Kondisi Kota Tua di DKI Jakarta Sangat Menyedihkan

Parent Category: Opini
12. 12. 26
posted by: dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM
Last Updated: 25 January 2015
Created: 26 December 2012
Hits: 1993

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Pada bula terakhir tahun 2012 penulis berkesempatan mengambil cuti tahunan selama 5 hari kerja setelah kena potong 7 hari cuti bersama dari jatah normal yang seharusnya 12 hari kerja. Lumayan lah karena dalam kenyataannya jadi 13 hari sebab berdempetan dengan hari-hari libur di akhir tahun. Pada sore hari ketika cuaca sedang cerah tiba-tia terbersit keinginan saya untuk jalan-jalan ke daerah sekitar Kota Tua Jakarta. Meskipun saya tinggal di Jakarta tapi secara khusus saya tidak pernah mampir di kawasan Kota Tua ini karena keterbatasan waktu, kalau lewat sih sering. Sekilas cukup eksotik nampaknya kawasan Kota Tua ini dengan bangunan-bangunan tua dan dilintasi suatu sungai besar (Kali Besar). Mangkanya sudah lama saya memendam keinginan untuk sekali waktu melakukan "Jalan Sore-sore" di Kota Tua Jakarta terutama ingin nongkrong di tepi Kali Besar. Keingnan lama tsb akhirnya terlaksana di saat cuti akhir tahun 2012 ini, pada suatu sore saya menuju Kota Tua Jakarta.

 

   

 

   

 

  

Beberapa sudut kawasan Kota Tua dan Kali Besar di Jakarta.                                                                                      Sumber gambar: infodokterku.com

 

Kota Tua Jakarta di malam hari.                                         Sumber gambar: http://suryawisatapkl.blogspot.com/

 

Sesampainya di kawasan Kota Tua, saya memutuskan membatalkan niat untuk mengekplor lebih jauh memasuki kawasan ini, hanya mengamati dari sebelah luar saja walaupun saya yakin di dalam gedung-gedung bersejarah tersimpan banyak hal-hal yang menarik. Hal ini disebabkan kawasan ini dari luar sudah nampak semrawut, tidak rapih, kotor dan ... pokoknya kurang sreg lah. Saya menuju ke Jalan Kali Besar di pinggir kali (sungai), disana banyak kelompok anak-anak muda yang sedang nongkrong, ada yang saling memotret, ada pula yang sedang menikmati makanan kaki lima di tepi jalan Kali Besar. Disini pun kondisinya sama semrawutnya, sampah berserakan, pedagang kaki lima berjejer tidak teratur. Yang menjadikan masalah bukan karena adanya kelompok anak-anak muda yang nongkrong, justru ini oke-oke saja dan bagus masih ada banyak orang-orang yang mau duduk-duduk di tepian Kali Besar, tetapi yang sangat mengganggu pemandangan adalah masalah kebersihan serta terkesan semrawut. Belum lagi, ketika mata menatap sungai (Kali Besar), airnya kotor, banyak sampah, tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan nilai tambah. Ah ... apa kata wisatawan mancanegara nanti? Wajah Kota Tua merepresentasikan wajah kota Jakarta bahkan wajah negara ini.

 

Sambil melihat sekeliling, saat itu saya berkhayal, andaikan area ini tertata rapih, kebersihannya dijaga, para pedagang kaki lima ditambah jumlahnya dengan berbagai variasi kuliner, berbagai jenis cinderamata dan lain-lain, akan tetapi para pedagang hendaknya ditata rapih berjejer di sepanjang pinggir jalan Kali Besar Barat. Diperlukan penerangan maksimal dengan lampu pijar yang menyala sejak sore sampai pagi hari, keamanan dijaga secara maksimal sehingga pada malam hari di sepanjang Jalan Kali Besar menjadi daerah wisata malam dan area pasar malam. Di pagi hari kawasan ini akan menjadi kawasan yang indah dan sejuk untuk melakukan olahraga dan jogging sambil berbelanja berbagai bunga, cindera mata dan wisata kuliner pagi. Oleh karena itu perlu disediakan lahan untuk pedagang bunga-bungaan bahkan perlu ada pasar tradisional yang tertata rapih dan bersih sehingga orang-orang yang berkunjung pada pagi hari dapat langsung berbelanja untuk keperluan rumah tangga tanpa meninggalkan area Kota Tua. Pada siang hari para pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai atraksi seni dan budaya Betawi, pertunjukan, dlsb ... pokoknya Kota Tua tidak akan 'mati' sepanjang hari selalu ada hal-hal menarik. Bila bisa terlaksana maka akan ada peningkatan kunjungan/arus wisatawan lokal dan mancanegara yang datang kesini secara berlimpah. Saya mengkhayalkan area ini bisa menyamai bahkan melebihi Chiang Mai Night Bazaar di Kota Chiang Mai, Thailand.

 

Sungai (kali besar) seharusnya dibersihkan, tepiannya direnovasi, diterangi lampu pijar yang cahayanya sangat terang menerangi sungai, disediakan wisata sungai dengan perahu berhias. Disediakan pula area bermain bagi anak-anak, pokoknya cukup lengkap. Gedung-gedung bersejarah direnovasi luar dan isi dalamnya sehingga setiap gedung menampilkan kekhasan sejarah masing-masing. Perusahaan swasta yang masih berdomisili di Kota Tua sebaiknya direlokasi ketempat lain.

 

Kawasan Pasar Ikan juga merupakan tempat potensial untuk dikembangkan. Pasar Ikan saat ini nampak kumuh, tidak terurus, banyak sampah sehingga baunya sangat mengganggu, gedung penjualan ikan sudah 10 tahun tidak terpakai dan menjadi mubazir. Pasar Ikan sebaiknya diubah menjadi sentra penjualan ikan terbesar di Jakarta, ini juga bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

 

Kota Tua Jakarta sangat potensial. Bila dikelola secara profesional, maka kawasan Kota Tua Jakarta pasti akan selalu dikunjungi warga Jabodetabek, hingga seluruh Indonesia bahkan wisatawan mancanegara akan menjadikannya daerah tujuan wisata prioritas. Warga Jabodetabek bila akan berekreasi tidak perlu jauh-jauh karena di depan mata sudah tersedia rekreasi yang menakjubkan dan tidak membosankan. Dengan demikian Kota Tua Jakarta akan menjadi kebanggan bangsa khususnya warga Jakarta.

Add comment


Security code
Refresh