaraan hanya alat pengangkut. Bila prinsip ini diterapkan maka efektivitas transportasi menjadi yang terutama. Dengan demikian, setiap intervensi harus mempertimbangkan faktor efektivitas dan efisiensi pengangkutan. Belakangan, prinsip ini sudah ditinggalkan, kendaraan bukan lagi sekedar alat pengangkut, tetapi sudah menjadi alat penambah prestise, status sosial, pamer dan alat hiburan.

 

Tujuan pembatasan kendaraan adalah untuk mengurangi beban jalan raya dengan cara:

  1. Membatasi volume dan jumlah kendaraan yang melintas.
  2. Memperbesar kapasitas (daya muat) orang dan atau barang yang dapat diangkut.

 

Strategi Pembatasan Mobil

Menurut hasil jajak pendapat masyarakat tentang kebijakan ganjil-genap, sebagian besar menyarankan bahwa kebijakan ini sebaiknya berlaku untuk seluruh mobil (mobil pribadi) di seluruh wilayah DKI Jakarta. Dengan demikian tulisan ini membahas kebijakan ganjil-genap hanya untuk mobil pribadi. Tersedia banyak cara untuk membatasi populasi mobil yang boleh berkeliaran di jalan-jalan ibukota. Kita bisa memilih beberapa di antaranya yang kita anggap efektif dan tokcer. Cara-cara untuk membatasi populasi Si Kotak Besar Berjalan yang boleh berkeliaran, antara lain:

  • Membatasi penjualan mobil kepada penduduk di wilayah Jabodetabek. Untuk itu diperlukan kerjasama antara Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan Pemerintah Daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
  • Pembelian mobil harus dengan izin. Warga di wilayah Jabodetabek yang ingin membeli mobil baru harus seizin Gubernur atau walikota setempat.
  • Membatasi jumlah maksimum armada angkutan umum per trayek yang boleh beroperasi.
  • Membatasi usia mobil yang boleh berkeliaran di jalan berdasarkan tahun produksi.
  • Menerapkan kebijakan nopol ganjil genap kendaraan yang boleh berkeliaran di jalan ibukota.
  • Menerapkan "Zona Bebas Mobil" pada ruas jalan dan hari-hari tertentu sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran udara, menggalakkan pariwisata, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  • Menaikkan pajak mobil pribadi 'berbadan lebar' (bongsor) berlipat kali.
  • Memaksimalkan jumlah penumpang mobil pribadi, misal: penerapan five in one pada jalur-jalur sangat padat, dan three in one pada seluruh jalan di ibu kota.
  • Meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan angkutan umum, antara lain: menambah atau mengurangi jumlah armada angkutan umum sesuai kebutuhan, peremajaan armada, memberikan penyuluhan kepada para sopir angkutan umum tentang cara mengemudi yang baik, sangat penting meningkatkan keamanan di dalam angkutan umum (sudah menjadi rahasia umum dan momok bagi masyarakat: pemerasan, perampasan, pencopetan, pemaksaan dan kekerasan terhadap penumpang angkutan umum dengan sasaran utama terbanyak kelompok lemah seperti kaum wanita dan anak-anak).
  • Melarang truk (terutama truk tronton) melintasi jalan di dalam kota Jakarta, termasuk tidak boleh melintasi jalan layang (flyover), tol atau non tol.
  • Menerapkan kebijakan yang mengatur tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor, termasuk melarang beroperasinya angkutan bajaj (mengganti dengan roda tiga berbahan bakar gas) dan sepeda motor bermesin 2 tak, dan meningkatkan penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) bagi kendaraan.

 

Penerapan Nopol Ganjil Genap

Penerapan nopol ganjil-genap bertujuan untuk mengurangi beban jalan raya melalui pengendalian pemakaian mobil pribadi yang tidak efisien. Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta (dan sekitarnya) maka mutlak diperlukan kebijakan yang mengatur pengurangan beban jalan raya separuhnya. Keluaran (output) dari kebijakan ini adalah pengurangan populasi mobil pribadi yang boleh mondar-mandir di jalan-jalan ibukota menjadi separuhnya.

 

Agar lebih efektif maka kebijakan nopol ganjil-genap dapat dibarengi dengan:

  1. Menerapkan kebijakan three in one di seluruh jalan di ibukota tanpa kecuali dan menerapkan five in one di seluruh jalan protokol di ibukota.
  2. Menerapkan 'Jalur Khusus sepeda Motor' di jalan-jalan utama ibu kota.

