Pertobatan adalah Perubahan Pola Pikir


Banyak orang yang punya masa lalu kelam, setelah didoakan oleh (katakanlah) Pendeta beken dalam suatu Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) hingga dia bermanifestasi sampai jatuh/roboh, atau muntah-muntah, akan tetapi setelah itu, dalam hidup kesehariannya tidak ada terlihat perubahan dalam kehidupannya, dalam artian, hidupnya tetap diisi sikap dan perilaku lama alias belum bertobat.  Mengapa kehidupan banyak orang 'tidak berubah' walaupun sudah didoakan?

 

Agar kita tidak salah jalan, sangat penting bagi kita untuk mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita. Bila kita tidak mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita maka hidup yang kita jalani seperti layaknya orang yang berlari tanpa arah. Bagaimana caranya kita mengetahui kehendak Allah? Mari kita lihat Firman Tuhan dalam Roma 12 ayat 2 yang mengajarkan bahwasanya kita harus berubah supaya kita bisa mengetahui kehendak Allah. Bila kita berubah maka kita dapat mengetahui mana kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Yang menjadi pertanyaan, perubahan seperti apa yang diinginkan Tuhan? 

Firman Tuhan di dalam kitab Roma 12: 2 mengatakan: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Di dalam bahasa aslinya, untuk kata 'berubah,' dipakai kata 'metanoia.'  Metanoia adalah perubahan pola pikir yang dalam bahasa sehari-hari berarti 'bertobat.' atau pertobatan.

 

Dapat dijelaskan mengapa orang yang sudah didoakan tidak akan langsung berubah (baca: bertobat) apabila dia tidak mengalami atau tidak mau berubah. Bila pola pikirnya belum berubah maka sebenarnya dia belum bertobat, karena pertobatan bukanlah suatu event (peristiwa sekali jadi), tetapi pertobatan adalah suatu proses, hari demi hari kita harus mau berubah atau diubahkan.

 

Jadi pertobatan yang sebenarnya adalah perubahan pola pikir (mind set), bukan hanya meninggalkan perbuatan yang lama tetapi mau berubah. Mengapa mind set sangat penting? sebab mind set akan mencetuskan ide pikiran, ide pikiran akan mencetuskan emosi dan action serta behavior, behavior akan mencetuskan habits (kebiasaan), habits akan mencetuskan karakter dan karakter akan menentukan masa depan kita (masa depan yang baik atau buruk).

Bagaimana cara merubah pola pikir (mind set)?

1). Perluas pandanganmu (enlarge your vision)
Seringkali Tuhan mengizinkan apa yang kita anggap terbaik diambil orang lain. Sebenarnya, apa yang kita anggap terbaik belum tentu hal yang baik bagi kita, sebab Tuhan telah menyediakan yang lebih baik bagi kita, contoh: pengalaman Abram yang dapat kita baca dalam Kitab Kejadian 13: 1-18. Apa yang Abram sangka yang terbaik telah diambil oleh Lot, tetapi Tuhan berkata kepada Abram supaya Abram memperluas pandangannya (Kejadian 13: 14-17) karena ternyata Tuhan telah menyediakan yang lebih baik bagi Abram.

13:1   Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.

13:2
 
Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.

13:3
 
Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,

13:4
 
ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.

13:5
 
Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.

13:6
 
Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.

13:7
 
Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.

13:8
 
Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

13:9
 
Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

13:10
 
Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --

13:11
 
Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.

13:12
 
Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.

13:13
 
Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

13:14
 
Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

13:15
 
sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.

13:16
 
Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.

13:17
 
Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."

13:18
 
Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.


2). Perbesar kapasitasmu
. Yakinkan pada dirimu bahwa masalahmu kecil, bahwa Imanmu lebih besar daripada masalahmu.

Sumber
Tulisan ini merupakan ringkasan khotbah yang dikhotbahkan oleh Pdt. Nathanael Subroto dalam kebaktian di Gereja Bukit Zaitun, Jakarta, 1 Mei 2011.

Share

Add comment


Security code
Refresh

Download Free Joomla Templates by vonfio.de