User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

                                      
Gambar 1. Lagun sebagai tempat perindukan nyamuk malaria di Lebak.      Gambar 2. Area persawahan juga dijadikan tempat perindukan nyamuk malaria. 

Malaria berhubungan erat dengan pantai. Ah masa?? Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau (ada sekitar 17.000 pulau) memiliki implikasi garis pantai yang sangat panjang. Ternyata garis pantai Indonesia merupakan yang terpanjang keempat di dunia dengan panjang mencapai lebih dari 95.181 kilometer. Hal ini mempunyai hubungan erat (implikasi) dengan tetap bercokolnya penyakit utama yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yaitu Malaria. Wilayah yang letaknya dekat dengan ibukota dan masih memiliki masalah malaria adalah provinsi Banten, tepatnya di kabupaten Lebak. Terdapat 3 ekosistem yang berperan dalam penularan malaria di kabupaten ini yaitu ekosistem pantai, persawahan dan perbukitan, namun yang paling berperan adalah ekosistem pantai dan persawahan. Dengan mengenal pola penularan di suatu wilayah maka kita dapat lebih fokus dalam upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit tersebut. (Penulis mempersembahkan tulisan ini terutama kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak,  para Peneliti yang ingin meneliti lebih lanjut dan Petugas serta Dinas kesehatan lain yang memiliki masalah malaria).

 

Salah satu kebiasaan nyamuk malaria adalah berkembangbiak di lingkungan air payau yang banyak terdapat di area pantai. Ada 3 kondisi yang memungkinkan terbentuknya lingkungan air payau, yaitu: adanya genangan air laut, adanya tambahan air tawar atau air hujan yang turun dengan intensitas tertentu di tempat genangan, dan pancaran sinar matahari yang cukup menyinari campuran air laut dan air tawar (air hujan) tersebut sehingga salinitasnya (kadar garam) berubah. Fenomena ini berulang di wilayah pantai selatan kabupaten Lebak, pada waktu-waktu tertentu akan terbentuk lagun-lagun besar yang berisi air payau, bahkan area persawahan juga terisi air payau yang disukai nyamuk Anopkeles untuk berkembangbiak. Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada tahun 2006 ini kiranya dapat memeberikan pencerahan kepada masyarakat dan petugas kesehatan dalam upaya pengendalian malaria. 

 

Situasi Malaria di Kabupaten Lebak

Kasus-kasus malaria di kabupaten Lebak terkonsentrasi di wilayah bagian paling selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia. Wilayah ini memiliki karakteristik tersendiri dalam pola penularan malaria. Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria seolah senantiasa mengintai dan bagaikan bom waktu yang dapat meletus sewaktu-waktu. Dari 23 Kecamatan yang ada, terdapat 6 Kecamatan yang merupakan daerah endemis malaria, yaitu: Malingping, Binuangeun, Panggarangan, Cihara, Bayah, dan Cilograng. Keenam daerah tersebut berlokasi di pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak (tabel 1 dan Peta 1). Bila dilihat dari Annual Parasite Incidence (API), mulai tahun 2001 hingga 2005 terlihat adanya kecenderungan peningkatan API (grafik 1). 

 

 

No

 

 

Puskesmas

 

Jumlah Penduduk

 

Jumlah Desa Endemis

 

Jumlah Desa Terjangkit

 

Jumlah Desa Tertular

1

Malingping

40.327

3

4

3

2

Binuangeun

58.088

3

6

7

3

Panggarangan

29.473

4

3

3

4

Cihara

27.837

4

2

2

5

Bayah

36.473

5

2

2

6

Cilograng

25.619

2

2

3

Jumlah

218.772

21

19

20

Tabel 1: Situasi malaria dan Puskesmas endemis malaria di kabupaten Lebak pada tahun 2005.

Grafik 1: Angka API Kabupaten Lebak tahun 2001 – 2005.


Catatan:
Salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menggambarkan besarnya masalah malaria (endemisitas) pada di suatu daerah adalah Annual Parasite Incidence (API). API adalah angka kesakitan malaria (berdasarkan pemeriksaan laboratorium) per 1000 penduduk dalam 1 tahun yang dinyatakan dalam ‰.

 

Peta 1. Peta Kabupaten Lebak tahun 2006. Sumber: Pemda Kabupaten Lebak.

KLB Malaria
Pada bulan Juli 2005 telah terjadi KLB malaria di Kabupaten Lebak, tepatnya di wilayah Puskesmas DTP Bayah yang menyebabkan 480 orang menderita malaria. Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Lebak telah menetapkan status KLB malaria. Alasan menetapkan status KLB karena tingginya kejadian malaria pada bulan itu, adanya kematian akibat malaria, dan adanya keresahan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Tentang Wabah Penyakit Menular No. 4 tahun 1984, bahwa wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.