 

Antisipasi Negatif

Pemberlakuan kebijakan nomor ganjil dan nomor genap pasti dapat mengurangi separuh (50%) mobil yang bisa berkeliaran di jalan-jalan ibukota (DKI Jakarta). Akan tetapi perlu dilakukan antisipasi terhadap kemungkinan praktek trik 1 mobil punya 2 nomor, dengan cara antara lain: menempelkan sejenis stiker (yang tidak bisa dipalsu) di kaca depan & belakang mobil, misal: stiker nomor 1 berarti ganjil dan nomor 2 berarti genap, dengan demikian nomor ganjil dan genap lebih mudah dipantau pada malam hari. Sedangkan antisipasi terhadap orang-orang yang membeli mobil lagi dan berharap punya nomor ganjil & genap, Institusi pengurusan surat kendaraan baru (Samsat) jangan mau 'diatur' oleh masyarakat, malah sebaliknya harus mengantisipasi trik-trik masyarakat dengan cara memberikan status nomor yang sama bagi orang atau alamat pengajuan yang sama (berikan nomor genap untuk orang/alamat yang sudah punya nomor genap sebelumnya dan nomor ganjil untuk orang/alamat yang sudah punya nomor ganjil sebelumnya).

 

Kapan Sebaiknya Diterapkan Nopol Ganjil-Genap?

Populasi 'Si Kotak Besar Berjalan' harus dibatasi sesegera mungkin. Penerapan Nopol Ganjil - Genap harus dilakukan sekarang juga tanpa harus menunggu tersedianya jumlah angkutan umum yang memadai. Kenapa?? Karena diperkirakan, ada atau tidaknya angkutan umum tidak akan membawa pengaruh bagi orang-orang egois (yang selalu mengendarai mobil sendirian). Mereka selalu punya cara untuk berlaku egois di jalan raya. Lagi pula tidak ada gunanya menunggu tersedianya angkutan umum yang memadai karena mereka sudah bertekad tidak akan menggunakan angkutan umum, terkecuali kondisi angkutan umumnya luar biasa bagus macam di Jepang, Singapur dan negara-negara maju lain.

 

Jadi, percuma menunggu datangnya armada baru Bus TransJakarta. Tunggu apalagi? sekarang juga harus diterapkan kebijakan nopol ganjil-genap bagi si kotak besar berjalan! Tingkat keberhasilannya semakin tinggi apabila dibarengi pelarangan dan pembatasan secara ketat pembelian mobil baru oleh masyarakat Jabodetabek, menerapkan kebijakan three in one atau five in one.

 

Cara Pamungkas mengatasi Kemacetan lalulintas di Jakarta

Apabila penerapan nopol ganjil-genap secara berselang-seling satu hari sekali, dikemudian hari ternyata kurang mempan untuk mengatasi kemacetan lalin, maka bisa ditempuh cara pamungkas (yang sedikit gila) yaitu pembagian jatah populasi mobil yang boleh berkeliaran dibagi menjadi 3 kelompok. Metode penerapannya sbb:

 

  • Hari Senin dan Kamis: mobil yang boleh berkeliaran di Jakarta adalah mobil yang memiliki nopol dengan digit terakhir nomor 1, 2 dan 3.
  • Hari Selasa dan Jumat: mobil yang boleh berkeliaran di Jakarta adalah mobil yang memiliki nopol dengan digit terakhir nomor 4, 5 dan 6.
  • Hari Rabu, Sabtu dan Minggu: mobil yang boleh berkeliaran di Jakarta adalah mobil yang memiliki nopol dengan digit terakhir nomor 7, 8, 9 dan 0.

 

Kesimpulan

Banyak cara untuk mengatasi kemacetan lalulintas (lalin) di Jakarta, namun yang harus disadari, tidak ada satu-satunya cara (baca: hanya satu cara) untuk menghapus kemacetan tersebut. Yang ada, beberapa cara efektif yang diterapkan secara bersamaan (dikombinasi) akan mampu mengatasi. Salah satu cara yang punya daya ungkit besar adalah pembatasan populasi mobil yang boleh berkeliaran di ibukota. Semoga ...

Add comment


Security code
Refresh