User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
Setelah kasus Eyang Subur yang sempat bikin heboh media-media di seluruh Indonesia beberapa bulan lalu dan kini sudah dilupakan orang, akhir-akhir ini masyarakat Indonesia punya kehebohan baru dengan munculnya kasus Vicky Prasetyo. Yah ... Vicky Prasetyo (VP) telah bikin heboh Indonesia karena dugaan kasus penipuan dan ... pemakaian 'bahasa intelek' atau boleh disebut sebagai "manipulasi bahasa Indonesia" (paling tidak, seperti itu yang diteriakkan banyak pihak). Namun penullis tidak tertarik untuk membahas kasus dugaan penipuan oleh mantan tunangan Zaskia Gotik tersebut, tetapi lebih tertarik untuk membahas kasus manipulasi bahasa karena hal inilah justru yang membuat VP menjadi sangat terkenal. Menurut penulis, Vicky Prasetyo (VP) layak mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Kekayaan Bahasa Indonesia. Lho koq???
 
Pada awal September 2013, masyarakat Indonesia dibuat tercengang dan heboh melihat gaya berbahasa yang diperagakan VP yang disebut banyak pihak sebagai 'bahasa intelek.' Cara VP berbahasa menimbulkan banyak reaksi, komentar, berita dan ulasan di berbagai media massa (surat kabar, televisi dan internet) yang sarat dengan kecaman, cemoohan, ejekan dan sindiran. Muncul pula banyak parodi yang meniru gaya berbahasa VP yang nyeleneh seolah semua yang pernah diucapkan VP tersebut adalah hal-hal yang memalukan sehingga harus diejek, diumpat dan dicibir yang menempatkan VP sebagai 'pesakitan.' Tapi di sisi lain, gaya berbahasa VP justru banyak ditiru orang, mulai presenter, pelawak, pejabat, meniru seolah 'ketularan' ingin nampak keren dengan memakai kosakata VP.
 
Para wartawan, penyiar, presenter, artis, pelawak, komentator, ahli bahasa dan orang-orang yang mengaku sebagai ahli bahasa, sibuk membahas kosakata (perbendaharaan kata) yang berhamburan dari mulut VP. Ada pula seorang presenter pada acara "HP" di salah satu stasiun TV swasta yang mencoba menirukan gaya VP, tapi sayangnya (maaf) ia masih terbata-bata yang berarti kemampuan beliau dalam berbahasa versi VP masih kalah dari "pencetusnya sendiri." Tak pelak lagi, karena kepopulerannya tersebut, akan berdampak positif bagi VP. Ia sekarang sudah punya nilai jual tinggi di layar kaca yang sudah melampaui selebritis papan tengah.
 
Berikut ini beberapa kata dan frasa dalam kosakata yang digunakan VP yang telah menimbulkan kegaduhan (kehebohan) di Indonesia antara lain:
  • Twenty nine my age
  • Basicly
  • Kontroversi hati
  • Konspirasi kemakmuran
  • Harmonisisiasi
  • Mempertakut
  • Mempersuram
  • Statusisasi kemakmuran
  • Confident
  • Labil ekonomi
 
Benarkah Vicky Prasetyo Merusak Bahasa Indonesia?
Bila kita memerhatikan kata-kata yang digunakan VP seperti beberapa contoh di atas, sebenarnya tidak ada kata-kata dasar yang baru, beberapa kata merupakan kata-kata yang umum dalam bahasa Inggris (yang aneh adalah penggunaannya yang sedikit terpeleset dari rambu-rambu bahasa tetapi diucapkan dengan sangat PD), hanya ditambahkan awalan dan atau akhiran tertentu pada suatu kata dasar, serta menyandingkan 2 kata yang tidak lazim di telinga orang yang baru mendengarnya. Kenyataan yang terlihat, VP sangat berani memberi imbuhan dan menciptakan suatu frasa yang baru yang terdengar "aneh" tapi ternyata sangat menarik. Namun akibatnya, semua orang menghakimi dan menyalahkan VP, seolah ia telah merusak bahasa Indonesia. Benarkah demikian?
 
Menurut penulis, walaupun banyak cerdik pandai, cendekiawan dan ahli bahasa mengumandangkan dan mengecam cara VP berbahasa dengan cara yang salah, namun dari dasar lubuk hati, sebenarnya mereka tidak dapat memungkiri bahwa penggunaan kosakata oleh VP ditambah dengan kelancarannya dalam mengolah dan mengucapkan kata-kata tersebut, sangat brilian. Caranya berbicara dan berpidato terlihat sangat wajar, alamiah, spontan, layaknya orator ulung, walaupun mungkin dibuat-buat tetapi nampak sangat terlatih sehingga jauh dari kesan dibuat-buat. Yang terjadi sebenarnya, berbagai potensi (kemampuan) VP justru telah mempertakut dan membuat iri banyak pihak. Para ahli merasa telah dikudeta dan dikalahkan! Yah, tanpa adanya konspirasi, VP telah mengkudeta dan mengalahkan Ahli-Ahli Bahasa Indonesia!
 
Akan halnya yang telah dilakukan VP, para Ahli Bahasa Indonesia seakan baru tersadar dan terbangun dari tidur panjang yang lelap. Mereka baru tersadar bahwasanya Bahasa Indonesia ternyata sangat kaya. Kekayaan Bahasa Indonesia di tangan VB bisa mengalahkan banyak bahasa-bahasa utama di dunia, apalagi bahasa tetangga terdekat, pasti lewat. Yah, kita selama ini tidak mengetahui atau tahu tetapi lupa bahwasanya Bahasa Indonesia sangat luar biasa, fleksibel, dapat dikembangkan menjadi sempurna dan penuh keindahan di tangan orang yang tepat. Kita seakan lupa bahwa dengan memakai Bahasa Indonesia kita dapat menciptakan berbagai maha karya sastra seperti prosa, novel, puisi, sajak serta berbagai ceritera dan dongeng yang indah-indah.
 
Pahlawan Kekayaan Bahasa Indonesia
Tak dapat dipungkiri, gaya berbahasa VP telah menyentil kita manakala kita sudah mulai melupakan dan menghina bahasa nasional kita sendiri. VP menyadarkan kita bahwa kita memiliki bahasa yang hebat, indah dan masih sangat terbuka untuk dikembangkan dan dimanipulasi lebih lanjut lagi. Bahasa Indonesia ternyata bukan bahasa yang stagnan, monoton, memalukan dan hampir punah, akan tetapi Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dinamis, fleksibel dan akan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman seperti yang terjadi pada banyak bahasa utama di dunia.
 
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya, oleh karena itu rakyat Indonesia harus bangga memiliki Bahasa Indonesia. VP telah membuka kesadaran kita bahwa Bahasa Indonesia sangat berpotensi. Tak pelak lagi penulis tanpa ragu memberi gelar bagi Vicky Prasetyo sebagai Pahlawan Kekayaan Bahasa Indonesia. Setujukah Anda? silahkan tuliskan komentar Anda pada kolom di bawah ini.
 
Terima kasih atas perhatian Anda.

Add comment


Security code
Refresh