Gambaran Ekosistem di bagian selatan Kabupaten Lebak

Kabupaten Lebak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia memiliki panjang pantai + 75 km, dengan demikian dapat dikatakan wilayah ini sebagian besar merupakan wilayah ekosistim pantai. Di sepanjang pantai selatan banyak ditemui tempat-tempat potensial bagi perkembang-biakan nyamuk malaria, ini menjadi indikator bahwa daerah ini merupakan daerah transmisi bagi penularan malaria sepanjang tahun. Daerah-daerah ini apabila tidak dikendalikan/dikontrol dengan baik dalam upaya pemberantasan malaria akan menjadi daerah yang potensial untuk terjadinya KLB malaria.


Keadaan topografi wilayahnya yang cukup bervariasi yaitu di wilayah sepanjang pantai selatan memiliki ketinggian 0-200 meter di atas permukaan laut, wilayah Lebak Tengah memiliki ketinggian 201-500 meter, dan wilayah Lebak Timur memiliki ketinggian lebih dari 500 meter. Maka terdapat 3 ekosistem di wilayah ini yaitu ekosistim pantai, sawah dan perbukitan.


Gambaran Ekosistem di Kecamatan Bayah

Kecamatan Bayah berjarak 140 km dari Ibukota Kabupaten dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 4 jam perjalanan sehingga daerah ini sebenarnya bukan daerah terisolir. Kelancaran mobilitas manusia dari dan ke wilayah ini ikut berperan dalam transmisi malaria.

 

Luas wilayah kecamatan Bayah 15.643 ha dan memiliki ketinggian antara 0 hingga 400 meter di atas permukaan laut yang terdiri atas satuan ekologi pantai, dataran rendah dan perbukitan. Dataran rendah disini terdiri dari ekosistim pantai dan persawahan yang letaknya berdampingan sedangkan daerah perbukitan diisi sebagian lahan perkebunan dan hutan. Dilihat dari satuan ekologinya, wilayah ini merupakan tempat yang cocok bagi perkembangbiakan nyamuk malaria.


Batas-batas wilayah kerja Puskesmas DTP Kecamatan Bayah adalah:

Sebelah utara               : Kecamatan Cibeber.

Sebelah barat               : Kecamatan Panggarangan.

Sebelah Selatan           : Samudera Indonesia.

Sebelah Timur              : Kecamatan  Cilograng.


Kita dapat lebih memperhatikan bagian selatan yang berbatasan dengan Samudera Indonesia, karena disini merupakan area fokus penularan malaria. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Puskesmas DTP Bayah merupakan wilayah ekosistim pantai. Lahan persawahan sebagian besar berlokasi di daerah pantai sehingga sebenarnya terdapat dua jenis ekosistem yang berperan sebagai tempat perindukan nyamuk malaria yaitu ekosistim pantai dan ekosistem sawah (persawahan). Kedua jenis ekosistem ini berdampingan, oleh karena itu dapat terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara kehidupan lingkungan biotik di ekosistim pantai dan sawah. 


Situasi Malaria di wilayah kerja Puskesmas DTP Bayah
Situasi malaria Puskesmas DTP Bayah dilihat dari angka API dari tahun 2001 sampai 2005 (grafik 2), API mengalami peningkatan sehingga sejak tahun 2005 Puskesmas DTP Bayah masuk kategori daerah endemis tinggi. Situasi malaria tingkat Puskesmas sebelum tahun 2005 dilihat dari angka API termasuk dalam kategori endemis sedang. Jadi telah terjadi perubahan status endemisitas malaria bagi Puskesmas DTP Bayah dari endemis sedang menjadi endemis tinggi pada tahun 2005.


Grafik 1: Angka API di Puskesmas DTP Bayah tahun 2001 – 2005.

                                              
Gambar 3. Tampak depan Puskesmas DTP Bayah pada tahun 2006.                  Gambar 4. Panorama pantai di wilayah Puskesmas DTP Bayah. 

KLB Malaria
Pada bulan Juli 2005 telah terjadi KLB malaria di Kabupaten Lebak, tepatnya di wilayah Puskesmas DTP Bayah yang menyebabkan 480 orang menderita malaria. Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Lebak telah menetapkan status KLB malaria. Alasan menetapkan status KLB karena tingginya kejadian malaria pada bulan itu, adanya kematian akibat malaria, dan adanya keresahan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Tentang Wabah Penyakit Menular No. 4 tahun 1984, bahwa wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.
(bersambung ke halaman 2) 

 

Add comment


Security code
Refresh